7 Negara yang Mengoperasikan Kapal Induk Terbanyak pada 2025
Selasa, 18 November 2025 - 11:50 WIB
loading...
A
A
A
China juga mengoperasikan beberapa kapal induk amfibi dan helikopter besar, yang menandakan ambisinya untuk mencapai dominasi angkatan laut di perairan biru Indo-Pasifik.
Kapal ini berfungsi sebagai kapal bendera Angkatan Laut Prancis dan alat kunci bagi kehadiran militer global Prancis. Sebuah kapal induk Prancis generasi mendatang, Porte-Avions Nouvelle Génération (PANG), saat ini sedang dalam pengembangan dan diperkirakan akan mulai beroperasi pada tahun 2030-an.
Kapal-kapal ini, bersama dengan kapal induk helikopter yang lebih kecil, menyediakan Jepang dengan salah satu kekuatan penerbangan angkatan laut paling tangguh di Asia. Langkah ini menandai perubahan signifikan dalam postur pertahanan Jepang pascaperang, yang memperkuat kemampuan pencegahannya di tengah meningkatnya ketegangan regional.
Vikramaditya berbobot sekitar 45.000 ton, sementara Vikrant berbobot sekitar 40.000 ton dan dapat mengangkut hingga 30 pesawat, termasuk pesawat tempur MiG-29K dan helikopter angkatan laut. Visi jangka panjang India mencakup kapal induk ketiga, INS Vishal, untuk meningkatkan kehadirannya di Kawasan Samudra Hindia dan melawan ancaman regional.
3. Prancis (1 Kapal Induk)
Prancis mengoperasikan Charles de Gaulle, satu-satunya kapal induk bertenaga nuklir di Eropa, beserta 3 kapal induk helikopter. Dengan bobot benaman sekitar 42.000 ton, kapal ini biasanya membawa sekitar 30 pesawat, termasuk pesawat tempur Rafale M, E-2C Hawkeye, dan helikopter.Kapal ini berfungsi sebagai kapal bendera Angkatan Laut Prancis dan alat kunci bagi kehadiran militer global Prancis. Sebuah kapal induk Prancis generasi mendatang, Porte-Avions Nouvelle Génération (PANG), saat ini sedang dalam pengembangan dan diperkirakan akan mulai beroperasi pada tahun 2030-an.
4. Jepang (2 Kapal Induk)
Jepang telah mengonversi dua kapal perusak helikopter kelas Izumo, JS Izumo dan JS Kaga, untuk mengoperasikan pesawat tempur F-35B lepas landas pendek dan pendaratan vertikal (STOVL).Kapal-kapal ini, bersama dengan kapal induk helikopter yang lebih kecil, menyediakan Jepang dengan salah satu kekuatan penerbangan angkatan laut paling tangguh di Asia. Langkah ini menandai perubahan signifikan dalam postur pertahanan Jepang pascaperang, yang memperkuat kemampuan pencegahannya di tengah meningkatnya ketegangan regional.
5. India (2 Kapal Induk)
India mengoperasikan dua kapal induk: INS Vikramaditya, kapal kelas Kiev yang telah diperbarui dari Rusia, dan INS Vikrant, kapal induk domestik pertama yang dibangun di Galangan Kapal Cochin.Vikramaditya berbobot sekitar 45.000 ton, sementara Vikrant berbobot sekitar 40.000 ton dan dapat mengangkut hingga 30 pesawat, termasuk pesawat tempur MiG-29K dan helikopter angkatan laut. Visi jangka panjang India mencakup kapal induk ketiga, INS Vishal, untuk meningkatkan kehadirannya di Kawasan Samudra Hindia dan melawan ancaman regional.
6. Inggris (2 Kapal Induk)
Inggris mengoperasikan dua kapal induk kelas Queen Elizabeth, HMS Queen Elizabeth dan HMS Prince of Wales, yang masing-masing mampu mengangkut 40 hingga 60 pesawat, termasuk F-35B.7. Italia (2 Kapal Induk)
Italia memiliki dua kapal induk, Cavour dan Giuseppe Garibald, yang keduanya dikonfigurasi untuk operasi multiperan dan jet STOVL. Bersama-sama, kekuatan Eropa ini mendukung kemampuan serangan maritim NATO, menggabungkan kecanggihan teknologi dengan fleksibilitas ekspedisi.(ahm)
Lihat Juga :