Apakah Wali Kota Muslim Pertama New York City Zohran Mamdani Pro-LGBT?

Senin, 10 November 2025 - 12:24 WIB
loading...
Apakah Wali Kota Muslim...
Politisi Muslim Zohran Kwame Mamdani terpilih sebagai wali kota New York City dalam pemilihan wali kota 4 November 2025. Selama kampanye, dia menyatakan dukungan pada hak-hak LGBT. Foto/Selçuk Acar/Anadolu Agency
A A A
NEW YORK - Zohran Kwame Mamdani (34) telah terpilih sebagai wali kota New York City (NYC), Amerika Serikat (AS), dalam pemilihan wali kota pada 4 November lalu. Dengan latar belakang sebagai Muslim, Mamdani mencetak sejarah sebagai wali kota Muslim pertama NYC yang mulai menjabat Januari 2026.

NYC dikenal sebagai kota yang terbuka untuk komunitas lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT). Lantas apakah Mamdani menyesuaikan diri dan menjadi wali kota Muslim yang pro-LGBT?

Jawabannya: Ya. Menurut sejumlah laporan media dan jejaknya selama kampanye, Zohran Mamdani secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap hak-hak LGBT+, termasuk komunitas transgender dan queer, sehingga bisa disimpulkan dia pro-LGBT.

Baca Juga: Saatnya Menagih Janji Zohran Mamdani Menangkap PM Israel Benjamin Netanyahu

Laporan Attitude Magazine, misalnya, menyebutkan bahwa Mamdani dalam kampanyenya menyebut "NYC harus menjadi tempat perlindungan bagi orang-orang LGBTQIA+". Dia menyatakan komitmen untuk memperluas dan melindungi layanan kesehatan gender-affirming dan mendirikan “Office of LGBTQIA+ Affairs”.

Dia bahkan secara spesifik menargetkan investasi senilai USD65 juta untuk memperbaiki akses perawatan gender-affirming bagi komunitas transgender dan non-biner.

Jejak-jejak Mamdani juga menunjukkan bahwa dia telah hadir dalam acara-acara komunitas queer dan transgender selama kampanye. Misalnya, pada malam sebuah kampanyenya, dia muncul di bar queer, dan secara publik menyatakan bahwa komunitas queer maupun transgender harus punya ruang untuk “joy” dan pengakuan.

Halaman Wikipedia tentang posisi politiknya menyebut secara eksplisit: “Mamdani mendukung hak-hak LGBTQ+ dengan menjadikan NYC sebagai kota perlindungan LGBTQ+ dengan Kantor Urusan LGBTQIA+.”

Zohran Kwame Mamdani lahir di Kampala, Uganda, dari keluarga imigran keturunan India. Dia pindah ke Amerika Serikat saat masih kecil dan tumbuh di Queens, New York. Sebelum terjun ke politik, dia dikenal sebagai organisator komunitas progresif, mengadvokasi perumahan rakyat, hak imigran, dan keadilan sosial.

Karier politiknya mulai mencuat ketika dia terpilih menjadi anggota Majelis Negara Bagian New York pada 2020, mewakili Partai Demokrat sayap kiri progresif. Sosoknya menonjol karena menggabungkan identitas Muslim, imigran, dan aktivis sosial—tiga elemen yang jarang berpadu di kancah politik Amerika.

Bagaimana Bisa Politisi Muslim Mendukung LGBT?


Posisi Mamdani telah menimbulkan dilema menarik, bagaimana seorang politisi Muslim bisa mendukung kebijakan LGBT secara terbuka di negara sekuler seperti AS?

Bagi Mamdani, jawabannya terletak pada pemisahan antara iman pribadi dan mandat publik. Dalam wawancara dengan Al Jazeera, dia menegaskan bahwa "politik harus melayani seluruh rakyat, bukan satu tafsir agama.

Sikap ini telah membuatnya diserang dari dua arah. Dia sempat diserang kelompok Islam konservatif, yang menilai dukungan terhadap LGBT bertentangan dengan ajaran agama. Dia juga diserang kelompok sayap kanan AS, yang menyerang latar belakang Muslimnya dan menyebutnya tidak sejalan dengan nilai-nilai Amerika.

Namun Mamdani tetap bergeming. Dia menegaskan bahwa keberpihakan pada kelompok minoritas—baik imigran, Muslim, maupun LGBT—adalah bagian dari nilai kemanusiaan universal.

Media konservatif seperti New York Post juga menyoroti kontradiksi politiknya, di mana Mamdani sempat menghadiri acara bersama imam Siraj Wahhaj, tokoh Muslim yang dikenal memiliki pandangan anti-LGBT. Hal ini menimbulkan perdebatan mengenai sejauh mana dukungan Mamdani terhadap LGBT benar-benar konsisten.

Meski begitu, Mamdani menegaskan dirinya berdiri di sisi progresif secara jelas, dengan rekam jejak kebijakan yang konkret dan konsisten di bidang hak-hak sipil.

Keberhasilan Zohran Mamdani bukan hanya kemenangan politik, tetapi juga pergeseran paradigma dalam politik Muslim di Barat. Dia menolak dikotomi lama antara “iman dan modernitas”, dan justru memosisikan diri sebagai Muslim progresif yang pro-hak asasi manusia.

"Jika saya ingin kota ini menjadi rumah bagi semua orang, maka tidak boleh ada yang hidup dalam ketakutan hanya karena orientasi atau identitas gender mereka,” katanya saat kampanye terakhir di Brooklyn, seperti dikutip dari The Guardian.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mahkamah Agung Batalkan...
Mahkamah Agung Batalkan Perintah Kewarganegaraan Berdasarkan Kelahiran Trump
Dewan Perdamaian Ungkap...
Dewan Perdamaian Ungkap Kendaraan Taktis Pertama Tiba di Pangkalan Multinasional Dekat Gaza
Oman Tawarkan Rencana...
Oman Tawarkan Rencana Pasca-Konflik pada AS tentang Biaya Melewati Selat Hormuz
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Donald Trump Raup Rp25...
Donald Trump Raup Rp25 Triliun dari Bisnis Kripto, Lampaui Pendapatan Properti yang Dibangun Puluhan Tahun
Gempa Dahsyat Venezuela:...
Gempa Dahsyat Venezuela: 920 Orang Tewas, Hampir 50 Ribu Masih Hilang
Kalahkan Jerman di Piala...
Kalahkan Jerman di Piala Dunia, Paraguay Umumkan Hari Libur Nasional
Rekomendasi
Apresiasi Catatan Seskab...
Apresiasi Catatan Seskab Letkol Teddy, TII Minta Perluasan Kuota Magang Tetap Transparan
Deretan Catatan Bersejarah...
Deretan Catatan Bersejarah Meksiko Usai Singkirkan Ekuador di Piala Dunia 2026
Dirjenbun Kementan Pastikan...
Dirjenbun Kementan Pastikan Perlindungan dan Pemberdayaan Petani
Berita Terkini
Jelang Pemilu, Netanyahu...
Jelang Pemilu, Netanyahu Ngotot Usir Warga Palestina dari Gaza
China akan Bawa AI ke...
China akan Bawa AI ke Setiap Ruang Kelas, dari SD hingga Universitas
Mahkamah Agung Batalkan...
Mahkamah Agung Batalkan Perintah Kewarganegaraan Berdasarkan Kelahiran Trump
Militer Israel Kembangkan...
Militer Israel Kembangkan Senjata Laser Antariksa untuk Serang Satelit
Dewan Perdamaian Ungkap...
Dewan Perdamaian Ungkap Kendaraan Taktis Pertama Tiba di Pangkalan Multinasional Dekat Gaza
Jumlah Korban Tewas...
Jumlah Korban Tewas Akibat Gempa Bumi Venezuela Meningkat Jadi 1.943 Jiwa
Infografis
Apakah Mike Tyson Pro...
Apakah Mike Tyson Pro Palestina? Berikut Jawabannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved