Saatnya Menagih Janji Zohran Mamdani Menangkap PM Israel Benjamin Netanyahu

Kamis, 06 November 2025 - 07:33 WIB
loading...
Saatnya Menagih Janji...
Wali kota terpilih New York City, Zohran Mamdani (kanan), telah berjanji akan menangkap PM Israel Benjamin Netanyahu jika berkunjung ke New York City, AS. Foto/Screenshot video Sky News
A A A
NEW YORK - Zohran Mamdani telah terpilih sebagai wali kota Muslim pertama New York City (NYC), Amerika Serikat (AS), setelah memenangkan pemilihan wali kota pada 4 November 2025. Selama kampanye, politisi Partai Demokrat ini melontarkan banyak janji termasuk akan menangkap Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu jika berkunjung ke NYC.

Perjalanan bus gratis, pembekuan sewa, supermarket milik pemerintah kota, dan layanan penitipan anak gratis, juga menjadi sederat janji kampanye Mamdani.

Namun, janji akan menangkap Netanyahu merupakan janji kampanyenya yang paling disorot komunitas dunia internasional mengingat AS merupakan sekutu abadi Israel.

Baca Juga: Ini Teks Lengkap Pidato Kemenangan Zohran Mamdani, Wali Kota Muslim Pertama New York City

Janji Mamdani (34) merupakan respons dari Mahkamah Pidana Internasional (ICC) yang mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Netanyahu pada November 2024. Netanyahu dituduh melakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan selama perang Israel-Hamas di Jalur Gaza, Palestina.

Mamdani, yang pada akhirnya akan bertanggung jawab atas kepolisian di New York, telah berulang kali berjanji untuk menahan PM Israel tersebut jika diberi kesempatan.

Netanyahu telah melakukan beberapa kunjungan ke New York City selama kariernya, termasuk dalam tiga tahun terakhir untuk berpidato di markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Manhattan.

"Saya sudah berulang kali mengatakan, ini adalah kota yang percaya pada hukum internasional," ujar Mamdani kepada CNN bulan lalu.

"Ini adalah kota yang nilai-nilainya layak tercermin dalam komitmen kita, dan saya pikir kota kita harus menjunjung tinggi perintah yang dikeluarkan oleh Mahkamah Pidana Internasional."

Namun, Profesor Alex Whiting, dari Fakultas Hukum Harvard, mengatakan janji Mamdani tidak sesederhana itu.

Sebelumnya, Whiting menjabat sebagai koordinator investigasi ICC, di antara beberapa peran senior lainnya di sana.

"Saya selalu menghargai ketika para pemimpin politik mendukung keadilan pidana internasional dan Mahkamah Pidana Internasional," kata Profesor Whiting.

"Meskipun demikian, saya pikir janji khusus Mamdani ini sangat merugikan cara kerja hukum dan bagaimana kita seharusnya memahami dan memikirkan hukum," ujarnya.

"Tidak mungkin dia bisa memerintahkan polisi New York City untuk menangkap Benjamin Netanyahu, dan ada beberapa alasan untuk itu," paparnya.

Profesor Michael Newton, dari Fakultas Hukum Universitas Vanderbilt, setuju.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pakar Militer Ungkap...
Pakar Militer Ungkap Pertarungan Sangat Sengit AS dan Iran untuk Berebut Selat Hormuz
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, AS Gunakan Drone Laut untuk Menyerang Iran
AS Kembalikan 2 Arca...
AS Kembalikan 2 Arca Buddha Abad ke-8 ke Indonesia, Hasil Curian Douglas Latchford
Langka, Sekutu AS Minta...
Langka, Sekutu AS Minta Tolong Korut Cari Tentara Seoul yang Hilang di Perbatasan
Eks Jenderal AS Sarankan...
Eks Jenderal AS Sarankan Amerika Rebut Pulau Kharg yang Jadi Jantung Ekonomi Minyak Iran
Mengapa Iran Tak Serang...
Mengapa Iran Tak Serang Arab Saudi dalam Membalas Serangan AS? Ini Jawabannya
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Serang, Harga Minyak Dunia Melesat Lebih 3%
Selat Hormuz Ditutup,...
Selat Hormuz Ditutup, AS dan Iran Saling Lancarkan Serangan Rudal
Kebakaran Hebat Pub...
Kebakaran Hebat Pub di Thailand, 27 Orang Tewas
Rekomendasi
Laga Terakhir di Stadion...
Laga Terakhir di Stadion Dallas: Prancis vs Spanyol Main di Lapangan Premium
Sastra Indonesia Mendunia:...
Sastra Indonesia Mendunia: Karya Denny JA Segera Hadir dalam 35 Bahasa
516 Unit Layanan di...
516 Unit Layanan di Wilayah 3T, PNM Perluas Akses Pembiayaan bagi Masyarakat Prasejahtera
Berita Terkini
Tren Tak Mau Punya Anak...
Tren Tak Mau Punya Anak Melonjak di Jepang, Humanisasi Bayi Berbulu Berkembang Pesat
Gencatan Senjata Berakhir!...
Gencatan Senjata Berakhir! Perang Houthi dan Arab Saudi Bisa Pecah Kapan Saja
AS Ingin Ambil Alih...
AS Ingin Ambil Alih Selat Hormuz, Trump: Kita Akan Dapat Bayaran
Citra Satelit Ungkap...
Citra Satelit Ungkap Kerusakan Parah pada Pangkalan AS Akibat Serangan Iran
Pakar Militer Ungkap...
Pakar Militer Ungkap Pertarungan Sangat Sengit AS dan Iran untuk Berebut Selat Hormuz
3 Fakta Kebakaran Bar...
3 Fakta Kebakaran Bar di Bangkok Tewaskan 27 Orang, Pintu Darurat Terhalang
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved