Hamas Pulangkan Jasad Perwira Israel Letnan Hadar Goldin setelah 11 Tahun Disandera
Senin, 10 November 2025 - 08:00 WIB
loading...
A
A
A
Juru bicara pemerintah Israel, Shosh Bedrosian, mengatakan Goldin tewas dalam sebuah penyergapan.
"Para teroris muncul dari sebuah terowongan di Rafah dan menyerang tentara IDF," kata Bedrosian kepada para wartawan pada hari Minggu, yang kembali menggunakan narasi "teroris" untuk menyebut para milisi perlawanan Palestina di Gaza.
"Hadar ditembak dan tewas dalam serangan Hamas ini, sementara para teroris menyeret jenazahnya kembali ke dalam terowongan," ujarnya.
Upaya sebelumnya untuk mengambil jenazahnya melalui pertukaran tahanan telah gagal.
"Pengembalian jenazahnya (Goldin), setelah penundaan 11 tahun, memiliki makna yang sangat penting," kata kolumnis Israel Amos Harel di surat kabar Haaretz yang berhaluan kiri.
“Ini akan menutup babak yang menyakitkan dan mengirimkan pesan bahwa komitmen Israel untuk tidak meninggalkan tentara tetap teguh," paparnya.
Samah Deeb, yang mengungsi dari Gaza utara ke Gaza tengah, tetap merasa khawatir bahkan ketika Hamas memulangkan para sandera Israel.
“Kami masih merasa seperti sandera situasi ini,” kata Deeb (33) kepada AFP.
“Tahap selanjutnya dari gencatan senjata, yang melibatkan pelucutan senjata Hamas dan administrasi Jalur Gaza, membuat kami khawatir," imbuh dia.
"Para teroris muncul dari sebuah terowongan di Rafah dan menyerang tentara IDF," kata Bedrosian kepada para wartawan pada hari Minggu, yang kembali menggunakan narasi "teroris" untuk menyebut para milisi perlawanan Palestina di Gaza.
"Hadar ditembak dan tewas dalam serangan Hamas ini, sementara para teroris menyeret jenazahnya kembali ke dalam terowongan," ujarnya.
Upaya sebelumnya untuk mengambil jenazahnya melalui pertukaran tahanan telah gagal.
"Pengembalian jenazahnya (Goldin), setelah penundaan 11 tahun, memiliki makna yang sangat penting," kata kolumnis Israel Amos Harel di surat kabar Haaretz yang berhaluan kiri.
“Ini akan menutup babak yang menyakitkan dan mengirimkan pesan bahwa komitmen Israel untuk tidak meninggalkan tentara tetap teguh," paparnya.
Samah Deeb, yang mengungsi dari Gaza utara ke Gaza tengah, tetap merasa khawatir bahkan ketika Hamas memulangkan para sandera Israel.
“Kami masih merasa seperti sandera situasi ini,” kata Deeb (33) kepada AFP.
“Tahap selanjutnya dari gencatan senjata, yang melibatkan pelucutan senjata Hamas dan administrasi Jalur Gaza, membuat kami khawatir," imbuh dia.
Lihat Juga :