AS Ketar-ketir ketika Kapal Induk Generasi Terbaru China Mulai Beroperasi, Berikut 5 Kehebatannya

Sabtu, 08 November 2025 - 15:42 WIB
loading...
AS Ketar-ketir ketika...
Kapal induk generasi terbaru China mulai beroperasi. Foto/X/@jacksonhinklle
A A A
BEIJING - Pada hari Jumat, media China melaporkan bahwa Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat (PLAN) telah resmi mengoperasikan kapal induk ketiganya, Fujian, di sebuah pangkalan angkatan laut di Pulau Hainan, China selatan.

Kantor berita pemerintah Xinhua mengatakan upacara peresmian telah diadakan pada hari Rabu, dengan kehadiran Presiden China Xi Jinping.

Reaksi internasional masih berhati-hati. Kepala Sekretaris Kabinet Jepang dan mantan menteri pertahanan Minoru Kihara mengatakan bahwa Jepang mengamati aktivitas militer China dan akan merespons "dengan tenang namun tegas" jika diperlukan.

Fujian juga merupakan nama provinsi pesisir China yang menghadap Pulau Taiwan di Laut China Selatan.

AS Ketar-ketir ketika Kapal Induk Generasi Terbaru China Mulai Beroperasi, Berikut 5 Kehebatannya

1. Memiliki Teknologi Lepas Landas yang Canggih

Melansir DW, Fujian adalah kapal induk pertama yang dirancang dan dibangun China secara independen. Dua kapal induk pertama, Liaoning dan Shandong, yang diresmikan pada tahun 2012 dan 2019, sangat bergantung pada cetak biru Soviet.

Kapal induk baru ini dilengkapi dengan teknologi lepas landas canggih — semacam ketapel elektromagnetik yang dikenal sebagai EMALS — yang mampu meluncurkan jet yang lebih berat daripada teknologi bertenaga uap sebelumnya, memungkinkan lebih banyak bahan bakar dan jangkauan yang lebih luas, serta muatan yang lebih besar.

Baca Juga: Lawan Disinformasi, Uni Eropa Bentuk Kementerian Kebenaran

2. Mampu Mengangkut Pesawat Siluman

Kapal induk ini juga memungkinkan pengerahan pesawat pengintai yang lebih berat, yang penting untuk memberikan visibilitas operasional bagi kapal saat berada di luar jangkauan dukungan darat.

Sebelumnya, kemampuan peluncuran ini hanya dimiliki oleh kapal induk kelas Ford — dinamai berdasarkan kapal perang terbesar di dunia hingga saat ini, USS Gerald R. Ford — di Angkatan Laut AS.

3. Beroperasi di Perairan Global

Meningkatkan jangkauan kapal perang dan pesawat di kawasan ini memiliki serangkaian implikasi geopolitik, yang memberikan China kemampuan yang semakin besar untuk mempertahankan pulau-pulau yang disengketakan di Laut China Selatan dan Laut Cina Timur yang diklaimnya, serta menantang dominasi AS yang lebih dalam di Pasifik.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Pertama Kalinya, China...
Pertama Kalinya, China Pamer Peluncuran Rudal Hipersonik Dongfeng-17 sebagai Pesan untuk AS
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Standar Keselamatan...
Standar Keselamatan Kendaraan Listrik Baru China Lebih Ketat!
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
Gawat! Delegasi Iran...
Gawat! Delegasi Iran Walk Out dari Perundingan Damai dengan AS
Rekomendasi
Pecahkan Rekor Piala...
Pecahkan Rekor Piala Dunia, Gol Bersejarah Lionel Messi Tuai Perdebatan
Gunduli Irak, Prancis...
Gunduli Irak, Prancis Segel Tiket 32 Besar Piala Dunia 2026
2 Fakta Stasiun JIS:...
2 Fakta Stasiun JIS: Hanya Miliki Satu Peron dan Beroperasi hingga Pukul 21.30 WIB
Berita Terkini
Menteri Zionis Tolak...
Menteri Zionis Tolak Gencatan Senjata: Lebanon Seharusnya Jadi Arena Bermain Israel
Penembakan Guncang Lingkungan...
Penembakan Guncang Lingkungan Yahudi Montreal, 3 Orang Tewas, Termasuk Pelaku
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Infografis
Pentagon: China Bisa...
Pentagon: China Bisa Hancurkan Semua Kapal Induk AS dalam 20 Menit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved