Dari Dinasti Qing hingga Xi Jinping: Ambisi Panjang China atas Tibet

Rabu, 05 November 2025 - 08:36 WIB
loading...
A A A
Sejak pendudukan militer 1950 dan upaya penangkapan Dalai Lama ke-14 pada 1959, Beijing terus berupaya mengendalikan lembaga keagamaan Tibet, termasuk dengan menculik Panchen Lama ke-11 dan menggantinya dengan versi yang dikendalikan pemerintah. Namun pengaruh Dalai Lama dan Buddhisme tetap kuat di kalangan rakyat Tibet.

Urusan Keagamaan


Seperti rezim otoriter pada umumnya, elite Partai Komunis China memandang budaya yang berbeda dari budaya dominan, dalam hal ini budaya Han, sebagai ancaman bagi keberadaan mereka. Pemerintah China mendirikan sekolah berasrama bagi anak-anak Tibet, di mana mereka dididik dengan gaya hidup Han, menggunakan bahasa Mandarin, dan mengesampingkan bahasa Tibet.

Untuk melengkapi penaklukan terhadap rakyat Tibet, Presiden Xi memperkenalkan konsep “agama dengan karakteristik China,” sebuah eufemisme untuk menyiniskan agama. Dalam sebuah pertemuan Politbiro Partai Komunis China pada September lalu, Xi menyerukan lebih banyak peraturan dan penegakan hukum yang lebih ketat dalam mengatur urusan keagamaan.

“Mengatur urusan agama sesuai hukum adalah cara fundamental untuk menangani berbagai kontradiksi dan masalah di bidang agama,” katanya, dikutip oleh Xinhua melalui South China Morning Post.

Dalam konteks Tibet, pesan utama Xi adalah bahwa agama di China hanya dapat diwariskan dengan “akar dalam budaya China.” Namun agama di Tibet, terutama Buddhisme, justru berakar kuat pada tradisi Nalanda dari India—hal yang membuat Beijing terus berupaya menghapus pengaruh spiritual luar itu.

Karena itu, Presiden Xi bertekad mengendalikan sepenuhnya kehidupan warga Tibet, termasuk kebebasan mereka menentukan Dalai Lama sendiri. Aturan tentang reinkarnasi lama-lama bahkan telah diberlakukan sejak 2007 oleh Departemen Urusan Agama China.

Tidak heran jika Xi kini menegaskan bahwa seluruh urusan keagamaan di China harus tunduk pada hukum China.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jepang Bentuk Badan...
Jepang Bentuk Badan Intelijen Baru untuk Pertama Kalinya sejak Perang Dunia II, Ini 5 Alasannya
Siapa Zhang Zhidong?...
Siapa Zhang Zhidong? Warga China yang Dituduh sebagai Raja Fentanyl Meksiko
Persaingan Memanas,...
Persaingan Memanas, China Membangun Replika Kapal Perang AS untuk Latihan Tembak Rudal
Ditutup-tutupi selama...
Ditutup-tutupi selama 1 Bulan, 2 Pilot China Tewas saat Latihan Perang
Topan Bavi Terjang China,...
Topan Bavi Terjang China, Paksa Hampir 2 Juta Orang Mengungsi
AI, Robot, dan Modal...
AI, Robot, dan Modal Negara: Taruhan Besar Xi Jinping untuk Masa Depan China
Kritik Baru terhadap...
Kritik Baru terhadap Putusan Arbitrase Laut China Selatan: Perspektif Realisme
Iran Retas Jaringan...
Iran Retas Jaringan Seluler Timur Tengah Lacak Militer AS
Jadi Target Pembunuhan,...
Jadi Target Pembunuhan, Trump Bersumpah Musnahkan Iran
Rekomendasi
Sidang Praperadilan,...
Sidang Praperadilan, Ahli Pidana Soroti Bukti Permulaan Penetapan Tersangka Roy Suryo
Bakom Sangkal Febrie...
Bakom Sangkal Febrie Adriansyah Algojo Pemberantasan Korupsi di Kejagung
Balague: Penampilan...
Balague: Penampilan Terbaik Spanyol yang Pernah Saya Lihat
Berita Terkini
Taktik Trump Sering...
Taktik Trump Sering Menjiplak Musuh-musuhnya, dari Blokade Laut hingga Tarif Selat Hormuz
Diejek Habis-habisan,...
Diejek Habis-habisan, Trump akan Ganti Biaya Kargo Selat Hormuz 20% dengan Kesepakatan Investasi untuk Negara-negara Teluk
Jerman akan Beli 50.000...
Jerman akan Beli 50.000 Drone Serang untuk Ukraina
Politik AS Didominasi...
Politik AS Didominasi Manula! Ini Deretan Politisi Tua yang Melebihi Usia Pensiun
Jepang Bentuk Badan...
Jepang Bentuk Badan Intelijen Baru untuk Pertama Kalinya sejak Perang Dunia II, Ini 5 Alasannya
10 Danau Terjernih di...
10 Danau Terjernih di Dunia, Nomor 7 dari Indonesia
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved