2 Tentara Korut yang Ditangkap di Ukraina Ingin Membelot ke Korsel

Minggu, 02 November 2025 - 12:29 WIB
loading...
2 Tentara Korut yang...
Dua tentara Korea Utara yang jadi tawanan perang di Ukraina telah meminta untuk dimukimkan kembali di Korea Selatan. Foto/The Telegragph
A A A
KYIV - Dua tentara Korea Utara (Korut) yang jadi tawanan perang di Ukraina telah meminta untuk dimukimkan kembali di Korea Selatan (Korsel). Keinginan mereka untuk membelot itu diungkap kelompok hak asasi manusia (HAM) Gyeore-eol Nation United.

Kelompok tersebut mengatakan kepada AFP, Minggu (2/11/2025) bahwa para tawanan mengajukan permintaan itu saat wawancara untuk sebuah film dokumenter yang direkam di sebuah fasilitas yang dirahasiakan di Kyiv pada 28 Oktober. Fasilitas itu menjadi tempat mereka ditahan setelah ditangkap pasukan Ukraina ketika berperang membela Rusia.

“Mereka memohon kepada pewawancara untuk berjanji bahwa dia [pewawancara perempuan] akan kembali untuk membawa mereka ke Korea Selatan,” kata kepala Gyeore-eol, Jang Se-yul, yang juga seorang pembelot Korea Utara.

Baca Juga: Tentara Korut Tewas dalam Perang Bela Rusia Melawan Ukraina, Kim Jong-un: Hati Saya Sakit dan Getir

Berdasarkan konstitusi Korea Selatan, semua warga Korea—termasuk yang berasal dari Korea Utara—dianggap sebagai warga negara, dan Seoul telah menyatakan hal ini berlaku untuk semua pasukan Korea Utara yang ditangkap di Ukraina.

Sekitar 10.000 tentara Korea Utara dilaporkan dikirim untuk berperang membela Rusia pada tahun 2024, dengan sekitar 2.000 orang diyakini tewas, menurut badan intelijen Korea Selatan dan Barat.

Salah satu dari dua tahanan tersebut sebelumnya telah menyampaikan keinginan yang sama kepada seorang anggota Parlemen Korea Selatan saat berkunjung pada bulan Februari, kata Jang.

"Mengirim mereka kembali ke Korea Utara pada dasarnya akan menjadi hukuman mati," kata anggota Parlemen tersebut, seraya menambahkan bahwa Pyongyang menginstruksikan tentaranya untuk bunuh diri daripada ditangkap.

Pada Agustus lalu, pemimpin Korut Kim Jong-un memberikan penghormatan yang mengharukan kepada tentara yang tewas dalam perang membela Rusia melawan Ukraina. Dalam pengakuan kerugian militer Pyongyang yang langka, dia mengatakan "hatinya sakit".

Kim Jong-un saat itu memuji para tentara tersebut sebagai "pasukan heroik", dengan foto-foto media pemerintah yang menunjukkan sang pemimpin menyematkan lencana penghargaan pada seragam tentara.

Foto-foto yang dirilis oleh KCNA juga menunjukkan Kim Jong-un menyematkan lencana pada bingkai foto tentara yang tewas, yang berjajar di dinding, dengan nama masing-masing tentara tertulis dengan tinta emas di bawah gambar mereka.

"Hati saya sakit dan getir ketika saya menghadapi kenyataan bahwa saya hanya bisa bertemu dengan tokoh-tokoh mulia yang mengorbankan nyawa mereka yang berharga demi kemenangan dan kejayaan besar melalui foto-foto di dinding peringatan," ujarnya dalam sebuah pidato saat itu.

"Saat saya berdiri di hadapan keluarga para tentara yang gugur, saya tidak tahu bagaimana mengungkapkan penyesalan dan permintaan maaf saya karena tidak dapat melindungi putra-putra kami yang berharga," paparnya.

Korea Utara mulai mengirimkan sejumlah besar pasukan dan peralatan untuk mendukung perang Rusia melawan Ukraina tahun lalu setelah pertemuan tingkat tinggi antara Kim Jong-un dan Presiden Rusia Vladimir Putin, yang membawa kekuatan Asia yang tertutup dan otokratis itu ke jantung perang Eropa.

Baik Rusia maupun Korea Utara awalnya menolak mengonfirmasi pengerahan pasukan, tetapi sejak itu secara terbuka mengakui keterlibatan pasukan Pyongyang. Kim Jong-un dan rezimnya bungkam mengenai laporan bahwa tentara Korea Utara yang dikirim untuk bertempur di Kursk telah menderita kerugian besar—menjadikan upacara tersebut sebagai pengakuan langka tentang betapa merusaknya dampak perang Rusia-Ukraina.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
Skandal Kerajaan, Putra...
Skandal Kerajaan, Putra dari Putri Mahkota Norwegia Divonis Penjara atas Tuduhan Pemerkosaan
Pulau Antartika Australia...
Pulau Antartika Australia Diserang Flu Burung, Ribuan Anak Anjing Laut Mati!
Rekomendasi
AHWA dan Masa Depan...
AHWA dan Masa Depan Kepemimpinan NU
Meksiko vs Korea Selatan:...
Meksiko vs Korea Selatan: Duel Penentu ke Fase Gugur
75 Gol dalam 24 Laga,...
75 Gol dalam 24 Laga, Piala Dunia 2026 Penuh Drama
Berita Terkini
Senator Amerika Geram...
Senator Amerika Geram dengan Kesepakatan AS dan Iran: 'Juju Saja, Kita Menyerah'
Militer AS Telah Cabut...
Militer AS Telah Cabut Blokade Iran atas Perintah Trump
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Mojtaba Khamenei: Iran...
Mojtaba Khamenei: Iran dan AS Capai Kesepakatan karena Trump Putus Asa
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, Wapres Amerika Berbalik Kecam Israel
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Infografis
Spesifikasi Sistem Rudal...
Spesifikasi Sistem Rudal Patriot yang Dikirim AS ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved