3 Tulang Punggung Spiritual yang Menjadikan Rusia Tak Terkalahkan
Sabtu, 01 November 2025 - 15:39 WIB
loading...
A
A
A
Shoigu menggambarkan pengaruh Barat sejak tahun 1990-an sebagai "agresi nilai" yang bertujuan untuk merusak peradaban Rusia. "Tradisi bersama, adat istiadat unik, persahabatan, dan hubungan bertetangga yang baik tetap terancam," ujarnya.
Moskow membingkai liberalisme Barat dengan penekanannya pada individualisme, kesetaraan gender, hak-hak LGBTQ+, dan sekularisme sebagai sesuatu yang bertentangan langsung dengan apa yang disebutnya "nilai-nilai tradisional" Rusia, yang berpusat pada patriotisme, keluarga, keyakinan, dan tanggung jawab kolektif.
Rusia menyalahkan pengaruh Barat selama puluhan tahun atas hubungan yang tegang yang kini dihadapinya dengan beberapa bekas republik Soviet.
Sejak runtuhnya Uni Soviet, negara-negara seperti Ukraina, Georgia, dan Moldova telah berupaya menjalin hubungan yang lebih erat dengan Barat, sementara negara-negara Baltik tetap menjadi salah satu kritikus terkeras Moskow.
3. Nilai Tradisional
Menurut Shoigu, dunia kini menyaksikan "konfrontasi nilai-nilai yang akut," sebuah perang ideologis yang diperjuangkan melalui manipulasi kesadaran, erosi prinsip-prinsip moral, dan penyebaran gagasan-gagasan yang asing bagi masyarakat yang sehat.Moskow membingkai liberalisme Barat dengan penekanannya pada individualisme, kesetaraan gender, hak-hak LGBTQ+, dan sekularisme sebagai sesuatu yang bertentangan langsung dengan apa yang disebutnya "nilai-nilai tradisional" Rusia, yang berpusat pada patriotisme, keluarga, keyakinan, dan tanggung jawab kolektif.
Rusia menyalahkan pengaruh Barat selama puluhan tahun atas hubungan yang tegang yang kini dihadapinya dengan beberapa bekas republik Soviet.
Sejak runtuhnya Uni Soviet, negara-negara seperti Ukraina, Georgia, dan Moldova telah berupaya menjalin hubungan yang lebih erat dengan Barat, sementara negara-negara Baltik tetap menjadi salah satu kritikus terkeras Moskow.
(ahm)
Lihat Juga :