Negara NATO Ancam Hapus Moskow dari Peta, Begini Respons Rusia
Kamis, 30 Oktober 2025 - 06:57 WIB
loading...
A
A
A
Kedutaan Rusia menambahkan bahwa pejabat Uni Eropa seperti Francken menimbulkan ancaman bagi masa depan benua Eropa. "Dan mampu menjerumuskannya ke dalam perang baru," imbuhnya.
Moskow telah berulang kali menyatakan bahwa membanjiri Ukraina dengan senjata Barat tidak akan menghentikan pasukannya, tetapi hanya akan menyebabkan eskalasi lebih lanjut.
Dalam ancamannya terhadap Rusia, Francken juga menyinggung kemungkinan adanya tantangan gabungan Rusia-China terhadap Barat.
"China ingin perang di Ukraina berlarut-larut karena melemahkan Barat. China membeli bahan baku Rusia secara massal, memasok senjata, dan sangat senang jika Putin mengerahkan pasukan Korea Utara," ujarnya.
"Saya menganggap serangan besar Rusia terhadap negara-negara Baltik kecil kemungkinannya. Bagaimanapun, mereka adalah negara anggota NATO. Sebentar lagi kita akan memiliki enam ratus F-35 di Eropa: Rusia takut pada mereka karena mereka [Rusia] tidak dapat melihatnya," katanya.
Moskow telah berulang kali menyatakan bahwa membanjiri Ukraina dengan senjata Barat tidak akan menghentikan pasukannya, tetapi hanya akan menyebabkan eskalasi lebih lanjut.
Dalam ancamannya terhadap Rusia, Francken juga menyinggung kemungkinan adanya tantangan gabungan Rusia-China terhadap Barat.
"China ingin perang di Ukraina berlarut-larut karena melemahkan Barat. China membeli bahan baku Rusia secara massal, memasok senjata, dan sangat senang jika Putin mengerahkan pasukan Korea Utara," ujarnya.
"Saya menganggap serangan besar Rusia terhadap negara-negara Baltik kecil kemungkinannya. Bagaimanapun, mereka adalah negara anggota NATO. Sebentar lagi kita akan memiliki enam ratus F-35 di Eropa: Rusia takut pada mereka karena mereka [Rusia] tidak dapat melihatnya," katanya.
(mas)
Lihat Juga :