Negara NATO Ancam Hapus Moskow dari Peta, Begini Respons Rusia

Kamis, 30 Oktober 2025 - 06:57 WIB
loading...
Negara NATO Ancam Hapus...
Salah satu negara NATO mengancam akan menghapus Moskow dari Peta jika Rusia menyerang Brussels, Belgia. Foto/Atlantic Council
A A A
MOSKOW - Belgia, salah satu negara NATO, mengancam akan menghapus Moskow dari peta jika Rusia menyerang Brussels. Rusia merespons ancaman itu sebagai retorika yang tidak bertanggung jawab dan manifestasi dari kegilaan militerisme Eropa.

Ancaman Belgia itu dilontarkan Menteri Pertahanan (Menhan) Theo Francken. "Jika (Presiden Rusia Vladimir) Putin meluncurkan rudal ke Brussel, kami akan menghapus Moskow dari peta," katanya kepada harian De Morgen pada hari Senin, menekankan komitmen pertahanan kolektif NATO.

Dia lantas meremehkan keraguan tentang komitmen AS terhadap NATO di bawah Presiden Donald Trump, dengan mengatakan: "Bias terhadap pemerintah Amerika begitu besar di Eropa. Luar biasa...Ia benar-benar mengatakan bahwa Amerika akan terus mendukung sekutu NATO-nya seratus persen. Rudal jelajah di Brussel? Itu sudah jelas, apa pun definisi yang Anda gunakan. Putin juga tidak akan melakukan itu," katanya.

Baca Juga: Trump Merespons Uji Rudal Nuklir Burevestnik Rusia: Putin Harusnya Akhiri Perang, Bukannya Tes Misil

Kendati demikian, dia memperingatkan NATO agar tidak meremehkan kemampuan militer Rusia.

"Rusia telah meningkatkan kemampuan (militer) mereka. Ekonomi perang mereka menghasilkan amunisi empat kali lebih banyak daripada gabungan seluruh NATO. Eropa bahkan tidak memiliki komando pusat," katanya.

Dia juga menyoroti perjuangan Rusia dalam perang di Ukraina. "Karena mereka berperang melawan seluruh Barat! Ukraina berperang dengan senjata, amunisi, dan uang kita. Kalau tidak, mereka pasti sudah kewalahan sejak lama," imbuh dia.

Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Aleksandr Grushko mengatakan kepada harian Rusia, RBC, bahwa pernyataan Francken sejalan dengan atmosfer psikosis militer yang merajalela di Eropa Barat.

Kedutaan Besar Rusia di Belgia mengecam pernyataan Francken. "Yang provokatif dan tidak bertanggung jawab sebagai absurditas belaka dan sama sekali tidak sesuai dengan kenyataan," katanya.

"Perbuatan Francken adalah manifestasi paling mencolok dari kegilaan militerisme yang semakin menggerogoti partai perang Eropa," lanjut kedutaan tersebut, seperti dikutip dari Russia Today, Kamis (30/10/2025).

Kedutaan Rusia menambahkan bahwa pejabat Uni Eropa seperti Francken menimbulkan ancaman bagi masa depan benua Eropa. "Dan mampu menjerumuskannya ke dalam perang baru," imbuhnya.

Moskow telah berulang kali menyatakan bahwa membanjiri Ukraina dengan senjata Barat tidak akan menghentikan pasukannya, tetapi hanya akan menyebabkan eskalasi lebih lanjut.

Dalam ancamannya terhadap Rusia, Francken juga menyinggung kemungkinan adanya tantangan gabungan Rusia-China terhadap Barat.

"China ingin perang di Ukraina berlarut-larut karena melemahkan Barat. China membeli bahan baku Rusia secara massal, memasok senjata, dan sangat senang jika Putin mengerahkan pasukan Korea Utara," ujarnya.

"Saya menganggap serangan besar Rusia terhadap negara-negara Baltik kecil kemungkinannya. Bagaimanapun, mereka adalah negara anggota NATO. Sebentar lagi kita akan memiliki enam ratus F-35 di Eropa: Rusia takut pada mereka karena mereka [Rusia] tidak dapat melihatnya," katanya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Korban Tewas Gempa Dahsyat...
Korban Tewas Gempa Dahsyat M 7,8 di Filipina Bertambah Jadi 53 Orang
Trump Ungkap Heli Tempur...
Trump Ungkap Heli Tempur Apache AS Ditembak Jatuh Iran Pakai Drone
Rekomendasi
Hidayat Batubara Daftar...
Hidayat Batubara Daftar Balon Ketua POBSI Sumut
Kanada vs Bosnia Imbang...
Kanada vs Bosnia Imbang 1-1 di Laga Pembuka Grup B Piala Dunia 2026
Tegang Sejak Pagi! 32...
Tegang Sejak Pagi! 32 Tim Terbaik Liga Bintang Juara Bersaing Menuju Jakarta
Berita Terkini
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Infografis
20 Negara yang Pernah...
20 Negara yang Pernah Dijajah Alexander Agung, dari Pakistan hingga Palestina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved