Perang Saudara Sudan Makin Brutal, RSF Eksekusi Banyak Orang di Lapangan
Selasa, 28 Oktober 2025 - 15:45 WIB
loading...
A
A
A
Meskipun Dewan Keamanan PBB sebelumnya telah mengeluarkan resolusi pada tahun 2024 untuk menyerukan diakhirinya pengepungan di El-Fasher, RSF terus melancarkan serangan di wilayah tersebut.
Setidaknya 2.500 warga sipil mengungsi dari El-Fasher pada hari Minggu saja, menurut para aktivis.
Awal bulan ini, Reuters melaporkan bahwa penduduk di El-Fasher dibuntuti oleh pesawat nirawak dan sekitar 30 orang meninggal setiap hari akibat kekerasan, kelaparan, dan penyebaran penyakit.
"Dengan RSF melancarkan serangan terhadap warga sipil di El-Fasher, mereka dan Angkatan Bersenjata Sudan menghalangi bantuan yang sangat dibutuhkan di banyak wilayah negara ini, komunitas global tidak dapat lepas tangan dari tanggung jawabnya untuk meringankan penderitaan di Sudan," ujar Mohamed Osman, seorang peneliti Sudan di Human Rights Watch, dalam sebuah pernyataan di X pada bulan Agustus.
Situasi kemanusiaan di El-Fasher masih memprihatinkan, terutama karena 260.000 warga sipil—setengahnya anak-anak—masih terjebak dan terputus dari bantuan dan pasokan makanan.
Komunikasi juga masih terputus di seluruh kota, membuat El-Fasher mengalami "kegagalan media", demikian peringatan dari Sindikat Jurnalis Sudan.
Setidaknya 2.500 warga sipil mengungsi dari El-Fasher pada hari Minggu saja, menurut para aktivis.
Awal bulan ini, Reuters melaporkan bahwa penduduk di El-Fasher dibuntuti oleh pesawat nirawak dan sekitar 30 orang meninggal setiap hari akibat kekerasan, kelaparan, dan penyebaran penyakit.
"Dengan RSF melancarkan serangan terhadap warga sipil di El-Fasher, mereka dan Angkatan Bersenjata Sudan menghalangi bantuan yang sangat dibutuhkan di banyak wilayah negara ini, komunitas global tidak dapat lepas tangan dari tanggung jawabnya untuk meringankan penderitaan di Sudan," ujar Mohamed Osman, seorang peneliti Sudan di Human Rights Watch, dalam sebuah pernyataan di X pada bulan Agustus.
Situasi kemanusiaan di El-Fasher masih memprihatinkan, terutama karena 260.000 warga sipil—setengahnya anak-anak—masih terjebak dan terputus dari bantuan dan pasokan makanan.
Komunikasi juga masih terputus di seluruh kota, membuat El-Fasher mengalami "kegagalan media", demikian peringatan dari Sindikat Jurnalis Sudan.
(mas)
Lihat Juga :