Netanyahu Nyaris Pingsan Marahi Menteri Israel yang Menghina Arab Saudi dengan Narasi Unta

Selasa, 28 Oktober 2025 - 14:15 WIB
loading...
A A A
"Bibi [Benjamin Netanyahu] berteriak. Mereka [para ajudan] ingin memanggil dokter karena takut dia akan pingsan. Tidak ada yang mendengar teriakan seperti itu sejak Kantor Perdana Menteri didirikan. Bukan kebetulan Smotrich bergegas meminta maaf. Netanyahu mengandalkan kesepakatan dengan Arab Saudi," lanjut Liberman.

Netanyahu, menurut laporan tersebut, berharap untuk menambahkan Arab Saudi ke dalam Perjanjian Abraham, serangkaian perjanjian normalisasi hubungan Israel dengan negara-negara Arab termasuk Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Maroko, karena kemajuannya terhenti total selama perang brutal di Gaza.

Smotich, seorang pemimpin kunci dalam gerakan pemukim ilegal Israel, sangat menentang pengakuan apa pun terhadap Negara Palestina dan menginginkan pembentukan Israel Raya yang mencakup wilayah Palestina tahun 1948, Gaza, dan Tepi Barat.

Arab Saudi bersikeras hanya akan mengakui Israel jika Negara Palestina merdeka didirikan, sesuatu yang ditolak keras oleh Smotrich.

“Jika Arab Saudi mengatakan kepada kami ‘normalisasi dengan imbalan negara Palestina', teman-teman - tidak, terima kasih. Teruslah menunggang unta di padang pasir di Arab Saudi, dan kami akan terus berkembang dengan ekonomi, masyarakat, dan negara serta hal-hal hebat yang kami ketahui,” ujar Smotrich dalam sebuah konferensi.

Komentar ini memicu kemarahan di kalangan oposisi Israel, yang memandang normalisasi dengan Arab Saudi sebagai kunci integrasi negara tersebut ke dalam kawasan MENA [Timur Tengah dan Afrika Utara]. Sebagian besar negara Arab tidak memiliki hubungan dengan Israel, tetapi akan terbuka untuk melakukannya jika negara Palestina didirikan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Militer Israel Kembangkan...
Militer Israel Kembangkan Senjata Laser Antariksa untuk Serang Satelit
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Iran: Sifat Dasar AS...
Iran: Sifat Dasar AS Adalah Mengingkari Janji!
Ancaman Nyata Zionis...
Ancaman Nyata Zionis Bukan Iran, Industri Militer Israel Berlomba Melawan Drone Hizbullah
Diperiksa 4 Jam, Mantan...
Diperiksa 4 Jam, Mantan Menpora Dito Ariotedjo Dicecar 10 Pertanyaan KPK soal Kunjungan ke Arab Saudi
Hadiri LCAW 2026, Menteri...
Hadiri LCAW 2026, Menteri Jumhur Sampaikan Salam Presiden Prabowo kepada Raja Charles di London
Iran Ingatkan Selat...
Iran Ingatkan Selat Hormuz hanya Dibuka Bebas 60 Hari, selanjutnya...
Rekomendasi
Prabowo Ingatkan Gaji...
Prabowo Ingatkan Gaji Polisi Berasal dari Uang Rakyat: Jangan Justru Menyusahkan
IHSG Dibuka Melemah...
IHSG Dibuka Melemah Tipis ke Level 5.640 Pagi Ini
Volkswagen Group Disinyalir...
Volkswagen Group Disinyalir Akan Menjual Ducati?
Berita Terkini
China akan Bawa AI ke...
China akan Bawa AI ke Setiap Ruang Kelas, dari SD hingga Universitas
Mahkamah Agung Batalkan...
Mahkamah Agung Batalkan Perintah Kewarganegaraan Berdasarkan Kelahiran Trump
Militer Israel Kembangkan...
Militer Israel Kembangkan Senjata Laser Antariksa untuk Serang Satelit
Dewan Perdamaian Ungkap...
Dewan Perdamaian Ungkap Kendaraan Taktis Pertama Tiba di Pangkalan Multinasional Dekat Gaza
Jumlah Korban Tewas...
Jumlah Korban Tewas Akibat Gempa Bumi Venezuela Meningkat Jadi 1.943 Jiwa
Oman Tawarkan Rencana...
Oman Tawarkan Rencana Pasca-Konflik pada AS tentang Biaya Melewati Selat Hormuz
Infografis
Pete Hegseth, Menteri...
Pete Hegseth, Menteri Perang AS yang Dikenal Rasis, Radikal, dan Pemabuk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved