Mantan Penasihat Trump Sebut Negara Kristen Yerusalem Jadi Solusi Akhiri Perang Gaza

Minggu, 26 Oktober 2025 - 01:10 WIB
loading...
Mantan Penasihat Trump...
Mantan penasihat Donald Trump sebut negara Kristen Yerusalem jadi solusi akhiri perang Gaza. Foto/X
A A A
WASHINGTON - "Solusi tiga negara" diperlukan untuk mengakhiri perang di Gaza dan membawa perdamaian ke wilayah tersebut, yang akan mencakup "negara Kristen". Itu diungkapkan Steve Bannon, mantan penasihat Presiden AS Donald Trump dan penyiar podcast.

Dalam podcast 'Ruang Perang'-nya pada hari Jumat, Bannon mengatakan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah gagal mewujudkan visinya tentang "Israel Raya" – sebuah konsep yang didasarkan pada tanah yang disebutkan dalam Alkitab yang membentang dari Sungai Nil hingga Sungai Efrat.

Para kritikus mengaitkan Netanyahu dengan gagasan tersebut, dengan menyebut penolakannya terhadap negara Palestina dan perluasan permukiman yang terus berlanjut di Tepi Barat sebagai bukti nyata dari upaya de facto tersebut.

“Proyek Israel Raya Netanyahu ini meledak di hadapannya… [Proyek itu] menghancurkan Israel. Dan inilah mengapa sekarang kita harus beralih ke solusi tiga negara, dan salah satu negara tersebut haruslah negara Kristen Yerusalem,” kata Bannon, dilansir RT.

“Kita membutuhkan negara Kristen di Tanah Suci. Kita hanya membutuhkannya untuk memastikan 20, 25, 30 tahun dari sekarang semuanya beres.”

Bannon membuat pernyataan serupa awal bulan ini, mengatakan perdamaian di Gaza “tidak dapat berhasil” hanya dengan “Muslim dan Yahudi.” Ia belum memberikan detail tentang bagaimana negara Kristen akan dibentuk atau mengapa hal itu akan menstabilkan kawasan tersebut.

Baca Juga: Pejuang Palestina Minta Tentara Israel Ditarik Penuh dari Gaza dan Tepi Barat

Ia berpendapat bahwa baik Israel – sebuah “protektorat” dan “negara bawahan” AS – maupun Hamas, yang ia sebut “pemain kecil,” tidak akan membentuk masa depan Gaza dalam jangka panjang. Dalam pandangannya, Qatar akan mendanai rekonstruksi Gaza sementara Turki bertindak sebagai “pasukan keamanannya.”

Mantan penasihat tersebut melanjutkan dengan mengatakan bahwa meskipun AS belum secara eksplisit mendukung kenegaraan Palestina dalam rencana perdamaian Trump, kerangka kerja tersebut menyiratkan apa yang disebutnya "negara proto-Palestina", yang menunjukkan bahwa Washington pada akhirnya dapat mengakui kedaulatannya.

Israel dan Hamas menyetujui gencatan senjata sementara pada awal Oktober di bawah rencana perdamaian 20 poin Trump, yang menyerukan penarikan Israel secara bertahap, akses bantuan kemanusiaan, pelucutan senjata Hamas, dan demiliterisasi Gaza di bawah pemerintahan sementara Palestina yang diawasi oleh "Dewan Perdamaian" internasional.

Meskipun saling menuduh adanya pelanggaran, kedua belah pihak menegaskan kembali komitmen mereka terhadap gencatan senjata minggu ini.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dunia Fokus ke Iran,...
Dunia Fokus ke Iran, Israel Justru Percepat Perebutan Lahan di Gaza dan Tepi Barat
Jelang Pemilu, Netanyahu...
Jelang Pemilu, Netanyahu Ngotot Usir Warga Palestina dari Gaza
Dewan Perdamaian Ungkap...
Dewan Perdamaian Ungkap Kendaraan Taktis Pertama Tiba di Pangkalan Multinasional Dekat Gaza
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pasukan Keamanan Gaza...
Pasukan Keamanan Gaza Gagalkan Penyelundupan Narkoba Besar-besaran oleh Geng Antek Israel
Prabowo Terima Telepon...
Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Indonesia Berdiri Bersama Palestina
Pesawat Pembawa Penerjun...
Pesawat Pembawa Penerjun Payung Jatuh di Prancis, 11 Orang Tewas
Iran Ingatkan Selat...
Iran Ingatkan Selat Hormuz hanya Dibuka Bebas 60 Hari, selanjutnya...
Rekomendasi
Kasus Hanania Travel:...
Kasus Hanania Travel: 16 Influencer Diperiksa, Rp110 Juta Uang Saku Disita Polisi
Setan Merah Comeback,...
Setan Merah Comeback, Laga Belgia vs Senegal Berlanjut ke Extra Time
B50 Dimulai 1 Juli,...
B50 Dimulai 1 Juli, Mampukah Jadi Solusi Ketahanan Energi Tanpa Mengorbankan Petani Sawit?
Berita Terkini
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan...
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan Trump Bertambah Rp25 Triliun
Siapa Vadym Yermolaiev?...
Siapa Vadym Yermolaiev? Taipan Ukraina yang Terluka dalam Ledakan di Monako
Italia Blokir Bantuan...
Italia Blokir Bantuan Militer NATO kepada Ukraina Senilai Rp1.436 Triliun, Sinyal Kemenangan bagi Rusia?
Kurangi Ketergantungan...
Kurangi Ketergantungan Eropa dari AS, Mampukah Turki Ingin Memperkuat NATO 3.0?
Israel Sebut Mojtaba...
Israel Sebut Mojtaba Jadi Target Pembunuhan, Iran Marah Besar!
Direktur CIA: Dunia...
Direktur CIA: Dunia Terancam dengan Senjata Nuklir Digital yang Didukung AI
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved