Gelombang Kerusuhan di Benua Afrika Soroti Risiko Baru Bisnis China
Kamis, 23 Oktober 2025 - 09:26 WIB
loading...
A
A
A
Pengetatan Prosedur
Hal serupa terjadi di Mozambik. Sengketa pascapemilu juga memicu aksi protes, penangkapan besar-besaran, serta pembakaran dan penjarahan di kawasan perkotaan, yang berdampak pada berbagai sektor usaha.
Di luar kerusuhan jalanan, isu tata kelola dan lingkungan juga menjadi sorotan. Di Republik Demokratik Kongo, pejabat dan lembaga pemantau melaporkan adanya praktik penambangan ilegal atau tidak berizin yang melibatkan sejumlah operator asing, termasuk yang berafiliasi dengan China.
Tindakan penegakan hukum, mulai dari penangkapan hingga peninjauan ulang izin tambang, mencerminkan upaya lebih luas untuk menertibkan sektor tersebut. Meski data resmi dari otoritas lokal masih bervariasi dan diperdebatkan, arah kebijakan pemerintah menunjukkan pengawasan yang lebih ketat, peningkatan transparansi pendapatan, dan perlindungan lingkungan yang lebih kuat.
Baca Juga: Tentara China Ikut Perang Sokong Rusia Melawan Ukraina, AS Cemas
Sejumlah pemerintah Afrika juga mengambil langkah untuk mencegah aktivitas ilegal di sekitar perusahaan asing. Ghana memperketat prosedur visa bagi warga China dalam upaya menekan praktik tambang emas ilegal berskala kecil (galamsey), dengan alasan pencemaran lingkungan dan dampak sosial.
Di Nigeria, pengadilan menjatuhkan vonis terhadap sejumlah warga asing dalam kasus kejahatan siber, sementara otoritas setempat menutup sementara beberapa perusahaan, termasuk milik Tiongkok, setelah bentrok dengan petugas saat inspeksi. Langkah-langkah ini dilakukan bersamaan dengan kerja sama rutin antara perwakilan diplomatik Tiongkok dan pemerintah tuan rumah terkait kepatuhan dan kelangsungan bisnis.
Lihat Juga :