Gelombang Kerusuhan di Benua Afrika Soroti Risiko Baru Bisnis China

Kamis, 23 Oktober 2025 - 09:26 WIB
loading...
Gelombang Kerusuhan...
Kerusuhan pecah di Madagaskar, bisnis milik warga negara China ikut jadi target. Kondisi yang sama juga terjadi di beberapa negara Afrika lain. Foto/Mothership
A A A
JAKARTA - Gelombang kerusuhan di sejumlah wilayah Afrika menyoroti meningkatnya risiko keamanan, politik, dan hubungan sosial yang dihadapi beberapa perusahaan China yang beroperasi di benua tersebut. Keterlibatan China di luar negeri, yang sering berpusat pada pembiayaan infrastruktur dan perdagangan di bawah Inisiatif Sabuk dan Jalan (BRI), telah memperluas akses pasar serta membangun jaringan jalan, rel, dan proyek energi.

Namun di sisi lain, serangkaian peristiwa seperti penjarahan, pembakaran, dan kejahatan terarah di beberapa negara telah mendorong evaluasi ulang terhadap aspek keamanan, kepatuhan, dan kemitraan lokal.

Mengutip dari Capital News, Kamis (23/10/2025), para analis mencatat bahwa “diplomasi ekonomi” dapat memperburuk ketegangan ketika masyarakat merasa manfaatnya tidak dibagi secara merata, atau ketika guncangan ekonomi dan sengketa politik sudah lebih dulu terjadi.

Baca Juga: AS dan Ukraina Tuding China Beri Citra Satelit untuk Bantu Serangan Rusia

Di Madagaskar, protes akibat pemadaman listrik dan buruknya layanan publik di ibu kota Antananarivo berubah menjadi kerusuhan dan perusakan properti, termasuk terhadap sejumlah tempat usaha milik warga China. Pemerintah memberlakukan jam malam dan melakukan perombakan kabinet di tengah berlanjutnya demonstrasi.

Sementara di Angola, reformasi subsidi dan kenaikan harga bahan bakar bertepatan dengan kerusuhan paling mematikan dalam beberapa tahun terakhir; selain menimbulkan korban jiwa dan penangkapan massal, sejumlah toko, termasuk milik pengusaha China, turut dijarah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
AS Rilis 14 Poin Perjanjian...
AS Rilis 14 Poin Perjanjian yang Disepakati dengan Iran untuk Akhiri Perang
Gempa Dahsyat M7,8 Filipina,...
Gempa Dahsyat M7,8 Filipina, Warga Syok Dasar Laut kini Jadi Daratan
Rekomendasi
Miss Indonesia 2026...
Miss Indonesia 2026 Cari 38 Finalis Terbaik, Audisi Terakhir Digelar di Jakarta
Terungkap 2 Alasan di...
Terungkap 2 Alasan di Balik Pemadaman Bergilir Pulau Jawa, Dirut PLN Minta Maaf
DPRD Kota Bandung Resmi...
DPRD Kota Bandung Resmi Sahkan Perda Pengendalian Perilaku Seksual Berisiko
Berita Terkini
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Infografis
Daftar Juara Liga Champions...
Daftar Juara Liga Champions 1955-2025: PSG Penguasa Baru Benua Biru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved