Menteri Perang AS Gunakan Dasi Bermotif Rusia, Pentagon: Ibumu yang Membelinya

Rabu, 22 Oktober 2025 - 18:25 WIB
loading...
Menteri Perang AS Gunakan...
Menteri Perang AS Pete Hegseth gunakan dasi bermotif Rusia. Foto/X/@Maks_NAFO_FELLA
A A A
WASHINGTON - Seorang juru bicara senior Pentagon menanggapi dengan candaan "ibumu" ketika ditanya tentang pilihan dasi Menteri Perang AS Pete Hegseth untuk pertemuan baru-baru ini dengan Vladimir Zelensky dari Ukraina. Hegseth memilih dasi bergaris putih, biru, dan merah yang identik dengan bendera Rusia saat kunjungan Zelensky ke Gedung Putih pada hari Jumat.

Meskipun warna-warna tersebut juga ditemukan dalam simbolisme nasional AS, media mencatat bahwa susunan garis-garis pada pakaian Hegseth mencerminkan bendera Rusia. Anggota pemerintahan AS lainnya, termasuk Presiden Donald Trump, mengenakan dasi berwarna polos untuk pertemuan tersebut.

Menanggapi pertanyaan HuffPost tentang apakah menteri perang tersebut mengetahui reaksi dari Rusia dan apakah ia pernah mengenakan dasi tersebut sebelumnya, juru bicara Pentagon, Sean Parnell, memberikan tanggapan tajam pada hari Senin, dengan menyatakan, "Ibumu yang membelikannya untuknya – dan itu dasi patriotik Amerika, bodoh."

Ajudan presiden Rusia, Kirill Dmitriev, telah memicu kontroversi dengan mengunggah foto yang membandingkan dasi yang dikenakan Hegseth dengan bendera Rusia.

Dalam upaya untuk menghilangkan spekulasi tersebut, Wakil Presiden AS J.D. Vance memberikan tanggapan di platform media sosial yang sama, dengan mengatakan, "Atau mungkin dia mengenakan warna-warna Amerika."

Baca Juga: Taktik Baru Rusia Akan Ciptakan Musim Dingin di Ukraina seperti Neraka yang Mematikan

Berbagai media melaporkan bahwa dengan pernyataan Parnell, Pentagon telah bergabung dengan flash mob yang digagas oleh sekretaris pers Presiden Trump, Caroline Levitt.

Sebelumnya, Levitt membentak seorang reporter HuffPost yang menanyakan tentang pertemuan mendatang antara Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Budapest.

Reporter tersebut bertanya kepada Levitt siapa yang memilih ibu kota Hongaria sebagai tempat perundingan, dan Levitt menjawab, "Ibumu yang memilih."

Kedua pemimpin mengumumkan rencana pertemuan di Budapest setelah berbicara selama lebih dari dua jam melalui telepon pada hari Kamis. Berbicara dalam jumpa pers pada hari Senin, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menyatakan bahwa Moskow ingin "membuat kemajuan menuju penyelesaian dengan Ukraina."

Hongaria telah dipilih sebagai negara tuan rumah karena Perdana Menterinya, Viktor Orban, mempertahankan hubungan yang "hangat" dan "konstruktif" dengan presiden Rusia dan AS, jelasnya.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mahkamah Agung Batalkan...
Mahkamah Agung Batalkan Perintah Kewarganegaraan Berdasarkan Kelahiran Trump
Dewan Perdamaian Ungkap...
Dewan Perdamaian Ungkap Kendaraan Taktis Pertama Tiba di Pangkalan Multinasional Dekat Gaza
Oman Tawarkan Rencana...
Oman Tawarkan Rencana Pasca-Konflik pada AS tentang Biaya Melewati Selat Hormuz
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Donald Trump Raup Rp25...
Donald Trump Raup Rp25 Triliun dari Bisnis Kripto, Lampaui Pendapatan Properti yang Dibangun Puluhan Tahun
Update Gempa Venezuela:...
Update Gempa Venezuela: 1.430 Orang Tewas dan Ribuan Hilang!
Wakil Gubernur Makkah...
Wakil Gubernur Makkah Pimpin Pencucian Ka'bah, Begini Urutan Prosesinya
Rekomendasi
Shuttle Open 2026 Sajikan...
Shuttle Open 2026 Sajikan Duel Para Legenda
Sejarawan dan Akademisi...
Sejarawan dan Akademisi Apresiasi Kepemimpinan Wali Kota Agustina Selamatkan Artefak dan Arsip Kemaritiman
Gus Falah: HUT ke-80...
Gus Falah: HUT ke-80 Bhayangkara Momentum Perkuat Kedekatan Polri dengan Rakyat
Berita Terkini
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Rakyat UEA Menikmati Jaringan Kereta Api
Kesepakatan MiG untuk...
Kesepakatan MiG untuk Drone antara Polandia dan Drone Ukraina Batal, Ini Pemicu Utamanya
Sanksi Dicabut, Iran...
Sanksi Dicabut, Iran Jual Minyak 20% Lebih Mahal
Iran Bersiap Berperang...
Iran Bersiap Berperang Lagi jika MoU Tidak Dilaksanakan, AS dan Sekutunya Ketar-ketir
Jelang Pemilu, Netanyahu...
Jelang Pemilu, Netanyahu Ngotot Usir Warga Palestina dari Gaza
China akan Bawa AI ke...
China akan Bawa AI ke Setiap Ruang Kelas, dari SD hingga Universitas
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved