Wapres AS Vance Akui Tidak Tahu Siapa yang akan Kelola Gaza di Masa Depan

Rabu, 22 Oktober 2025 - 06:32 WIB
loading...
Wapres AS Vance Akui...
Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) J.D. Vance. Foto/Global Look Press/Keystone Press Agency
A A A
TEL AVIV - Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) J.D. Vance mengatakan ia tidak tahu siapa yang pada akhirnya akan memerintah Gaza. Dia mengakui ketidakpastian atas masa depan politik wilayah kantong itu di tengah gencatan senjata yang rapuh antara Israel dan Hamas.

Vance menyampaikan pernyataan tersebut pada hari Selasa (21/10/2025) saat mengunjungi pusat koordinasi yang baru didirikan di Israel.

Ia didampingi Utusan Presiden Donald Trump, Steve Witkoff, dan menantu presiden, Jared Kushner.

Vance menyebut kemajuan gencatan senjata "lebih baik" daripada yang diantisipasi dan mengatakan ia tetap optimistis tentang prospek kesepakatan yang langgeng untuk mengakhiri perang dua tahun tersebut.

Ketika ditanya wartawan siapa yang akan memerintah Gaza, Vance menjawab, "Saya tidak tahu jawaban atas pertanyaan itu."

"Kita perlu membangun kembali Gaza dan memastikan baik warga Palestina yang tinggal di sana maupun warga Israel dapat memiliki keamanan dan stabilitas... Setelah itu, kita akan memikirkan tata kelola jangka panjang Gaza," papar dia.

Israel dan Hamas menyepakati gencatan senjata pada awal Oktober berdasarkan rencana perdamaian 20 poin Trump.

Namun, pada hari Minggu, kekerasan kembali berkobar setelah serangan Palestina yang menewaskan dua tentara Israel memicu serangan udara Israel yang menewaskan 28 orang di Gaza.

Setelah itu, Israel dan Hamas menegaskan kembali komitmen mereka terhadap gencatan senjata.

Vance menepis anggapan kunjungannya diatur secara tergesa-gesa untuk mempertahankan gencatan senjata, dengan mengatakan ia merasa "yakin bahwa kita akan berada di tempat di mana perdamaian ini akan bertahan lama," tetapi memperingatkan jika Hamas gagal bekerja sama, Hamas akan "dilenyapkan."

Trump telah mengancam akan mengirim "pasukan besar" ke Gaza jika kelompok pejuang tersebut "terus bertindak buruk," dan bersumpah Hamas akan "dibasmi" jika melanggar ketentuan kesepakatan.

Berdasarkan rencana tersebut, kelompok tersebut akan melucuti senjata dan menyerahkan kendali atas wilayah kantong tersebut.

Namun, Hamas bertindak sebagai pasukan keamanan di sana "untuk jangka waktu tertentu," menurut Trump.

Setelah Hamas memenangkan pemilu di Gaza pada tahun 2006, Hamas terlibat dalam bentrokan dengan Otoritas Palestina (PA), yang memerintah sebagian wilayah Tepi Barat yang diduduki.

Meskipun PA menganggap Hamas tidak sah, jajak pendapat pada saat itu menunjukkan bahwa kelompok tersebut memperoleh dukungan mayoritas. Tidak ada pemilu yang diselenggarakan di wilayah Palestina sejak saat itu.

Baca juga: Wilayah Timur Gaza Dikosongkan saat Militer Israel Terapkan Garis Kuning
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pasukan Keamanan Gaza...
Pasukan Keamanan Gaza Gagalkan Penyelundupan Narkoba Besar-besaran oleh Geng Antek Israel
Menteri Israel Usulkan...
Menteri Israel Usulkan Rencana Relokasi Gaza yang Libatkan Mossad
Aroma Match Fixing Rugikan...
Aroma Match Fixing Rugikan Timnas Iran di Piala Dunia 2026, Kenapa FIFA Tolak Investigasi?
Laporan Media: Iran...
Laporan Media: Iran - AS Sepakat Hentikan Serangan, Gelar Pertemuan Darurat di Qatar
Janggal, Jubir Angkatan...
Janggal, Jubir Angkatan Laut Garda Revolusi Iran Tewas akibat Kecelakaan
Rekomendasi
Jokowi Hadiri HUT Ke-80...
Jokowi Hadiri HUT Ke-80 Bhayangkara di Cikeas
Indonesia Tuan Rumah...
Indonesia Tuan Rumah Pertemuan CPOPC, Perkuat Kolaborasi Hadapi Tantangan Global
Apartemen Disita Jelang...
Apartemen Disita Jelang Sidang Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Buka Suara
Berita Terkini
2 Negara Muslim Ini...
2 Negara Muslim Ini Saling Serang, Ini 7 Alasan Konflik Itu Tak Mudah Diselesaikan
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Infografis
Siapa Saja Pemimpin...
Siapa Saja Pemimpin Negara yang Pernah Ditangkap AS?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved