China Tuduh AS Lakukan Serangan Siber Besar-besaran

Senin, 20 Oktober 2025 - 13:23 WIB
loading...
China Tuduh AS Lakukan...
Beijing tuduh Amerika Serikat melakukan serangan siber besar-besaran terhadap China. Foto/VCG via Global Times
A A A
BEIJING - China menuduh Badan Keamanan Nasional (NSA) Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan siber besar-besaran selama beberapa tahun terhadap badan China yang bertanggung jawab atas pencatatan waktu nasional.

Dalam sebuah pernyataan yang diunggah di akun media sosial resminya pada hari Minggu, Kementerian Keamanan Negara (MSS) mengatakan telah memperoleh bukti tak terbantahkan bahwa NSA menyusup ke Pusat Layanan Waktu Nasional.

Operasi rahasia tersebut diduga dimulai pada Maret 2022, dengan tujuan mencuri rahasia negara dan melakukan sabotase siber.

Pusat tersebut berfungsi sebagai otoritas waktu resmi China, yang menerbitkan dan menyiarkan "Waktu Beijing" ke sektor-sektor utama termasuk keuangan, energi, transportasi, dan pertahanan.

Baca Juga: AS dan Ukraina Tuduh China Beri Citra Satelit untuk Bantu Serangan Rusia

Menurut MSS, gangguan pada infrastruktur penting ini dapat menyebabkan ketidakstabilan yang meluas di pasar keuangan, logistik, dan pasokan listrik.

MSS mengatakan NSA pertama kali mengeksploitasi kerentanan pada ponsel buatan luar negeri milik beberapa staf di pusat tersebut, dan mendapatkan akses ke data sensitif.

Pada April 2023, NSA diduga mulai menggunakan kata sandi curian untuk membobol sistem komputer fasilitas tersebut, sebuah operasi yang mencapai puncaknya antara Agustus tahun itu dan Juni 2024.

MSS mengeklaim bahwa para penyusup menggunakan 42 alat siber yang berbeda dalam operasi rahasia mereka, dan menggunakan server pribadi virtual yang berbasis di AS, Eropa, dan Asia untuk menutupi asal mereka.

"AS secara agresif mengejar hegemoni siber dan berulang kali menginjak-injak norma-norma internasional yang mengatur dunia siber," kata MSS.

"Badan mata-mata Amerika telah bertindak gegabah, terus-menerus melancarkan serangan siber yang menyasar China, Asia Tenggara, Eropa, dan Amerika Selatan," imbuh dia, seperti dikutip dari Russia Today, Senin (20/10/2025).

Dalam beberapa tahun terakhir, Beijing dan Washington telah berulang kali saling tuding atas pelanggaran dan operasi peretasan rahasia. Saling tuduh muncul sebagai bagian dari pola konfrontasi yang lebih luas antara kedua kekuatan tersebut, yang juga telah terkunci dalam perang dagang.

Pada awal Januari, Washington Post mengeklaim bahwa peretas China telah menyasar Kantor Pengawasan Aset Luar Negeri (OFAC) Departemen Keuangan AS bulan sebelumnya. Menanggapi tuduhan tersebut pada saat itu, Mao Ning, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, menepisnya sebagai "tidak berdasar."
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
Dominasi Pizza Hut Memudar...
Dominasi Pizza Hut Memudar hingga Dilego Pemilik Rp47,8 Triliun
Rekomendasi
UU Polri Baru Akomodasi...
UU Polri Baru Akomodasi Penyetaraan Hak dan Humanis Tangani Unjuk Rasa
Nyaris Telanjang, Ivana...
Nyaris Telanjang, Ivana Knoll Bikin Gempar Piala Dunia 2026
MSIN Paparkan Strategi...
MSIN Paparkan Strategi Streaming Global di APOS 2026, V+Short Tembus 5 Juta Unduhan
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved