Terancam Perang Nuklir, Korea Selatan Bangun Tempat Perlindungan Bom di Bawah Gym

Selasa, 14 Oktober 2025 - 19:15 WIB
loading...
Terancam Perang Nuklir,...
Pusat kebugaran di Korea Selatan. Foto/lotte hotels and resort
A A A
SEOUL - Pihak berwenang Korea Selatan (Korsel) berencana membangun bunker nuklir sipil pertama di negara itu di bawah pusat kebugaran umum. Kabar itu diungkap The Korea Herald pada hari Senin (13/10/2025).

Fasilitas tersebut kabarnya akan berlokasi di bawah satu kompleks apartemen besar di ibu kota Seoul.

Para pejabat kota mengklaim meningkatnya ancaman agresi militer Korea Utara (Korut) telah mendorong proyek tersebut, menurut outlet berita tersebut.

Konflik Ukraina yang sedang berlangsung juga dilaporkan sebagai faktor yang berkontribusi terhadap kekhawatiran tentang skenario di masa mendatang.

Tempat perlindungan bom, yang diperkirakan akan seluas lebih dari 2.100 meter persegi dan menampung hingga 1.020 orang, akan dibangun di lantai dasar ketiga kompleks perumahan baru yang dijadwalkan selesai pada tahun 2028, yang kabarnya akan mencakup 16 gedung tinggi dan lebih dari 1.200 unit hunian.

Lokasi tersebut akan dibangun di bekas lokasi Pusat Penahanan Seongdong di Garak-dong, lapor outlet berita tersebut.

Bunker tersebut kabarnya akan dilengkapi ventilasi udara, penyimpanan air bersih, dan sistem pembuangan limbah yang dirancang untuk mendukung kehidupan selama dua pekan jika terjadi serangan nuklir, kimia, atau biologi.

Ketika tidak diperlukan untuk keadaan darurat, bungker ini akan berfungsi sebagai pusat kebugaran umum.

"Karena ancaman modern berbeda dari masa lalu, kami meluncurkan proyek ini untuk memperluas peran tempat perlindungan pertahanan sipil," ujar seorang pejabat kota yang tidak disebutkan namanya kepada The Korea Herald.

Dia menjelaskan, "Kami berharap ini akan menandai langkah baru menuju perlindungan warga yang lebih baik dan peningkatan sistem keamanan Seoul."

Pengumuman ini muncul di tengah ketegangan antara kedua Korea yang tetap tinggi menyusul penurunan tajam hubungan di bawah pemerintahan sebelumnya di Seoul.

Meskipun ada tanda-tanda mencairnya hubungan baru-baru ini, termasuk pembungkaman pengeras suara perbatasan, Korea Selatan terus mempertahankan sikap defensif yang kuat terhadap Korea Utara.

Tahun lalu, Korea Selatan menanggapi peluncuran balon berisi sampah oleh Korea Utara dengan meningkatkan kesiapan militernya.

Tindakan ini dilakukan di tengah meningkatnya rasa frustrasi di Pyongyang atas selebaran anti-rezim yang dikirim oleh para pembelot.

Pada saat yang sama, Seoul mengintensifkan latihan militer gabungan dengan AS, yang dikecam Korea Utara sebagai latihan untuk invasi. Sebagai tanggapan, Pyongyang melakukan beberapa uji coba rudal.

Baca juga: Teks Lengkap Pernyataan Bersama Mesir-Qatar-Turki-AS tentang Perdamaian Gaza
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
Putin Terus Tebar Ancaman,...
Putin Terus Tebar Ancaman, 4 Negara ini Memiliki Bunker Nuklir Teraman di Eropa
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Korea Utara Marah AS...
Korea Utara Marah AS Jual Rudal Canggih ke Korea Selatan, Menyebutnya Ekspor Perang
9 Negara yang Memiliki...
9 Negara yang Memiliki Anggaran Terbesar Mengembangkan Bom Nuklir
Bandung Disulap Jadi...
Bandung Disulap Jadi Korea Mini, Ribuan Pengunjung Serbu Festival K-Food Halal dan K-Culture
Kemlu Pastikan 3 WNI...
Kemlu Pastikan 3 WNI di Venezuela Aman Pascagempa Dahsyat M7,1
Status Triliuner Elon...
Status Triliuner Elon Musk Hilang usai Saham SpaceX dan Tesla Anjlok
Rekomendasi
Jokowi Bakal Hadir di...
Jokowi Bakal Hadir di Sidang Roy Suryo-Dokter Tifa, Kuasa Hukum: Kalau 100% Terlalu Dini
Ekuador vs Jerman: Der...
Ekuador vs Jerman: Der Panzer Kejar Angka 12
Gelar Santunan Yatim...
Gelar Santunan Yatim dan Dhuafa, PT Pegadaian CPS Pondok Aren Perkokoh Komitmen ESG
Berita Terkini
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
Infografis
Kapal Selam Nuklir AS...
Kapal Selam Nuklir AS Muncul di Korea Selatan, Korea Utara Marah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved