Mantan DJ Ini Jadi Presiden Madagaskar, tapi Didemo Gen Z dan Melarikan Diri ke Prancis

Selasa, 14 Oktober 2025 - 12:09 WIB
loading...
A A A
Ia menang dengan perolehan suara yang meyakinkan, yaitu 63%. Sebagai wali kota, ia berselisih dengan Presiden Marc Ravalomanana saat itu, terutama setelah pemerintah menutup stasiun TV-nya karena menyiarkan wawancara dengan mantan presiden Didier Ratsiraka.

Pada awal 2009, Rajoelina muncul sebagai tokoh oposisi terkemuka, menggalang para demonstran menentang apa yang ia sebut sebagai kediktatoran Ravalomanana dan penyalahgunaan dana publik.

Didukung oleh sebagian militer, ia merebut kekuasaan melalui kudeta, menjadi kepala Otoritas Transisi Tinggi. Presiden saat itu, Ravalomanana, mengundurkan diri dan menyerahkan kekuasaan kepada militer.

Namun, dalam beberapa jam, para pemimpin militer menyerahkan kekuasaan kepada Rajoelina, yang kemudian dilantik sebagai kepala Otoritas Transisi Tinggi yang baru dibentuk.

Di usianya yang baru 34 tahun, ia adalah salah satu pemimpin termuda di dunia.

Rajoelina memerintah hingga 2014, ketika konstitusi baru melarangnya mencalonkan diri dalam pemilihan umum tahun itu.

Dalam pemilihan presiden 2018, ia bangkit kembali, mengalahkan para pesaingnya dalam pemungutan suara dua putaran dan menjabat pada Januari 2019. Ia terpilih kembali pada 2023 dengan hampir 59% suara.

Pada 2025, ia menjabat sebagai Ketua Komunitas Pembangunan Afrika Selatan (SADC), sebuah peran yang mengangkat namanya di seluruh benua.

Pada tahun yang sama, ia dinobatkan sebagai Pemimpin Politik Afrika Tahun Ini oleh Majalah Kepemimpinan Afrika.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Australia Sita 100.000...
Australia Sita 100.000 Kecoak Selundupan, Harganya Rp2,5 Miliar
7 Alasan Penjagaan Putin...
7 Alasan Penjagaan Putin Diperketat, dari Konflik Elite Moskow hingga Kudeta MIliter
Intel Rusia Tuduh Prancis...
Intel Rusia Tuduh Prancis Rencanakan Kudeta di Negara-negara Bekas Jajahannya di Afrika
Ingin Jadi Presiden...
Ingin Jadi Presiden Abadi, Xi Jinping Singkirkan Semua Jenderal yang Menghalangi
Mantan PM Ini Ungkap...
Mantan PM Ini Ungkap Demo Gen Z di Nepal sebagai Konspirasi yang Direncanakan
Ada yang Sukses, Banyak...
Ada yang Sukses, Banyak juga yang Gagal! Protes Gen Z Menyebar ke 22 Negara pada 2025
Ratusan Peserta Padati...
Ratusan Peserta Padati Nobar Pesta Babi di Sekretariat PMKRI Jakarta Pusat
1 Anggota Pasukan Perdamaian...
1 Anggota Pasukan Perdamaian PBB Tewas, 2 Terluka Akibat Serangan Artileri di Lebanon
Sultan Brunei Rombak...
Sultan Brunei Rombak Kabinet, Angkat Putranya Pangeran Abdul Mateen Jadi Menlu
Rekomendasi
Tak Hanya Cantik, Audisi...
Tak Hanya Cantik, Audisi Miss Indonesia 2026 Mencari Talenta Terbaik Mulai dari Manner Impressive hingga Smart Social
Mengapa Muharram Menjadi...
Mengapa Muharram Menjadi Awal Tahun Baru Hijriah?
BUMN Mulai Pangkas Anak...
BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
Berita Terkini
AS Pertimbangkan Gunakan...
AS Pertimbangkan Gunakan Aset Iran untuk Biaya Rekonstruksi Negara-negara Teluk
Israel Bunuh 3 Tentara...
Israel Bunuh 3 Tentara Lebanon, Presiden Aoun Murka
AS Curigai Zionis, Pentagon...
AS Curigai Zionis, Pentagon Naikkan Tingkat Ancaman Spionase Israel Jadi Kritis
Paus Leo Tegaskan Kriteria...
Paus Leo Tegaskan Kriteria untuk Perang yang Adil Tidak Ada dalam Serangan AS-Israel di Iran
Iran Peringatkan Serangan...
Iran Peringatkan Serangan AS Berisiko Seret Timur Tengah Kembali ke Konflik
Selain Azerbaijan, Israel...
Selain Azerbaijan, Israel Kirim Pasukan ke UEA, Irak dan Somaliland selama Perang Iran
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved