Di Depan Para Pemimpin Dunia, Trump: Gaza Adalah Pusat Pembangunan dan Investasi
Selasa, 14 Oktober 2025 - 06:15 WIB
loading...
A
A
A
Israel bersikeras tidak akan mengizinkan pembentukan negara Palestina, dan AS, yang terus membantu Israel dengan transfer senjata besar-besaran dan dukungan diplomatik selama konflik meskipun kemarahan atas penghancuran Gaza semakin meningkat, hanya memberikan komentar samar tentang visinya tentang masa depan Jalur Gaza.
Kemungkinan keterlibatan tokoh-tokoh yang sangat pro-Israel, termasuk mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair dan menantu Trump, Jared Kushner, dalam pemerintahan pascaperang Gaza juga menimbulkan kekhawatiran.
“Kita melihat para pemimpin global ini berkumpul bersama, memastikan bahwa mereka semua selaras, bahwa mereka ingin mengakhiri konflik ini,” ujar Zeidon Alkinani, dosen di Universitas Georgetown di Qatar, kepada Al Jazeera.
“Tetapi seberapa berkelanjutankah masa depan jangka panjang setelah perjanjian damai ini? Apakah kita mengakhiri semua masalah yang akhirnya terakumulasi hingga mengarah pada peristiwa 7 Oktober dan semua yang terjadi [setelahnya]? Saya pikir itulah pertanyaan yang perlu kita tinjau.”
Rencana Trump untuk Gaza mengharuskan sekelompok pakar kebijakan Palestina untuk memimpin Gaza, tetapi otoritas lokal akan diawasi oleh apa yang disebut "Dewan Perdamaian" yang dipimpin oleh Trump dan Blair.
"Legitimasi komite politik yang akan memerintah Gaza di masa depan," kata Alkinani. "Siapa yang akan membuat keputusan? Siapa yang akan mencalonkan orang-orang ini?"
Kemungkinan keterlibatan tokoh-tokoh yang sangat pro-Israel, termasuk mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair dan menantu Trump, Jared Kushner, dalam pemerintahan pascaperang Gaza juga menimbulkan kekhawatiran.
“Kita melihat para pemimpin global ini berkumpul bersama, memastikan bahwa mereka semua selaras, bahwa mereka ingin mengakhiri konflik ini,” ujar Zeidon Alkinani, dosen di Universitas Georgetown di Qatar, kepada Al Jazeera.
“Tetapi seberapa berkelanjutankah masa depan jangka panjang setelah perjanjian damai ini? Apakah kita mengakhiri semua masalah yang akhirnya terakumulasi hingga mengarah pada peristiwa 7 Oktober dan semua yang terjadi [setelahnya]? Saya pikir itulah pertanyaan yang perlu kita tinjau.”
Rencana Trump untuk Gaza mengharuskan sekelompok pakar kebijakan Palestina untuk memimpin Gaza, tetapi otoritas lokal akan diawasi oleh apa yang disebut "Dewan Perdamaian" yang dipimpin oleh Trump dan Blair.
"Legitimasi komite politik yang akan memerintah Gaza di masa depan," kata Alkinani. "Siapa yang akan membuat keputusan? Siapa yang akan mencalonkan orang-orang ini?"
(ahm)
Lihat Juga :