Di Depan Para Pemimpin Dunia, Trump: Gaza Adalah Pusat Pembangunan dan Investasi
Selasa, 14 Oktober 2025 - 06:15 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Tidak Manusiawi! 154 Tahanan Palestina yang Dibebaskan Dideportasi ke Negara Ketiga
"Kami melewati seluruh lingkungan yang telah rata dengan tanah," kata Mahmoud. "Tidak ada yang tersisa. Tidak ada yang bisa dikenali dari banyak lingkungan yang kita kenal."
Terlepas dari dampak kampanye militer Israel, yang membuat sebagian besar Jalur Gaza tidak layak huni dan telah digambarkan sebagai genosida oleh semakin banyak cendekiawan dan kelompok hak asasi manusia, presiden AS telah membingkai diskusi tentang masa depan Gaza di sekitar tuntutan keamanan Israel.
"Rekonstruksi Gaza juga mengharuskannya didemiliterisasi," kata Trump dalam sambutannya.
Para pemimpin dari kawasan tersebut seperti Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi memuji Trump di KTT tersebut, tetapi memperingatkan bahwa hanya pembentukan negara Palestina yang dapat memberikan akhir yang langgeng bagi konflik tersebut.
"Mesir menegaskan kembali bersama negara-negara Arab dan Muslim yang bersaudara bahwa perdamaian tetap menjadi pilihan strategis kita, dan bahwa pengalaman telah menunjukkan selama beberapa dekade terakhir bahwa pilihan ini hanya dapat dibangun di atas keadilan dan kesetaraan hak," katanya.
Namun kemajuan menuju tujuan itu masih jauh.
"Kami melewati seluruh lingkungan yang telah rata dengan tanah," kata Mahmoud. "Tidak ada yang tersisa. Tidak ada yang bisa dikenali dari banyak lingkungan yang kita kenal."
Terlepas dari dampak kampanye militer Israel, yang membuat sebagian besar Jalur Gaza tidak layak huni dan telah digambarkan sebagai genosida oleh semakin banyak cendekiawan dan kelompok hak asasi manusia, presiden AS telah membingkai diskusi tentang masa depan Gaza di sekitar tuntutan keamanan Israel.
"Rekonstruksi Gaza juga mengharuskannya didemiliterisasi," kata Trump dalam sambutannya.
Para pemimpin dari kawasan tersebut seperti Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi memuji Trump di KTT tersebut, tetapi memperingatkan bahwa hanya pembentukan negara Palestina yang dapat memberikan akhir yang langgeng bagi konflik tersebut.
"Mesir menegaskan kembali bersama negara-negara Arab dan Muslim yang bersaudara bahwa perdamaian tetap menjadi pilihan strategis kita, dan bahwa pengalaman telah menunjukkan selama beberapa dekade terakhir bahwa pilihan ini hanya dapat dibangun di atas keadilan dan kesetaraan hak," katanya.
Namun kemajuan menuju tujuan itu masih jauh.
Lihat Juga :