Profil Putri Bajrakitiyabha, Calon Pewaris Takhta Raja Thailand tapi Terjebak Koma 3 Tahun
Jum'at, 10 Oktober 2025 - 15:08 WIB
loading...
A
A
A
Selama bertugas, dia memimpin inisiatif yang kemudian dikenal sebagai “Bangkok Rules”, yaitu aturan PBB mengenai perlakuan terhadap narapidana perempuan, hasil gagasannya sendiri. Peraturan ini menjadi tonggak besar dalam dunia hukum internasional, menjadikan namanya dihormati di kalangan diplomat dunia.
Tak sedikit analis di Bangkok yang menilai Putri Bha sebagai gambaran ideal pemimpin masa depan Kerajaan Thailand—sosok yang berwibawa, terdidik, dan bersih dari skandal.
Kisah tragis dialami Putri Bha pada 14 Desember 2022. Kala itu, dia tengah memimpin sesi latihan anjing-anjing penjaga kerajaan di Nakhon Ratchasima, kawasan timur laut Thailand. Tanpa tanda-tanda sakit sebelumnya, dia tiba-tiba pingsan di tengah lapangan latihan.
Tim medis istana segera mengevakuasinya ke rumah sakit setempat sebelum diterbangkan dengan helikopter ke King Chulalongkorn Memorial Hospital, Bangkok.
Beberapa hari kemudian, Biro Rumah Tangga Kerajaan mengumumkan penyebabnya: aritmia jantung parah akibat peradangan otot jantung (myocarditis) yang dipicu oleh infeksi bakteri Mycoplasma.
Kondisinya kemudian memburuk. Dia harus menggunakan alat bantu pernapasan, mesin dialisis, dan obat untuk menjaga fungsi organ vital. Sejak itu, Putri Bha tidak pernah sadar kembali.
Dalam budaya Thailand, monarki adalah simbol kesakralan. Informasi tentang kesehatan anggota keluarga kerajaan sangat dibatasi. Sejak 2023 hingga kini, istana hanya mengeluarkan pernyataan singkat setiap beberapa bulan, menegaskan bahwa sang putri masih dalam perawatan intensif dengan dukungan obat-obatan.
Sebelum jatuh koma, Putri Bha sering disebut sebagai kandidat terkuat pewaris takhta Dinasti Chakri (Kerajaan Thailand).
Dia tercatat sebagai anak pertama Raja Vajiralongkorn dari pernikahan sah, sekaligus cucu kesayangan mendiang Raja Bhumibol Adulyadej (Rama IX) yang legendaris.
Tak sedikit analis di Bangkok yang menilai Putri Bha sebagai gambaran ideal pemimpin masa depan Kerajaan Thailand—sosok yang berwibawa, terdidik, dan bersih dari skandal.
Detik-detik Putri Bha Pingsan dan Koma
Kisah tragis dialami Putri Bha pada 14 Desember 2022. Kala itu, dia tengah memimpin sesi latihan anjing-anjing penjaga kerajaan di Nakhon Ratchasima, kawasan timur laut Thailand. Tanpa tanda-tanda sakit sebelumnya, dia tiba-tiba pingsan di tengah lapangan latihan.
Tim medis istana segera mengevakuasinya ke rumah sakit setempat sebelum diterbangkan dengan helikopter ke King Chulalongkorn Memorial Hospital, Bangkok.
Beberapa hari kemudian, Biro Rumah Tangga Kerajaan mengumumkan penyebabnya: aritmia jantung parah akibat peradangan otot jantung (myocarditis) yang dipicu oleh infeksi bakteri Mycoplasma.
Kondisinya kemudian memburuk. Dia harus menggunakan alat bantu pernapasan, mesin dialisis, dan obat untuk menjaga fungsi organ vital. Sejak itu, Putri Bha tidak pernah sadar kembali.
Dalam budaya Thailand, monarki adalah simbol kesakralan. Informasi tentang kesehatan anggota keluarga kerajaan sangat dibatasi. Sejak 2023 hingga kini, istana hanya mengeluarkan pernyataan singkat setiap beberapa bulan, menegaskan bahwa sang putri masih dalam perawatan intensif dengan dukungan obat-obatan.
Calon Pewaris Takhta yang Terhenti
Sebelum jatuh koma, Putri Bha sering disebut sebagai kandidat terkuat pewaris takhta Dinasti Chakri (Kerajaan Thailand).
Dia tercatat sebagai anak pertama Raja Vajiralongkorn dari pernikahan sah, sekaligus cucu kesayangan mendiang Raja Bhumibol Adulyadej (Rama IX) yang legendaris.
Lihat Juga :