Profil Putri Bajrakitiyabha, Calon Pewaris Takhta Raja Thailand tapi Terjebak Koma 3 Tahun
Jum'at, 10 Oktober 2025 - 15:08 WIB
loading...
A
A
A
Monarki Thailand memiliki Undang-Undang Suksesi 1924 yang dibuat Raja Vajiravudh (Rama VI). Inti dari aturan ini adalah pewaris takhta harus laki-laki dari istri sah raja.
Namun, undang-undang tersebut diamandemen pada 2017. Pada tahun tersebut, setelah wafatnya Raja Bhumibol (Rama IX), Thailand mengesahkan Konstitusi baru yang memberikan kewenangan lebih besar kepada Raja Vajiralongkorn (Rama X), termasuk dalam hal suksesi.
Dalam Pasal 21 Konstitusi Thailand 2017 disebutkan: “Dalam hal tidak ada pewaris yang ditunjuk sesuai dengan Undang-Undang Suksesi 1924, Raja memiliki hak untuk menunjuk seorang penerus takhta dan keputusan itu harus disetujui oleh Dewan Penasehat Kerajaan."
Artinya, raja kini boleh menunjuk siapa pun, tanpa harus terikat mutlak pada urutan laki-laki yang ditentukan undang-undang lama.
Banyak yang menganggap Putri Bha sempat dipertimbangkan serius untuk menjadi pemimpin monarki Thailand berikutnya—terutama karena adik tirinya, Pangeran Dipangkorn Rasmijoti, memiliki kondisi autisme dan sulit tampil di depan publik.
Namun koma panjangnya membuat anggapan itu sirna. Kini, takhta masa depan Thailand kembali menjadi misteri.
Hampir setiap tahun, rakyat Thailand masih menyalakan lilin di depan King Chulalongkorn Memorial Hospital untuk mendoakan sang putri. Poster bertuliskan “We Pray for Princess Bha” sering terlihat di Bangkok setiap Desember, bertepatan dengan hari ulang tahunnya.
Di ruang perawatan istana yang dijaga ketat, Putri Bajrakitiyabha tetap terbaring. Mesin-mesin medis terus berdengung, menopang kehidupan seorang putri yang pernah begitu berpotensi menjadi pemimpin monarki.
Namun, undang-undang tersebut diamandemen pada 2017. Pada tahun tersebut, setelah wafatnya Raja Bhumibol (Rama IX), Thailand mengesahkan Konstitusi baru yang memberikan kewenangan lebih besar kepada Raja Vajiralongkorn (Rama X), termasuk dalam hal suksesi.
Dalam Pasal 21 Konstitusi Thailand 2017 disebutkan: “Dalam hal tidak ada pewaris yang ditunjuk sesuai dengan Undang-Undang Suksesi 1924, Raja memiliki hak untuk menunjuk seorang penerus takhta dan keputusan itu harus disetujui oleh Dewan Penasehat Kerajaan."
Artinya, raja kini boleh menunjuk siapa pun, tanpa harus terikat mutlak pada urutan laki-laki yang ditentukan undang-undang lama.
Banyak yang menganggap Putri Bha sempat dipertimbangkan serius untuk menjadi pemimpin monarki Thailand berikutnya—terutama karena adik tirinya, Pangeran Dipangkorn Rasmijoti, memiliki kondisi autisme dan sulit tampil di depan publik.
Namun koma panjangnya membuat anggapan itu sirna. Kini, takhta masa depan Thailand kembali menjadi misteri.
Hampir setiap tahun, rakyat Thailand masih menyalakan lilin di depan King Chulalongkorn Memorial Hospital untuk mendoakan sang putri. Poster bertuliskan “We Pray for Princess Bha” sering terlihat di Bangkok setiap Desember, bertepatan dengan hari ulang tahunnya.
Di ruang perawatan istana yang dijaga ketat, Putri Bajrakitiyabha tetap terbaring. Mesin-mesin medis terus berdengung, menopang kehidupan seorang putri yang pernah begitu berpotensi menjadi pemimpin monarki.
(mas)
Lihat Juga :