Profil Putri Bajrakitiyabha, Calon Pewaris Takhta Raja Thailand tapi Terjebak Koma 3 Tahun

Jum'at, 10 Oktober 2025 - 15:08 WIB
loading...
Profil Putri Bajrakitiyabha,...
Putri Bajrakitiyabha Narendira Debyavati Mahidol, calon pewaris takhta Raja Thailand Maha Vajiralongkorn tapi terjebak dalam koma hampir 3 tahun. Foto/UN Photo/Jean-Marc Ferré
A A A
JAKARTA - Di jantung Kerajaan Thailand yang gemerlap dengan tradisi dan kekuasaan absolut, tersembunyi sebuah kisah duka yang nyaris membeku dalam waktu. Namanya Putri Bajrakitiyabha Narendira Debyavati Mahidol—atau akrab disebut Putri Bha—seorang bangsawan cerdas, berpendidikan tinggi, dan dipersiapkan untuk menjadi masa depan monarki.

Namun sejak Desember 2022, putri cantik itu terbaring koma di rumah sakit kerajaan, membuat rakyat dan istana terjebak dalam ketidakpastian yang panjang.

Selama hampir tiga tahun, Thailand menyimpan kisah pilu tentang seorang calon pemimpin perempuan pertama yang kini hanya bisa bernapas dengan bantuan mesin. Dia dijuluki media asing sebagai “Sleeping Princess of Thailand.”

Baca Juga: Karier Militer Mayjen Sineenat Wongvajirapakdi, Selir Resmi Raja Thailand Sepanjang Sejarah

Profil Putri Bha Si Sleeping Princess Thailand


Putri Bajrakitiyabha Narendira Debyavati Mahidol lahir pada 7 Desember 1978. Dia adalah putri sulung Raja Maha Vajiralongkorn (Rama X) dari pernikahan pertamanya dengan Putri Soamsawali Kitiyakara, sepupu sekaligus keturunan bangsawan terhormat.

Sejak kecil, Putri Bha hidup dalam gemblengan disiplin keluarga kerajaan. Pendidikan formalnya tak main-main, yakni termasuk Sarjana Hukum dari Universitas Thammasat di Bangkok, gelar PhD dari Cornell University di Amerika Serikat—salah satu kampus Ivy League ternama, dan Magister Hubungan Internasional juga dari universitas yang sama.

Dengan kemampuan bahasa Inggris yang fasih dan wawasan internasional, Putri Bha menjadi simbol kebanggaan baru bagi rakyat Thailand—modern, cerdas, dan berwibawa, namun tetap menjunjung nilai-nilai Buddhisme dan tradisi monarki.

Berbeda dengan sebagian bangsawan yang hidup dalam kemewahan, Putri Bha memilih jalur pengabdian publik. Dia pernah bekerja sebagai jaksa di Kantor Kejaksaan Agung Thailand, menangani kasus-kasus hukum internasional dan hak asasi manusia.

Pada 2012, dia diangkat menjadi Duta Besar Thailand untuk Austria, Slovakia, dan Slovenia, sekaligus Perwakilan Tetap untuk PBB di Wina.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Putri Bha Meninggal,...
Putri Bha Meninggal, Calon Pewaris Raja Vajiralongkorn Berharta Rp770 Triliun Makin Misterius
Thailand Berduka, Putri...
Thailand Berduka, Putri Raja Vajiralongkorn Meninggal setelah Koma Hampir 4 Tahun
Ironi Kekayaan Raja...
Ironi Kekayaan Raja Thailand Vajiralongkorn Rp778 Triliun: Hampir 3 Kali Anggaran MBG, tapi Pewarisnya Tak Jelas
Bebas dari Penjara,...
Bebas dari Penjara, Thaksin Shinawatra Dapat Pengampunan Raja Thailand
Pria China Hajar Brutal...
Pria China Hajar Brutal Pekerja Seks Thailand karena Ternyata Laki-laki
Demi Tangkap Bandar...
Demi Tangkap Bandar Narkoba, Para Anggota Polisi Rela Berpakaian Wanita dan Menari
Daya Tarik Menarik Thailand:...
Daya Tarik Menarik Thailand: Eksplorasi Kota Bangkok dan Keindahan Pesisir Pattaya
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
Viral, Ribuan Warga...
Viral, Ribuan Warga Malaysia Antre 2 Km di Bawah Terik Matahari untuk Melamar Kerja
Rekomendasi
Gelar Unjuk Rasa di...
Gelar Unjuk Rasa di Monas, Ini Pernyataan Sikap BEM Persatuan Indonesia
Cedera Patah Kaki di...
Cedera Patah Kaki di Piala Dunia 2026, Ismael Kone Terancam Absen Setahun
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Penggunaan LPG Non Subsidi di Jakarta Fair
Berita Terkini
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Infografis
3 Negara Mayoritas Islam...
3 Negara Mayoritas Islam Terjebak Utang China, Indonesia Tembus Rp326 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved