Ilmuwan China Lari ke AS: Covid-19 Virus Mutan Kelas Tinggi

Minggu, 13 September 2020 - 17:33 WIB
loading...
Ilmuwan China Lari ke...
Foto/Ilustrasi/Sindonews
A A A
WASHINGTON - Ahli virus China yang melarikan diri ke Amerika Serikat (AS) mengatakan virus SARS-COV-2 penyebab Covid-19 adalah virus mutan buatan manusia. Ia menyangkal jika virus tersebut berasal dari pasar basah di Wuhan dan mengantongi bukti jika virus itu berasal dari laboratorium militer China.

Dalam sebuah wawancara dengan ITV, Li-Meng Yan mengatakan, penularan dari manusia ke manusia sudah ada ketika dia mulai menyelidiki virus SARS-COV-2 pada akhir Desember tahun lalu.

“Awalnya, pemerintah China menemukan situasi Covid-19. Hal kedua adalah situasi keseluruhan adalah penularan dari manusia ke manusia sudah ada. Ketiga, SARS-COV-2 adalah virus mutan yang tinggi dan akan segera berjangkit jika tidak dikendalikan,” kata Li.

“Hal keempat adalah pasar makanan laut di Wuhan dan semua inang perantara yang menjadi tabir asap dan hal terakhir adalah virus ini bukan dari alam. China Military Institute menemukan dan memiliki beberapa virus Corona jahat. Berbasiskan virus itu, setelah beberapa modifikasi menjadi virus baru," tambahnya seperti dikutip dari Al Arabiya, Minggu (13/9/2020). (Baca: Li Meng Yan Janjikan Bukti Covid Dibuat di Lab Militer Partai Komunis China )

Li mengatakan dia telah melaporkan temuannya kepada supervisornya, seorang konsultan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) awal tahun ini, tetapi diabaikan. Sebaliknya, ia disuruh untuk mengikuti garis dan tetap diam atau menanggung risiko pembalasan dari pemerintah China.

“Sebenarnya saya sudah lapor ke supervisor saya yang merupakan konsultan WHO tapi tidak ada respon dari WHO maupun dari mereka karena semua sudah mengingatkan saya agar jangan melewati garis merah dan jangan...tetap bungkam, kalau tidak saya akan menghilang,” kata sang whistleblower China, yang dulu bekerja di Sekolah Kesehatan Masyarakat Hong Kong dan ditugaskan untuk menyelidiki sekelompok kasus virus pada akhir Desember. (Baca: Ilmuwan China Lari ke AS: Covid-19 Dibuat di Lab Militer Partai Komunis )

Direktur Komisi Kesehatan Nasional China membantah klaim menutup-nutupi dan mengatakan bahwa tidak ada penundaan oleh pemerintah China dalam melaporkan dan menyelidiki wabah virus Corona.
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
Indonesia Perkuat Kerja...
Indonesia Perkuat Kerja Sama Sosial Ekonomi Perbatasan dengan Malaysia
Cerita Striker Irak...
Cerita Striker Irak di Piala Dunia 2026, Hampir Putus Asa usai Ayah Tewas Ditembak saat Perang
Rekomendasi
Belanda vs Jepang Tanpa...
Belanda vs Jepang Tanpa Gol di Babak Pertama, Samurai Biru Tahan Gempuran Oranje
Walhi Minta Pembahasan...
Walhi Minta Pembahasan Revisi UU HAM Ditunda
WNI Dianiaya di Malaysia,...
WNI Dianiaya di Malaysia, Kemlu Sebut 4 Pelaku Sudah Diamankan
Berita Terkini
2 Helikopter Tabrakan...
2 Helikopter Tabrakan di Rio de Janeiro Tewaskan 6 Orang, Termasuk Penyanyi Oliver Tree
Anggota Kongres AS:...
Anggota Kongres AS: Kesepakatan dengan Iran Adalah Kekalahan Trump dan Amerika!
Ini Poin-poin Penting...
Ini Poin-poin Penting Kesepakatan AS-Iran, Diteken di Jenewa Jumat Mendatang
AS dan Iran Capai Kesepakatan,...
AS dan Iran Capai Kesepakatan, Perang Berakhir
Warga China dan Rusia...
Warga China dan Rusia Berlomba Melahirkan Bayi di AS demi Status Kewarganegaraan
Perjanjian Damai Iran...
Perjanjian Damai Iran Jadi Kekalahan Paling Memalukan bagi AS, Ini 3 Alasannya
Infografis
J-36 China Diklaim Bisa...
J-36 China Diklaim Bisa Pecundangi Pesawat Pengebom B-21 AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved