Bersitegang dengan Turki, Yunani Boyong Jet Tempur dan Kapal Perang

Minggu, 13 September 2020 - 16:34 WIB
loading...
Bersitegang dengan Turki,...
Yunani boyong 18 jet tempur Rafale Prancis di tengah ketegangan dengan Turki. Foto/Ilustrasi
A A A
ATHENA - Perdana Menteri Yunani berencana untuk meningkatkan kemampuan pertahanannya, termasuk membeli pesawat tempur baru, kapal fregat, helikopter dan sistem persenjataan. Ini dilakukan di tengah ketegangan yang meningkat dengan Turki atas hak atas sumber daya di laut Mediterania timur.

Dalam pidato keadaan ekonomi tahunan, Perdana Menteri Kyriakos Mitsotakis mengatakan Yunani akan memperoleh 18 pesawat tempur Rafale baru buatan Prancis untuk menggantikan pesawat tempur Mirage 2000 yang sudah tua, membeli empat helikopter angkatan laut dan empat kapal fregat baru serta memperbarui empat kapal fregat lainnya.

"Angkatan bersenjata akan mendapatkan senjata anti-tank baru, torpedo baru dan peluru kendali baru, serta mempekerjakan 15.000 lebih banyak orang selama lima tahun ke depan," urainya seperti dilansir dari AP, Minggu (13/9/2020).

Secara nominal, sekutu NATO, Yunani dan Turki telah mengerahkan unit angkatan laut dan udara untuk menegaskan klaim negara yang bersaing atas hak energi di Mediterania timur. Kapal survei dan kapal bor Turki terus mencari gas di perairan tempat Yunani dan Siprus di Eropa mengklaim hak ekonomi eksklusif.(Baca: Turki Peringatkan Perang dengan Yunani Hanya Masalah Waktu )

Ketegangan yang meningkat di laut telah menimbulkan kekhawatiran bahwa situasi tersebut dapat berubah menjadi konflik bersenjata.

“Kami adalah negara yang damai, siap untuk bekerja sama dengan semua termasuk dengan Turki,” kata Mitsotakis, berbicara dari kota utara Thessaloniki.

Jika Turki tidak setuju dengan penggambaran batas maritim di Aegean timur, katanya, maka solusi dapat ditemukan di Pengadilan Internasional.(Baca: Ketegangan Berlanjut, Yunani Menarik Diri dari Pembicaraan dengan Turki )
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mungkinkah Turki Serius...
Mungkinkah Turki Serius Hidupkan Kembali Kekuasaan Kekaisaran Ottoman untuk Membebaskan Yerusalem?
Turki Ingin Rebut dan...
Turki Ingin Rebut dan Bebaskan Yerusalem, Israel Beri Respons Sinis
Selat Hormuz Berkecamuk,...
Selat Hormuz Berkecamuk, Turki Tawarkan Jalur Kereta Api Hejaz Modern
Agen Mata-mata Israel...
Agen Mata-mata Israel Isyaratkan Mesir dan Turki sebagai Target Perang Berikutnya
Erdogan Dorong Negara...
Erdogan Dorong Negara Muslim Bersatu Beri Pelajaran ke Netanyahu
Malaysia, Turki dan...
Malaysia, Turki dan UEA Bersama 51 Negara Lainnya Dilaporkan Pasok Senjata ke Israel
Wardatina Mawa Dikabarkan...
Wardatina Mawa Dikabarkan Dilamar Pria Turki, Begini Klarifikasi Lengkapnya
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur 21 Target Militer hingga Pangkalan di Yordania
Putri Bajrakitiyabha...
Putri Bajrakitiyabha Meninggal Dunia, Thailand Umumkan Masa Berkabung Nasional
Rekomendasi
Kanada vs Bosnia Imbang...
Kanada vs Bosnia Imbang 1-1 di Laga Pembuka Grup B Piala Dunia 2026
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Perkuat Penetrasi Pasar,...
Perkuat Penetrasi Pasar, EVO Group Perbarui Kemasan Life Cat dan Ori Cat
Berita Terkini
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved