Dulu Dielu-elukan Ukraina, Kini Sistem Rudal Patriot AS Kewalahan Cegat Misil Rusia

Selasa, 07 Oktober 2025 - 11:03 WIB
loading...
A A A
Namun, Rusia telah meningkatkan kemampuan rudal balistiknya untuk menghindari intersepsi sistem Patriot, termasuk ketika Moskow merusak setidaknya empat fasilitas pesawat nirawak di sekitar Ibu Kota Ukraina dalam beberapa bulan terakhir. Demikian diungkap surat kabar Inggris, Financial Times, mengutip pejabat Ukraina dan Barat yang masih aktif dan yang sudah pensiun tanpa disebutkan namanya.

Rudal balistik yang ditembakkan Rusia kini dilaporkan memulai dengan lintasan yang sebelumnya terlihat, tetapi kemudian bergerak untuk "membingungkan dan menghindari" rudal pencegat yang ditembakkan sistem Patriot, atau jatuh ke dalam apa yang dikenal sebagai terminal dive, atau fase akhir dari jatuhnya rudal.

Meskipun sistem pertahanan dapat di-upgrade dengan mengamati kinerja rudal musuh dalam kondisi pertempuran nyata, skenario yang sama memberikan peluang untuk menguji dan meningkatkan rudal penyerang serta menyelidiki kelemahan dalam pertahanan udara berlapis.

Sistem Patriot saat ini merupakan satu-satunya pilihan nyata yang dimiliki Ukraina untuk mencegat rudal balistik, meskipun Ukraina memiliki sistem lain untuk melumpuhkan rudal jelajah dan menjatuhkan drone.

"Ukraina telah berjuang untuk secara konsisten menggunakan sistem pertahanan udara Patriot untuk melindungi diri dari rudal balistik Rusia karena peningkatan taktis Rusia baru-baru ini, termasuk upgrade yang memungkinkan rudal mereka mengubah lintasan dan melakukan manuver alih-alih terbang dalam lintasan balistik tradisional," bunyi penilaian yang diterbitkan oleh inspektur jenderal khusus Badan Intelijen Pertahanan AS pada pertengahan Agustus. Analisis ini mencakup periode 1 April hingga 30 Juni tahun ini.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Trump Caci Maki Netanyahu:...
Trump Caci Maki Netanyahu: Semua Orang Yahudi Muak Denganmu!
10 Negara dengan Biaya...
10 Negara dengan Biaya Hidup Termahal di Dunia pada 2026, Ada Tetangga Indonesia
Sengaja Targetkan Anak-Anak...
Sengaja Targetkan Anak-Anak Palestina, Penyelidik PBB Nyatakan Israel Lakukan Genosida di Gaza
Harga Minyak Dunia Turun...
Harga Minyak Dunia Turun usai Selat Hormuz Dibuka Lagi, Dekati Level Sebelum Perang AS-Iran
Rekomendasi
Tuntaskan Jaringan 8,1...
Tuntaskan Jaringan 8,1 Km, Kapal Perang TNI AL Angkut 100 Ton Pipa Air Bersih YTBN Menuju Adonara
BPDP Dukung Jakarta...
BPDP Dukung Jakarta Fiscal Forum 2026, Perkuat Kolaborasi untuk Pembangunan Berkelanjutan
MPLS 2026 Hadir dengan...
MPLS 2026 Hadir dengan Aturan Baru, Simak 5 Perubahan Utamanya
Berita Terkini
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Infografis
7 Rudal Jelajah Terkuat...
7 Rudal Jelajah Terkuat di Dunia, Misil-Misil Rusia Mendominasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved