Dulu Dielu-elukan Ukraina, Kini Sistem Rudal Patriot AS Kewalahan Cegat Misil Rusia
Selasa, 07 Oktober 2025 - 11:03 WIB
loading...
Militer Ukraina akui sistem pertahanan rudal Patriot buatan AS sekarang kesulitan mencegat rudal balistik Rusia. Foto/US Army
A
A
A
KYIV - Militer Ukraina mengakui sistem pertahanan rudal Patriot buatan Amerika Serikat (AS) kewalahan dalam mencegat rudal balistik Rusia yang masuk. Padahal, sistem pertahanan tersebut dielu-elukan sebagai senjata ampuh Ukraina saat awal perang Rusia-Ukraina.
"Lebih sulit untuk melawan rudal yang terbang pada lintasan kuasi-balistik," kata juru bicara Angkatan Udara Ukraina Yuriy Ignat.
Lintasan kuasi-balistik berarti rudal Moskow tersebut awalnya bergerak seperti rudal balistik biasa tetapi kemudian dapat berubah arah dalam penerbangan.
Baca Juga: Zelensky: Ukraina Dipasok Sistem Rudal Patriot Israel untuk Melawan Rusia
"Hal ini membuat kerja sistem Patriot lebih rumit karena beroperasi dalam mode otomatis ketika menghadapi rudal balistik," kata Ignat dalam pernyataan, sebagaimana dikutip dari Newsweek, Selasa (7/10/2025).
"Menjadi lebih sulit untuk menghitung titik di mana pencegat bertabrakan atau meledak di dekat rudal yang masuk," ujarnya.
Rusia telah menggempur Ukraina dengan serangan udara, termasuk menggunakan rudal balistik yang sulit dicegat.
Angkatan Udara Ukraina pada hari Minggu mengatakan bahwa Rusia telah menembakkan hampir 500 pesawat nirawak, lebih dari 50 rudal jelajah, dan dua rudal balistik Kinzhal ke negara itu sejak Sabtu malam. Pertahanan udara Kyiv berhasil mencegat salah satu rudal balistik tersebut.
Sistem pertahanan rudal Patriot buatan AS, yang biasanya dianggap sebagai standar emas pertahanan rudal balistik, secara konsisten berada di urutan teratas daftar keinginan Kyiv untuk mendapatkan dukungan militer dari sekutu-sekutunya. Namun, baterai Patriot—dan rudal pencegat yang digunakannya—sangat langka dan permintaannya sangat tinggi.
Sistem Patriot sempat dipuji karena berhasil mencegat senjata generasi baru Rusia yang memulai debutnya dalam lebih dari tiga setengah tahun perang skala penuh di Ukraina, seperti rudal hipersonik.
Namun, Rusia telah meningkatkan kemampuan rudal balistiknya untuk menghindari intersepsi sistem Patriot, termasuk ketika Moskow merusak setidaknya empat fasilitas pesawat nirawak di sekitar Ibu Kota Ukraina dalam beberapa bulan terakhir. Demikian diungkap surat kabar Inggris, Financial Times, mengutip pejabat Ukraina dan Barat yang masih aktif dan yang sudah pensiun tanpa disebutkan namanya.
Rudal balistik yang ditembakkan Rusia kini dilaporkan memulai dengan lintasan yang sebelumnya terlihat, tetapi kemudian bergerak untuk "membingungkan dan menghindari" rudal pencegat yang ditembakkan sistem Patriot, atau jatuh ke dalam apa yang dikenal sebagai terminal dive, atau fase akhir dari jatuhnya rudal.
Meskipun sistem pertahanan dapat di-upgrade dengan mengamati kinerja rudal musuh dalam kondisi pertempuran nyata, skenario yang sama memberikan peluang untuk menguji dan meningkatkan rudal penyerang serta menyelidiki kelemahan dalam pertahanan udara berlapis.
Sistem Patriot saat ini merupakan satu-satunya pilihan nyata yang dimiliki Ukraina untuk mencegat rudal balistik, meskipun Ukraina memiliki sistem lain untuk melumpuhkan rudal jelajah dan menjatuhkan drone.
"Ukraina telah berjuang untuk secara konsisten menggunakan sistem pertahanan udara Patriot untuk melindungi diri dari rudal balistik Rusia karena peningkatan taktis Rusia baru-baru ini, termasuk upgrade yang memungkinkan rudal mereka mengubah lintasan dan melakukan manuver alih-alih terbang dalam lintasan balistik tradisional," bunyi penilaian yang diterbitkan oleh inspektur jenderal khusus Badan Intelijen Pertahanan AS pada pertengahan Agustus. Analisis ini mencakup periode 1 April hingga 30 Juni tahun ini.
"Lebih sulit untuk melawan rudal yang terbang pada lintasan kuasi-balistik," kata juru bicara Angkatan Udara Ukraina Yuriy Ignat.
Lintasan kuasi-balistik berarti rudal Moskow tersebut awalnya bergerak seperti rudal balistik biasa tetapi kemudian dapat berubah arah dalam penerbangan.
Baca Juga: Zelensky: Ukraina Dipasok Sistem Rudal Patriot Israel untuk Melawan Rusia
"Hal ini membuat kerja sistem Patriot lebih rumit karena beroperasi dalam mode otomatis ketika menghadapi rudal balistik," kata Ignat dalam pernyataan, sebagaimana dikutip dari Newsweek, Selasa (7/10/2025).
"Menjadi lebih sulit untuk menghitung titik di mana pencegat bertabrakan atau meledak di dekat rudal yang masuk," ujarnya.
Rusia telah menggempur Ukraina dengan serangan udara, termasuk menggunakan rudal balistik yang sulit dicegat.
Angkatan Udara Ukraina pada hari Minggu mengatakan bahwa Rusia telah menembakkan hampir 500 pesawat nirawak, lebih dari 50 rudal jelajah, dan dua rudal balistik Kinzhal ke negara itu sejak Sabtu malam. Pertahanan udara Kyiv berhasil mencegat salah satu rudal balistik tersebut.
Sistem pertahanan rudal Patriot buatan AS, yang biasanya dianggap sebagai standar emas pertahanan rudal balistik, secara konsisten berada di urutan teratas daftar keinginan Kyiv untuk mendapatkan dukungan militer dari sekutu-sekutunya. Namun, baterai Patriot—dan rudal pencegat yang digunakannya—sangat langka dan permintaannya sangat tinggi.
Sistem Patriot sempat dipuji karena berhasil mencegat senjata generasi baru Rusia yang memulai debutnya dalam lebih dari tiga setengah tahun perang skala penuh di Ukraina, seperti rudal hipersonik.
Namun, Rusia telah meningkatkan kemampuan rudal balistiknya untuk menghindari intersepsi sistem Patriot, termasuk ketika Moskow merusak setidaknya empat fasilitas pesawat nirawak di sekitar Ibu Kota Ukraina dalam beberapa bulan terakhir. Demikian diungkap surat kabar Inggris, Financial Times, mengutip pejabat Ukraina dan Barat yang masih aktif dan yang sudah pensiun tanpa disebutkan namanya.
Rudal balistik yang ditembakkan Rusia kini dilaporkan memulai dengan lintasan yang sebelumnya terlihat, tetapi kemudian bergerak untuk "membingungkan dan menghindari" rudal pencegat yang ditembakkan sistem Patriot, atau jatuh ke dalam apa yang dikenal sebagai terminal dive, atau fase akhir dari jatuhnya rudal.
Meskipun sistem pertahanan dapat di-upgrade dengan mengamati kinerja rudal musuh dalam kondisi pertempuran nyata, skenario yang sama memberikan peluang untuk menguji dan meningkatkan rudal penyerang serta menyelidiki kelemahan dalam pertahanan udara berlapis.
Sistem Patriot saat ini merupakan satu-satunya pilihan nyata yang dimiliki Ukraina untuk mencegat rudal balistik, meskipun Ukraina memiliki sistem lain untuk melumpuhkan rudal jelajah dan menjatuhkan drone.
"Ukraina telah berjuang untuk secara konsisten menggunakan sistem pertahanan udara Patriot untuk melindungi diri dari rudal balistik Rusia karena peningkatan taktis Rusia baru-baru ini, termasuk upgrade yang memungkinkan rudal mereka mengubah lintasan dan melakukan manuver alih-alih terbang dalam lintasan balistik tradisional," bunyi penilaian yang diterbitkan oleh inspektur jenderal khusus Badan Intelijen Pertahanan AS pada pertengahan Agustus. Analisis ini mencakup periode 1 April hingga 30 Juni tahun ini.
(mas)
Lihat Juga :