4 Skenario Turbulensi Politik Prancis, Salah Satunya Pemakzulan Macron
Selasa, 07 Oktober 2025 - 11:20 WIB
loading...
A
A
A
Namun, pemilihan umum ulang kemungkinan akan mereproduksi perpecahan yang sama atau bahkan memperkuat blok sayap kanan atau kiri.
Pemilu dadakan 2024 secara luas dipandang sebagai kesalahan perhitungan, yang menghasilkan parlemen gantung saat ini.
Presiden secara konsisten menyatakan keengganannya untuk bertaruh pada pembubaran berikutnya, tetapi jika kebuntuan berlanjut dan tidak ada anggaran yang disahkan, tekanan untuk kembali ke pemilih mungkin menjadi sangat berat.
Jika ia mengundurkan diri, konstitusi menetapkan bahwa Presiden Senat Gérard Larcher akan mengambil alih sementara, dengan pemilihan presiden baru yang diselenggarakan dalam waktu 20 hingga 50 hari.
Namun, skenario ini tetap tidak mungkin. Macron telah berulang kali berjanji untuk menjabat hingga 2027, dan menegaskan bahwa ia tidak akan meninggalkan mandatnya.
Skenario ini paling vokal diusung oleh partai sayap kiri ekstrem Prancis, France Unbowed (LFI), yang telah lama berargumen bahwa kepemimpinan Macron telah menjadi tidak sesuai dengan pelaksanaan mandatnya.
Reformasi konstitusi tahun 2007 memang menyediakan jalur hukum: dalam kasus "pelanggaran tugas yang secara nyata tidak sesuai dengan pelaksanaan mandat," presiden dapat dicopot.
Namun prosesnya sangat rumit. Sejak awal, prosedur ini tidak pernah berhasil.
Pemilu dadakan 2024 secara luas dipandang sebagai kesalahan perhitungan, yang menghasilkan parlemen gantung saat ini.
Presiden secara konsisten menyatakan keengganannya untuk bertaruh pada pembubaran berikutnya, tetapi jika kebuntuan berlanjut dan tidak ada anggaran yang disahkan, tekanan untuk kembali ke pemilih mungkin menjadi sangat berat.
3. Pengunduran diri Macron Sendiri
Melansir Euro News, kemungkinan yang lebih radikal adalah Macron sendiri mengundurkan diri, sesuatu yang dituntut oleh sebagian oposisi, terutama kaum kiri.Jika ia mengundurkan diri, konstitusi menetapkan bahwa Presiden Senat Gérard Larcher akan mengambil alih sementara, dengan pemilihan presiden baru yang diselenggarakan dalam waktu 20 hingga 50 hari.
Namun, skenario ini tetap tidak mungkin. Macron telah berulang kali berjanji untuk menjabat hingga 2027, dan menegaskan bahwa ia tidak akan meninggalkan mandatnya.
4. Pemakzulan Macron
Langkah yang bahkan lebih jauh dari pengunduran diri adalah pemecatan dari jabatannya oleh parlemen.Skenario ini paling vokal diusung oleh partai sayap kiri ekstrem Prancis, France Unbowed (LFI), yang telah lama berargumen bahwa kepemimpinan Macron telah menjadi tidak sesuai dengan pelaksanaan mandatnya.
Reformasi konstitusi tahun 2007 memang menyediakan jalur hukum: dalam kasus "pelanggaran tugas yang secara nyata tidak sesuai dengan pelaksanaan mandat," presiden dapat dicopot.
Namun prosesnya sangat rumit. Sejak awal, prosedur ini tidak pernah berhasil.
(ahm)
Lihat Juga :