3 Fakta Dampak Pakta Pertahanan Australia dan Papua Nugini

Senin, 06 Oktober 2025 - 14:57 WIB
loading...
3 Fakta Dampak Pakta...
Australia dan Papua Nugini bentuk pakta pertahanan militer. Foto/X/@sentdefender
A A A
MELBOURNE - Perdana Menteri Australia Anthony Albanese dan Perdana Menteri Papua Nugini (PNG) James Marape telah menandatangani perjanjian pertahanan bersama di Canberra, dengan kedua pemimpin mengatakan teks perjanjian akan segera tersedia. Itu menjadikan kedua negara tersebut memiliki ikatan pertahanan.

3 Fakta Dampak Pakta Pertahanan Australia dan Papua Nugini

1. Mengamankan 2 Negara yang Memiliki Halaman Sendiri

Marape mengatakan kepada wartawan pada hari Senin di ibu kota Australia bahwa perjanjian itu disusun "berdasarkan geografi, sejarah, dan realitas abadi dari lingkungan bersama kita".

"Ini tentang satu pagar yang lebih besar yang mengamankan dua rumah yang memiliki halaman sendiri," kata Marape, dilansir Australian Broadcasting Corporation (ABC).

Baca Juga: China Perluas Eksplorasi Tambang Dalam Bumi, Dunia Soroti Dampak Ekologisnya

2. Menjaga Perdamaian

Pemimpin Papua Nugini tidak setuju bahwa pakta itu disusun karena isu geopolitik yang lebih luas, yang tampaknya merujuk pada kepentingan militer negara-negara seperti China dan Amerika Serikat di kawasan Pasifik.

"Perjanjian ini tidak disusun berdasarkan geopolitik atau alasan lain apa pun," kata Marape.

“Kami menjaga persahabatan dengan semua musuh, kami menganjurkan perdamaian di mana pun kami terlibat, sejauh menyangkut hubungan luar negeri,” tambah pemimpin PNG.

Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mengatakan bahwa perjanjian itu “menyatakan dengan sangat jelas” bahwa akan ada “interoperabilitas” antara “aset pertahanan” kedua negara tetangga, seraya menambahkan bahwa “aset terbesar kami adalah rakyat kami”.

3. Memiliki Hak yang Sama dngan Five Eyes

ABC melaporkan bahwa ini berarti kedua negara akan memiliki hak yang sama dengan anggota perjanjian Five Eyes saat ini, yang juga dimiliki Australia bersama Kanada, Selandia Baru, Inggris, dan AS.

Kantor Marape mengatakan pekan lalu bahwa perjanjian itu akan membuka jalan bagi 10.000 warga Papua Nugini untuk bertugas di Angkatan Pertahanan Australia, karena negaranya juga bertujuan untuk membangun kekuatan pertahanannya sendiri hingga mencapai 7.000 tentara.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Negara Anggota NATO...
Negara Anggota NATO Ini Mengalami Kemandulan Kemampuan Militer Terburuk
Australia Sita 100.000...
Australia Sita 100.000 Kecoak Selundupan, Harganya Rp2,5 Miliar
7 Senjata yang Mengubah...
7 Senjata yang Mengubah Dunia pada Perang Dunia II, dari Supersonik hingga Bom Nuklir
Prancis Larang Pejabat...
Prancis Larang Pejabat Israel Hadiri Pameran Senjata, Zionis Murka
Bareskrim Tangkap Kartel...
Bareskrim Tangkap Kartel Narkoba Asal Australia sebelum Terbang dengan Jet Pribadi
Belfast Membara! Kerusuhan...
Belfast Membara! Kerusuhan Pecah, Sejumlah Bangunan dan Kendaraan Dibakar
Kecelakaan Maut Minibus...
Kecelakaan Maut Minibus Tabrak Truk, 8 Orang Tewas
Rekomendasi
4.480 Calon Mahasiswa...
4.480 Calon Mahasiswa Diterima di UM UGM CBT 2026, Kedokteran Paling Ketat
Dukung Blokir Konten...
Dukung Blokir Konten LGBT di Medsos, DPR: Jika Dibiarkan Menormalisasi Perilaku Menyimpang
Berbekal PROPER Hijau,...
Berbekal PROPER Hijau, Langkah Nyata Transformasi Ekologis Diperkuat di Sulawesi Tenggara
Berita Terkini
Trump Puji Unggahan...
Trump Puji Unggahan Menlu Iran tentang Kemungkinan Kesepakatan AS-Iran Sangat Positif
Menlu Iran Ungkap MoU...
Menlu Iran Ungkap MoU dengan AS Mencakup Lebanon dan Blokade Paman Sam
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Infografis
5 Fakta OTT Wamenaker...
5 Fakta OTT Wamenaker Immanuel Ebenezer, KPK Sita Uang dan Puluhan Kendaraan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved