China Buka Jembatan Tertinggi di Dunia: 625 Meter di Atas Sungai, Persingkat Perjalanan 2 Jam Jadi 2 Menit

Selasa, 30 September 2025 - 09:48 WIB
loading...
China Buka Jembatan...
Jembatan Huajiang Grand Canyon, jembatan tertinggi di dunia yang baru dibuka di China. Tingginya 625 meter di atas sungai, dan mempersingkat perjalanan 2 jam menjadi 2 menit. Foto/Xinhua News via WorldofBuzz
A A A
BEIJING - Jembatan tertinggi di dunia telah resmi dibuka di China setelah proyek rekayasa itu memakan waktu 3 tahun untuk diselesaikan. Namanya adalah Jembatan Huajiang Grand Canyon.

Jembatan ini menjulang setinggi 625 meter di atas sungai dan ngarai yang luas di provinsi Guizhou yang terjal di selatan negara tersebut. Jembatan Huajiang Grand Canyon resmi dibuka pada 28 September.

Provinsi Guizhou juga merupakan rumah bagi Jembatan Beipanjiang setinggi 565 meter—yang kini menjadi jembatan tertinggi kedua di dunia. Provinsi Guizhou yang terkenal dengan medan berbukit telah dilintasi oleh ribuan jembatan, dan kehadiran Jembatan Beipanjiang dan Jembatan Huajiang Grand Canyon membuat provinsi itu semakin tenar.

Baca Juga: China Bangun Jembatan Tertinggi di Dunia, Bakal Pangkas Waktu Tempuh dari 1 Jam Menjadi 1 Menit

Namun, itu bukan bagian terbaiknya, karena jembatan tertinggi di dunia yang baru dibuka tersebut secara drastis mempersingkat waktu tempuh.

“Pembukaan Jembatan Grand Canyon Huajiang mengurangi waktu tempuh antara kedua sisi dari dua jam menjadi dua menit," kata Zhang Yin, kepala dinas perhubungan provinsi setempat, dalam konferensi pers.

"Pembukaannya memberikan perbaikan yang sangat besar bagi kondisi transportasi regional. Bentang utamanya sepanjang 1.420 meter menjadikannya jembatan dengan bentang terbesar di dunia yang dibangun di daerah pegunungan," paparnya, yang dilansir dari Xinhua, Selasa (30/9/2025).

Jembatan tertinggi di dunia sebelumnya, yang membentang di atas Sungai Beipan, terletak sekitar 100 km dari Jembatan Grand Canyon Huajiang. Pemegang rekor sebelumnya, yang dibuka pada tahun 2016, memiliki jarak bebas vertikal 565,4 meter dari dek jembatan ke permukaan sungai di bawahnya.

“Jembatan baru ini, yang akan sangat meningkatkan konektivitas regional, merupakan proyek penting yang menunjukkan inovasi China,” imbuh Zhang Yin.

Sejak pembangunan jembatan dimulai, tim konstruksi telah mengatasi tantangan besar yang ditimbulkan oleh Grand Canyon.

Dengan memanfaatkan serangkaian teknologi baru, termasuk navigasi satelit, drone, sistem pemantauan pintar, dan material berkekuatan ultra tinggi, mereka mencapai presisi hingga milimeter dalam konstruksi di dataran tinggi, mengubah penghalang yang dulunya tidak dapat dilewati menjadi koridor transportasi.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Momen Terakhir Wanita...
Momen Terakhir Wanita Tewas dalam Bungee Jumping 39 Meter: 'Bernapas Terengah-engah'
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
Pulau Antartika Australia...
Pulau Antartika Australia Diserang Flu Burung, Ribuan Anak Anjing Laut Mati!
Rekomendasi
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
Davina Karamoy Dicecar...
Davina Karamoy Dicecar 30 Pertanyaan Terkait Kasus Hanania Travel
Sony Sanjaya Beberkan...
Sony Sanjaya Beberkan Ada Pengadaan Fiktif CCTV dan Sidik Jari Rp300 Miliar di Program MBG
Berita Terkini
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Infografis
Rusia Didesak China,...
Rusia Didesak China, Buka Blokade Ekspor Biji-bijian di Laut Hitam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved