Lawan Gerakan Antifa, Trump Kirim Garda Nasional ke Portland

Minggu, 28 September 2025 - 19:35 WIB
loading...
A A A
Fasilitas Imigrasi dan Bea Cukai (ICE) di Portland telah menjadi sasaran para pengunjuk rasa sejak awal Juni, terkadang menyebabkan bentrokan yang berujung kekerasan.

Hingga 8 September, Kejaksaan AS telah mengajukan tuntutan federal terhadap 26 orang atas kejahatan termasuk pembakaran, penyerangan terhadap petugas polisi, dan perlawanan terhadap penangkapan.

DHS mengatakan pada hari Jumat bahwa para demonstran telah "berulang kali menyerang dan mengepung pusat pemrosesan ICE" di Portland.

Departemen tersebut menyatakan bahwa beberapa individu telah ditangkap dan didakwa dengan pelanggaran federal dalam sebuah unggahan di media sosial.

"Rose City Antifa, sebuah organisasi teroris domestik yang baru-baru ini ditetapkan, melakukan doxing terhadap petugas ICE secara ilegal," tulisnya.

"Mereka mempublikasikan alamat rumah mereka secara daring dan di selebaran publik. Individu yang terkait dengan Antifa juga mengirimkan ancaman pembunuhan kepada personel DHS."

Awal pekan ini, Trump menandatangani perintah yang secara resmi menetapkan antifa sebagai organisasi teroris domestik.

Antifa, kependekan dari "anti-fasis", adalah gerakan yang terorganisir secara longgar yang sebagian besar terdiri dari aktivis sayap kiri ekstrem.

Para ahli hukum telah menunjukkan bahwa tidak ada mekanisme hukum di AS yang secara resmi menetapkan kelompok mana pun sebagai organisasi teroris domestik. Upaya semacam itu, kata mereka, dapat menghadapi tantangan konstitusional berdasarkan Amandemen Pertama, yang melindungi kebebasan berbicara dan berkumpul.

Anggota parlemen Demokrat telah mengkritik retorika presiden dan tindakan agen ICE yang dilaporkan di negara bagian tersebut.

Senator Oregon Ron Wyden mengatakan pada hari Jumat bahwa terdapat laporan "kredibel" bahwa agen federal "mungkin mengulang strategi tahun 2020" - sebuah referensi tentang pasukan federal yang dikerahkan sebagai respons terhadap protes atas pembunuhan George Floyd, seorang pria kulit hitam yang meninggal dalam tahanan polisi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tak Ada Jalan Keluar,...
Tak Ada Jalan Keluar, 6 Pilihan Strategi Trump saat Perang Iran Makin Memburuk
Komandan CENTCOM Klaim...
Komandan CENTCOM Klaim Serangan AS di sekitar Hormuz Tidak Efektif, kecuali Perang Besar-besaran
Siapa dan Apa yang Mempengaruhi...
Siapa dan Apa yang Mempengaruhi Trump untuk Menghentikan Perang Iran?
2 Hari Tanpa Serangan...
2 Hari Tanpa Serangan AS, Iran: Strategi Kami Adalah Pembalasan
Setelah 13 Hari Menyerang...
Setelah 13 Hari Menyerang Iran, Trump Tunda Invasi Udara, Ini 5 Pertimbangannya
5 Fakta Pidato Trump...
5 Fakta Pidato Trump di Jamuan Jurnalis Gedung Putih, Ingin Jadi Capres pada Pilpres Mendatang
Korsel Terjunkan Robot...
Korsel Terjunkan Robot PiBot untuk Kemudikan Kapal Perang
Iran Tolak Usulan Gencatan...
Iran Tolak Usulan Gencatan Senjata AS yang Disampaikan PM Irak
6 Calon Sekjen PBB Debat,...
6 Calon Sekjen PBB Debat, Paparkan Atasi Konflik Global di Masa Depan
Rekomendasi
Perkuat Ketahanan Bencana,...
Perkuat Ketahanan Bencana, Pertagas OEJA Gelar Kencana Si Udin di Gresik
Soal Waktu : Benarkah...
Soal Waktu : Benarkah Sehari di Akhirat Sama dengan 1.000 Tahun di Dunia?
Nothing Ear (3a): Berani...
Nothing Ear (3a): Berani Beda di Pasar yang Menghukum Merek Asing
Berita Terkini
Tak Ada Jalan Keluar,...
Tak Ada Jalan Keluar, 6 Pilihan Strategi Trump saat Perang Iran Makin Memburuk
Rudal Iran Makin Akurat...
Rudal Iran Makin Akurat Gempur Pangkalan AS, Benar Canggih atau Dibantu Rusia dan China?
Mata-matai Para Pemimpin...
Mata-matai Para Pemimpin Rusia, Swedia Dirikan Biro Intelijen seperti MI6
Menghilang 27 Tahun,...
'Menghilang' 27 Tahun, Kapal Perang Nuklir 28.000 Ton Rusia Bersiap untuk Tempur Lagi
Komandan CENTCOM Klaim...
Komandan CENTCOM Klaim Serangan AS di sekitar Hormuz Tidak Efektif, kecuali Perang Besar-besaran
Penembakan Massal Guncang...
Penembakan Massal Guncang Festival Makanan AS, 3 Orang Tewas, 4 Luka
Infografis
Saat Sekutu Berhenti...
Saat Sekutu Berhenti Menuruti Donald Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved