Zionis Israel Ngamuk, Bombardir Yaman Tewaskan 8 Orang
Jum'at, 26 September 2025 - 08:08 WIB
loading...
Militer Zionis Israel bombardir wilayah Sanaa, Yaman, pada Kamis (25/9/2025). Ini sebagai respons atas serangan drone Houthi Yaman di Eilat yang melukai 22 warga Israel. Foto/Anadolu/via Middle East Monitor
A
A
A
SANAA - Militer Zionis Israel telah membombardir wilayah Yaman pada hari Kamis, dengan mengeklaim menargetkan kelompok Houthi. Serangan ini sebagai respons setelah serangan drone Houthi melukai 22 orang di Eilat, Israel.
Kementerian Kesehatan yang dipimpin Houthi mengatakan delapan orang tewas dan 142 lainnya terluka dalam serangan udara militer Zionis. Serangan tersebut menghantam fasilitas sipil dan layanan publik. Tim pertahanan sipil masih bekerja di lokasi kejadian.
Militer Israel mengeklaim bahwa markas besar kendali staf umum Houthi, kompleks keamanan dan intelijen, serta kamp militer termasuk di antara target yang diserang oleh Angkatan Udara-nya.
Baca Juga: Drone Houthi Berhasil Tembus Iron Dome dan Hantam Israel, 22 Warga Zionis Terluka
"Kami kini telah melancarkan serangan dahsyat terhadap sejumlah target teror dari organisasi teror Houthi di Sanaa," kata Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, dalam sebuah unggahan di X.
Serangan hari Kamis merupakan yang terbaru dalam lebih dari setahun konflik Israel-Houthi, yang merupakan imbas dari perang brutal Israel di Gaza.
Stasiun televisi al-Masirah yang dikelola Houthi melaporkan serangan udara Zionis menargetkan pembangkit listrik Dhahban dan beberapa permukiman.
Warga Yaman mengatakan kepada Reuters bahwa serangan itu ditujukan ke wilayah di selatan dan barat Sanaa.
"Mengerikan," kata seorang saksi mata kepada Reuters, Jumat (26/9/2025), seraya mengatakan bahwa wilayah itu telah tertutup debu.
"Saat melintasi jalan, saya melihat puluhan perempuan dan anak-anak berlumuran darah," ujarnya.
Serangan itu terjadi saat pidato yang direkam sebelumnya oleh pemimpin Houthi Abdul Malik al-Houthi sedang disiarkan.
Pada hari Rabu, setidaknya 22 orang terluka setelah sebuah drone yang diluncurkan dari Yaman menghantam sebuah hotel di Eilat, menurut layanan ambulans Israel. Dari 22 korban dua di antaranya berada dalam kondisi kritis.
Pada bulan Agustus, Israel melancarkan serangan yang menewaskan perdana menteri pemerintahan Houthi dan beberapa menteri lainnya, serangan pertama yang menewaskan pejabat senior kelompok tersebut.
Kementerian Kesehatan yang dipimpin Houthi mengatakan delapan orang tewas dan 142 lainnya terluka dalam serangan udara militer Zionis. Serangan tersebut menghantam fasilitas sipil dan layanan publik. Tim pertahanan sipil masih bekerja di lokasi kejadian.
Militer Israel mengeklaim bahwa markas besar kendali staf umum Houthi, kompleks keamanan dan intelijen, serta kamp militer termasuk di antara target yang diserang oleh Angkatan Udara-nya.
Baca Juga: Drone Houthi Berhasil Tembus Iron Dome dan Hantam Israel, 22 Warga Zionis Terluka
"Kami kini telah melancarkan serangan dahsyat terhadap sejumlah target teror dari organisasi teror Houthi di Sanaa," kata Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, dalam sebuah unggahan di X.
Serangan hari Kamis merupakan yang terbaru dalam lebih dari setahun konflik Israel-Houthi, yang merupakan imbas dari perang brutal Israel di Gaza.
Stasiun televisi al-Masirah yang dikelola Houthi melaporkan serangan udara Zionis menargetkan pembangkit listrik Dhahban dan beberapa permukiman.
Warga Yaman mengatakan kepada Reuters bahwa serangan itu ditujukan ke wilayah di selatan dan barat Sanaa.
"Mengerikan," kata seorang saksi mata kepada Reuters, Jumat (26/9/2025), seraya mengatakan bahwa wilayah itu telah tertutup debu.
"Saat melintasi jalan, saya melihat puluhan perempuan dan anak-anak berlumuran darah," ujarnya.
Serangan itu terjadi saat pidato yang direkam sebelumnya oleh pemimpin Houthi Abdul Malik al-Houthi sedang disiarkan.
Pada hari Rabu, setidaknya 22 orang terluka setelah sebuah drone yang diluncurkan dari Yaman menghantam sebuah hotel di Eilat, menurut layanan ambulans Israel. Dari 22 korban dua di antaranya berada dalam kondisi kritis.
Pada bulan Agustus, Israel melancarkan serangan yang menewaskan perdana menteri pemerintahan Houthi dan beberapa menteri lainnya, serangan pertama yang menewaskan pejabat senior kelompok tersebut.
(mas)
Lihat Juga :