Iran Dipasok Jet Tempur MiG-29 dan Sistem Rudal S-400 Rusia, Musuh Israel Itu Kini Bangkit
Kamis, 25 September 2025 - 11:57 WIB
loading...
A
A
A
“Jet tempur MiG-29 Rusia telah tiba di Iran dan ditempatkan di Shiraz, sementara jet Sukhoi Su-35 juga sedang dalam perjalanan,” kata Zohrevand, yang dilansir Newsweek, Kamis (25/9/2025).
Dia menambahkan, sistem pertahanan udara HQ-9 China dan sistem S-400 Rusia juga telah dipasok ke Iran dalam jumlah yang signifikan.
Iran telah lama berjuang untuk memodernisasi Angkatan Udara-nya, yang masih sangat bergantung pada jet tempur buatan AS yang dibeli sebelum revolusi 1979, ditambah dengan sejumlah kecil pesawat Rusia dan platform yang di-upgrade di dalam negeri.
Kerentanan negara itu terungkap ketika serangan Israel menghancurkan sistem pertahanan udara S-300 terakhir yang dipasok Rusia, yang diperoleh Teheran pada tahun 2016, meninggalkan celah yang signifikan dalam jaringan perlindungannya.
Sebagai kompensasinya, Iran telah memperkuat pertahanan udara dalam negerinya dengan mengembangkan sistem rudal darat-ke-udara jarak jauh Bavar-373, sistem rudal Khordad dan Sayyad, sistem pertahanan rudal anti-balistik jarak jauh Arman, dan sistem rudal darat-ke-udara jarak jauh S-200 Ghareh.
Selain pengembangan militernya, Iran berupaya untuk memanfaatkan kapabilitasnya yang terus berkembang secara diplomatis.
Dia menambahkan, sistem pertahanan udara HQ-9 China dan sistem S-400 Rusia juga telah dipasok ke Iran dalam jumlah yang signifikan.
Iran telah lama berjuang untuk memodernisasi Angkatan Udara-nya, yang masih sangat bergantung pada jet tempur buatan AS yang dibeli sebelum revolusi 1979, ditambah dengan sejumlah kecil pesawat Rusia dan platform yang di-upgrade di dalam negeri.
Kerentanan negara itu terungkap ketika serangan Israel menghancurkan sistem pertahanan udara S-300 terakhir yang dipasok Rusia, yang diperoleh Teheran pada tahun 2016, meninggalkan celah yang signifikan dalam jaringan perlindungannya.
Sebagai kompensasinya, Iran telah memperkuat pertahanan udara dalam negerinya dengan mengembangkan sistem rudal darat-ke-udara jarak jauh Bavar-373, sistem rudal Khordad dan Sayyad, sistem pertahanan rudal anti-balistik jarak jauh Arman, dan sistem rudal darat-ke-udara jarak jauh S-200 Ghareh.
Selain pengembangan militernya, Iran berupaya untuk memanfaatkan kapabilitasnya yang terus berkembang secara diplomatis.
Lihat Juga :