Trump Akan Bahas Gaza Bersama Prabowo dan Pemimpin Negara Muslim
Selasa, 23 September 2025 - 14:12 WIB
loading...
A
A
A
Laporan itu menambahkan, selain membebaskan para sandera Israel dan mengakhiri perang, Trump diperkirakan akan membahas rencana AS seputar penarikan pasukan Israel dan pemerintahan pascaperang di Gaza, tanpa keterlibatan Hamas.
Washington ingin negara-negara Arab dan Muslim sepakat untuk mengirim pasukan militer ke Gaza guna memungkinkan penarikan pasukan Israel dan mengamankan pendanaan untuk program transisi dan pembangunan kembali wilayah tersebut.
Trump akan berpidato di Majelis Umum PBB hari ini, sehari setelah puluhan pemimpin dunia berkumpul di PBB untuk mendukung Negara Palestina, sebuah langkah diplomatik penting yang telah berlangsung hampir dua tahun dalam perang Gaza yang menghadapi perlawanan sengit dari Israel dan Amerika Serikat.
Kedua negara mengatakan solusi dua negara adalah satu-satunya cara untuk mencapai perdamaian, tetapi Israel mengatakan pengakuan Negara Palestina merupakan hadiah bagi ekstremisme.
Serangan brutal Israel di Gaza sejak Oktober 2023 telah menewaskan puluhan ribu orang, membuat seluruh penduduk Gaza mengungsi, dan memicu krisis kelaparan. Berbagai pakar hak asasi manusia, akademisi, dan penyelidikan PBB menilai hal itu merupakan genosida.
Israel menyebut tindakannya sebagai pembelaan diri setelah serangan Oktober 2023 oleh kelompok militan Hamas yang menewaskan 1.200 orang dan menyandera lebih dari 250 orang. Israel juga telah mengebom Iran, Lebanon, Yaman, Suriah, dan Qatar selama perangnya di Gaza.
Washington ingin negara-negara Arab dan Muslim sepakat untuk mengirim pasukan militer ke Gaza guna memungkinkan penarikan pasukan Israel dan mengamankan pendanaan untuk program transisi dan pembangunan kembali wilayah tersebut.
Trump akan berpidato di Majelis Umum PBB hari ini, sehari setelah puluhan pemimpin dunia berkumpul di PBB untuk mendukung Negara Palestina, sebuah langkah diplomatik penting yang telah berlangsung hampir dua tahun dalam perang Gaza yang menghadapi perlawanan sengit dari Israel dan Amerika Serikat.
Kedua negara mengatakan solusi dua negara adalah satu-satunya cara untuk mencapai perdamaian, tetapi Israel mengatakan pengakuan Negara Palestina merupakan hadiah bagi ekstremisme.
Serangan brutal Israel di Gaza sejak Oktober 2023 telah menewaskan puluhan ribu orang, membuat seluruh penduduk Gaza mengungsi, dan memicu krisis kelaparan. Berbagai pakar hak asasi manusia, akademisi, dan penyelidikan PBB menilai hal itu merupakan genosida.
Israel menyebut tindakannya sebagai pembelaan diri setelah serangan Oktober 2023 oleh kelompok militan Hamas yang menewaskan 1.200 orang dan menyandera lebih dari 250 orang. Israel juga telah mengebom Iran, Lebanon, Yaman, Suriah, dan Qatar selama perangnya di Gaza.
Lihat Juga :