Putin Dilaporkan Pecat Ajudan Utama yang Ingin Akhiri Perang Ukraina, Ini Respons Kremlin
Jum'at, 19 September 2025 - 10:52 WIB
loading...
A
A
A
Kozak pernah menjadi salah satu penasihat terdekat Putin dan mengawasi strategi Kremlin di Ukraina hingga peran ini dialihkan kepada Sergei Kiriyenko pada tahun 2022.
Kepergian Kozak dari Kremlin akan memperkuat kekuasaan dan tanggung jawab Kiriyenko di lingkaran dalam Kremlin, menunjukkan komitmen Putin untuk melanjutkan perang di Ukraina dan memenuhi tuntutan perang maksimalisnya.
Olena Rohoza, pengguna X pro-Ukraina, menulis: "Satu-satunya orang di lingkaran dalam Putin yang menentang perang telah meninggalkan Kremlin."
Leonid Volkov, lawan politik Putin di Rusia, menulis di X: "Apakah kita sekarang harus membesar-besarkan Kozak menjadi tokoh anti-perang? Pria itu menghabiskan 20 tahun membangun Putinisme. Kemudian selama 3,5 tahun dia membantu teroris selama perang."
Sementara itu, jajak pendapat yang dilakukan oleh Kyiv International Institute of Sociology (KIIS) menemukan bahwa tiga perempat warga Ukraina ingin terus berperang melawan Rusia. Survei yang dilakukan antara 2-14 September 2025 menunjukkan bahwa 76 persen warga Ukraina yakin Ukraina dapat menang dengan dukungan Barat yang memadai.
Juga ditemukan bahwa proposal perdamaian Moskow yang menuntut penarikan pasukan Ukraina dari wilayah Donbas timur ditolak mentah-mentah oleh 75 persen warga.
Kepergian Kozak dari Kremlin akan memperkuat kekuasaan dan tanggung jawab Kiriyenko di lingkaran dalam Kremlin, menunjukkan komitmen Putin untuk melanjutkan perang di Ukraina dan memenuhi tuntutan perang maksimalisnya.
Olena Rohoza, pengguna X pro-Ukraina, menulis: "Satu-satunya orang di lingkaran dalam Putin yang menentang perang telah meninggalkan Kremlin."
Leonid Volkov, lawan politik Putin di Rusia, menulis di X: "Apakah kita sekarang harus membesar-besarkan Kozak menjadi tokoh anti-perang? Pria itu menghabiskan 20 tahun membangun Putinisme. Kemudian selama 3,5 tahun dia membantu teroris selama perang."
Sementara itu, jajak pendapat yang dilakukan oleh Kyiv International Institute of Sociology (KIIS) menemukan bahwa tiga perempat warga Ukraina ingin terus berperang melawan Rusia. Survei yang dilakukan antara 2-14 September 2025 menunjukkan bahwa 76 persen warga Ukraina yakin Ukraina dapat menang dengan dukungan Barat yang memadai.
Juga ditemukan bahwa proposal perdamaian Moskow yang menuntut penarikan pasukan Ukraina dari wilayah Donbas timur ditolak mentah-mentah oleh 75 persen warga.
(mas)
Lihat Juga :