Putin Dilaporkan Pecat Ajudan Utama yang Ingin Akhiri Perang Ukraina, Ini Respons Kremlin
Jum'at, 19 September 2025 - 10:52 WIB
loading...
A
A
A
Menurut laporan Newsweek, Kozak menentang invasi skala penuh Rusia terhadap Ukraina. Keluarnya dia dari lingkaran dalam Kremlin menandakan komitmen Putin dan timnya untuk melanjutkan perang yang akan berdampak pada pemerintahan Presiden AS Donald Trump yang telah berulang kali mencoba memfasilitasi negosiasi antara Moskow dan Kyiv.
Mengutip dua sumber yang tidak disebutkan namanya, media pemerintah Rusia; RBC, melaporkan bahwa Kozak telah mengundurkan diri dari jabatannya sebagai wakil kepala staf kepresidenan "atas kemauannya sendiri" untuk mengejar kepentingan bisnis.
Namun, ISW mengatakan bahwa pejabat senior Kremlin dengan dukungan Putin kemungkinan mendorong Kozak keluar dari jabatannya setelah bertahun-tahun berselisih dengan sang presiden soal Ukraina.
Kozak disebut-sebut telah menengahi kesepakatan Moskow dengan Kyiv pada awal perang yang akan menghalangi Ukraina menjadi anggota NATO, tetapi kesepakatan ini ditolak oleh Putin karena dia ingin mencaplok wilayah Ukraina.
The New York Times melaporkan pada bulan Agustus bahwa Kozak kehilangan pengaruhnya di Kremlin setelah dia mendesak Putin untuk menghentikan pertempuran di Ukraina, memulai negosiasi perdamaian, dan mengurangi kekuatan badan keamanan Rusia. Namun Kozak tidak mengumumkan tuntutannya itu kepada publik.
Menurut ISW, pada bulan Agustus, Putin menandatangani dekrit yang menghapuskan dua departemen kepresidenan yang diawasi Kozak, kemungkinan sebagai persiapan untuk kepergiannya dari lingkaran dalam Kremlin.
Mengutip dua sumber yang tidak disebutkan namanya, media pemerintah Rusia; RBC, melaporkan bahwa Kozak telah mengundurkan diri dari jabatannya sebagai wakil kepala staf kepresidenan "atas kemauannya sendiri" untuk mengejar kepentingan bisnis.
Namun, ISW mengatakan bahwa pejabat senior Kremlin dengan dukungan Putin kemungkinan mendorong Kozak keluar dari jabatannya setelah bertahun-tahun berselisih dengan sang presiden soal Ukraina.
Kozak disebut-sebut telah menengahi kesepakatan Moskow dengan Kyiv pada awal perang yang akan menghalangi Ukraina menjadi anggota NATO, tetapi kesepakatan ini ditolak oleh Putin karena dia ingin mencaplok wilayah Ukraina.
The New York Times melaporkan pada bulan Agustus bahwa Kozak kehilangan pengaruhnya di Kremlin setelah dia mendesak Putin untuk menghentikan pertempuran di Ukraina, memulai negosiasi perdamaian, dan mengurangi kekuatan badan keamanan Rusia. Namun Kozak tidak mengumumkan tuntutannya itu kepada publik.
Menurut ISW, pada bulan Agustus, Putin menandatangani dekrit yang menghapuskan dua departemen kepresidenan yang diawasi Kozak, kemungkinan sebagai persiapan untuk kepergiannya dari lingkaran dalam Kremlin.
Lihat Juga :