Rusia Diduga Bantu Korut Bangun Kapal Selam Nuklir, Sekutu AS Cemas
Kamis, 18 September 2025 - 18:37 WIB
loading...
A
A
A
“Hampir mustahil bagi Korea Utara untuk membangun kapal selam bertenaga nuklir modern dengan teknologi dan materialnya sendiri,” katanya.
“Misalnya, Korea Utara belum menguasai baja berkekuatan tarik tinggi untuk lambung kapal selam atau mengamankan semikonduktor untuk sensor kapal selam canggih," paparnya.
Pada Kongres Ke-8 Partai Buruh pada Januari 2021, Korea Utara mendeklarasikan lima tujuan pertahanan inti, termasuk pengembangan kapal selam bertenaga nuklir dan senjata nuklir strategis yang diluncurkan dari kapal selam. Sejak saat itu, Pyongyang telah menekankan upayanya untuk mengembangkan kapal selam bertenaga nuklir guna meningkatkan kemampuan Angkatan Laut-nya.
“Kita tidak dapat mengesampingkan kemungkinan Rusia mentransfer teknologi kapal selam ke Korea Utara, mengingat aliansi militer mereka yang semakin erat,” kata Yang Moo-jin, presiden University of North Korean Studies.
Namun, para pakar menekankan bahwa Korea Utara masih jauh tertinggal dari negara tetangganya; Korea Selatan, dalam hal kemampuan Angkatan Laut.
Korea Selatan mengoperasikan kapal selam serang diesel-listrik berbobot 3.000 ton rancangan dalam negeri dan berhasil menguji coba rudal balistik yang diluncurkan dari kapal selam (SLBM) pada tahun 2021—sebuah pencapaian yang menggarisbawahi keunggulan teknologinya di kawasan tersebut.
“Korea Selatan secara luas dianggap sebagai pembangun dan operator kapal selam non-nuklir yang canggih,” ujar Hong.
“Misalnya, Korea Utara belum menguasai baja berkekuatan tarik tinggi untuk lambung kapal selam atau mengamankan semikonduktor untuk sensor kapal selam canggih," paparnya.
Pada Kongres Ke-8 Partai Buruh pada Januari 2021, Korea Utara mendeklarasikan lima tujuan pertahanan inti, termasuk pengembangan kapal selam bertenaga nuklir dan senjata nuklir strategis yang diluncurkan dari kapal selam. Sejak saat itu, Pyongyang telah menekankan upayanya untuk mengembangkan kapal selam bertenaga nuklir guna meningkatkan kemampuan Angkatan Laut-nya.
“Kita tidak dapat mengesampingkan kemungkinan Rusia mentransfer teknologi kapal selam ke Korea Utara, mengingat aliansi militer mereka yang semakin erat,” kata Yang Moo-jin, presiden University of North Korean Studies.
Namun, para pakar menekankan bahwa Korea Utara masih jauh tertinggal dari negara tetangganya; Korea Selatan, dalam hal kemampuan Angkatan Laut.
Korea Selatan mengoperasikan kapal selam serang diesel-listrik berbobot 3.000 ton rancangan dalam negeri dan berhasil menguji coba rudal balistik yang diluncurkan dari kapal selam (SLBM) pada tahun 2021—sebuah pencapaian yang menggarisbawahi keunggulan teknologinya di kawasan tersebut.
“Korea Selatan secara luas dianggap sebagai pembangun dan operator kapal selam non-nuklir yang canggih,” ujar Hong.
(mas)
Lihat Juga :