Takaichi Siap Jadi PM Perempuan Pertama Jepang, Dikenal sebagai Kritikus Keras China

Kamis, 18 September 2025 - 17:22 WIB
loading...
Takaichi Siap Jadi PM...
Sanae Takaichi, politikus yang terkenal kritis pada China, menyatakan siap untuk menjadi perdana menteri perempuan pertama Jepang. Foto/The New York Times/Yoshikazu Tsuno
A A A
TOKYO - Sanae Takaichi, tokoh politik Jepang yang agresif sekaligus kritikus keras China, mengumumkan bahwa dia akan mencalonkan diri dalam pemilihan pimpinan partai yang berkuasa. Ini akan menjadi jalan baginya untuk menjadi perdana menteri (PM) perempuan pertama negara tersebut.

Dianggap sebagai salah satu favorit dalam persaingan ini, Takaichi akan bersaing dengan menteri pertanian populer, Shinjiro Koizumi, yang diperkirakan akan secara resmi menyatakan pencalonannya besok.

Keduanya berambisi untuk menggantikan Perdana Menteri Shigeru Ishiba sebagai ketua Partai Demokrat Liberal (LDP) yang berkuasa dalam pemungutan suara partai yang dijadwalkan pada 4 Oktober. PM Ishiba telah mengumumkan pengunduran dirinya pada 7 September lalu.

Baca Juga: AS Tunjukkan Sistem Rudal Typhon di Jepang untuk Pertama Kalinya, Senjata yang Bikin China Marah

“Yang kita butuhkan sekarang adalah politik yang mengubah kehidupan sehari-hari dan kecemasan masyarakat tentang masa depan menjadi harapan dan impian,” kata Takaichi dalam pidato singkat hari ini (18/9/2025), saat mengumumkan pencalonannya.

“Dan politik yang kuat jugalah yang akan mengatasi krisis yang dihadapi Jepang,” ujarnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
China Ungguli AS dalam...
China Ungguli AS dalam Popularitas Global, Xi Jinping Dianggap Lebih Positif daripada Trump
Trump Tuduh China Ikut...
Trump Tuduh China Ikut Campur Pemilu AS: Kompromi Data Terbesar dalam Sejarah!
China Investasikan Rp900...
China Investasikan Rp900 Triliun untuk Pelabuhan Afrika, Analis Soroti Risiko Utang
Media China Gambarkan...
Media China Gambarkan Orang Filipina sebagai Monyet, Manila Marah
Anggota Politbiro Partai...
Anggota Politbiro Partai Komunis China Dipecat karena Korupsi Skala Besar dan Skandal Seks
Ekonomi China Kuartal...
Ekonomi China Kuartal II Tumbuh 4,3%, Terendah dalam 3 Tahun Terakhir
Houthi Akan Tutup Selat...
Houthi Akan Tutup Selat Bab el-Mandeb Jika AS Serang Fasilitas Energi Iran
Rusia Hancurkan Kapal...
Rusia Hancurkan Kapal Kargo Bawa Senjata untuk Ukrina di Pulau Ular Laut Hitam
Rekomendasi
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Sumbagut: Antrean BBM di SPBU Mulai Terurai
Messi, Yamal, dan Takdir...
Messi, Yamal, dan Takdir Angka 19
Ada Konser Akbar di...
Ada Konser Akbar di Monas, Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
Berita Terkini
Houthi Ancam Serang...
Houthi Ancam Serang Infrastruktur Minyak Saudi jika Perang Terus Berlanjut
PM Irak Pernah Ditawari...
PM Irak Pernah Ditawari Suap Rp3,5 Triliun, tapi Justru Bentuk Badan Pemberantasan Korupsi
Setelah 4 Bulan Tenang...
Setelah 4 Bulan Tenang dan Nyaman, Arab Saudi Kembali Dibombardir Iran
Iran Peringatkan Negara-negara...
Iran Peringatkan Negara-negara Penampung Pasukan AS Bersiap Hadapi Respons Setara
Tentara AS Terluka dalam...
Tentara AS Terluka dalam Serangan Iran di Yordania, Pentagon Belum Mengakui
Memanas, Iran Ancam...
Memanas, Iran Ancam Minta Houthi Blokir Selat Bab al-Mandeb, Perdagangan Global Kian Tercekik
Infografis
Popularitas Turun, Yoshihide...
Popularitas Turun, Yoshihide Suga akan Mundur sebagai PM Jepang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved