Coba Tembus Blokade Israel di Gaza, 18 Kapal Bantuan Mulai Berlayar dari Tunisia dan Yunani

Kamis, 18 September 2025 - 13:10 WIB
loading...
Coba Tembus Blokade...
Kapal pertama Armada Sumud Global berlayar dari Pelabuhan Binzert menuju Gaza untuk menerobos blokade Israel dan mengirimkan bantuan kemanusiaan di Bizerte, Tunisia, pada 14 September 2025. Foto/Mohamed Mdalla/Anadolu Agency
A A A
TUNIS - Sebanyak 18 kapal dari armada bantuan mulai berlayar menuju wilayah Palestina yang diblokade Israel. Kabar itu diungkap penyelenggara pada hari Rabu (17/9/2025) di tengah serangan darat yang dilancarkan rezim Zionis di Kota Gaza.

Kapal-kapal yang berangkat tersebut termasuk 12 kapal dari Tunisia dan enam kapal dari Syros, Yunani, sebagai bagian dari Armada Sumud Global.

“Armada Maghreb telah memberangkatkan 12 kapal dari Tunisia menuju Gaza,” ujar Jawaher Channa, anggota komite pengarah, kepada Anadolu.

Ia mengatakan koalisi sedang mempersiapkan kapal lain untuk berlayar menuju Gaza pada Rabu malam.

“Semua kapal armada Maghreb tidak dapat berlayar sekaligus dari pelabuhan Tunisia karena kesulitan teknis dan logistik,” ujarnya.

Menurut Channa, “Kapal Keluarga” Spanyol, kapal terbesar dalam armada bantuan tersebut, telah meninggalkan pelabuhan Bizerte di Tunisia utara dan tiba di perairan teritorial Italia.

"Semua kapal yang berangkat akan bertemu di perairan Italia untuk bergabung dengan armada Spanyol dan Italia," ujarnya.

Sementara itu, Armada Sumud Global mengatakan di X bahwa, “Enam kapal, dengan 26 warga Yunani dan 20 aktivis internasional di dalamnya, telah berlayar dari Syros, Yunani, dan sedang dalam perjalanan untuk bergabung dengan armada solidaritas menuju Gaza."

Pada hari Selasa, Komite Internasional untuk Mematahkan Pengepungan Israel di Gaza mengatakan semua kapal akan berkumpul di dekat Malta sebelum berlayar bersama menuju pantai enklave Palestina tersebut.

Konvoi saat ini adalah yang terbesar dari jenisnya, yang bertujuan menantang blokade dan mengirimkan bantuan kemanusiaan kepada warga Palestina di Gaza, di mana kondisi kelaparan telah melanda akibat penutupan semua penyeberangan oleh Israel selama berbulan-bulan.

Militer Israel telah menewaskan hampir 65.000 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak, di Gaza sejak Oktober 2023.

Pengeboman yang tak henti-hentinya telah membuat daerah kantong itu tak layak huni dan menyebabkan kelaparan serta penyebaran penyakit.

Baca juga: Tebar Teror dan Kehancuran, Israel Banjiri Kota Gaza dengan Robot Bom Kendali Jarak Jauh
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Kerja Sama Yunani-China...
Kerja Sama Yunani-China Diperdebatkan, Legislator Tolak Status 'Mitra Lemah'
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
Belanda Kunci Juara...
Belanda Kunci Juara Grup F usai Kalahkan Tunisia 3-1
Teken Perjanjian Damai...
Teken Perjanjian Damai dengan AS, Dubes Iran: InsyaAllah Kita Dapat Perdamaian Permanen di Kawasan
Ngamuk! Iran Klaim Hancurkan...
Ngamuk! Iran Klaim Hancurkan 8 Lokasi Militer AS di Kuwait dan Bahrain
Rekomendasi
Pramono Bakal Bangun...
Pramono Bakal Bangun 11 Rusun Baru Pakai APBD, Ini Lokasinya
Tak Sekadar Nyaman,...
Tak Sekadar Nyaman, Hunian Masa Depan Kini Mengandalkan Energi Hijau
Mengemudikan Mobil Manual...
Mengemudikan Mobil Manual Lebih Menyehatkan Otak Dibandingkan Otomatis
Berita Terkini
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Infografis
128.000 Warga Israel...
128.000 Warga Israel Dukung Penghentian Genosida di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved