Iran Gantung Warganya atas Tuduhan Jadi Mata-mata Mossad sejak 2022

Kamis, 18 September 2025 - 11:39 WIB
loading...
A A A

Versi Lain tentang Shahbazi


Laporan lain versi Iran International menyebutkan bahwa Babak Shahbazi adalah tahanan politik. Ayah dua anak tersebut telah dipindahkan ke sel isolasi pada hari Selasa setelah pengadilan di Teheran menolak permintaan ketiganya untuk persidangan ulang, menurut sumber yang dekat dengan keluarganya kepada Iran International.

Dia ditahan pada Januari 2024 dan kemudian dihukum karena menjadi mata-mata Israel, sebuah tuduhan yang dia bantah.

Kelompok-kelompok hak asasi manusia menggambarkan proses hukumnya sangat tidak adil dan didasarkan pada pengakuan paksa yang diperoleh melalui penyiksaan.

"Pengadilan menolak permintaan kami untuk persidangan ulang untuk ketiga kalinya pagi ini dan memindahkannya ke sel isolasi sekitar tengah hari," kata sumber tersebut.

"Kami khawatir mereka mungkin telah membawanya ke sel isolasi sebagai persiapan untuk eksekusi," imbuh dia.

Shahbazi ditahan di penjara Ghezel Hesar, salah satu penjara terbesar di Iran, yang terletak sekitar 20 kilometer barat laut ibu kota, Teheran.

Hukuman pertamanya dijatuhkan pada Mei 2025 oleh Hakim Abolghasem Salavati, yang dijatuhi sanksi oleh Amerika Serikat pada tahun 2019 karena memimpin persidangan yang tidak adil, memaksa pengakuan, dan menjatuhkan hukuman berat kepada tahanan politik dan jurnalis.

Sumber tersebut mengatakan Shahbazi telah mengirim pesan kepada Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada tahun 2022, menawarkan bantuan melawan invasi Rusia.

Pesan-pesan tersebut kemudian dipalsukan oleh otoritas Iran agar tampak seolah-olah ditujukan kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan militer Israel, papar sumber tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Iran Nyatakan Pangkalan...
Iran Nyatakan Pangkalan Inggris Target Sah, Tentara London Siaga 24 Jam
Trump: Syarat Arab Saudi...
Trump: Syarat Arab Saudi Miliki Program Nuklir Harus Akui Negara Israel
Israel Kerahkan Senjata...
Israel Kerahkan Senjata Super HYPNOSIS untuk Butakan Semua Target Terbang
Ledakan Dahsyat Runtuhkan...
Ledakan Dahsyat Runtuhkan Terowongan di India, Tewaskan 12 Pekerja
Terungkap! Israel Kekurangan...
Terungkap! Israel Kekurangan Dana untuk Perang, Defisit Anggaran Parah
Rekomendasi
Kendalikan Konsumsi...
Kendalikan Konsumsi BBM Subsidi saat Harga Minyak Dunia Mendidih, Purbaya Sebut Kuota Tetap
Harga Emas Antam Anjlok...
Harga Emas Antam Anjlok Parah di Hari Jumat, Turun Tajam hingga Rp35 Ribu/Gram
HWB Serang Resmi Diluncurkan...
HWB Serang Resmi Diluncurkan Besok , Harga Mulai dari Rp101 Juta
Berita Terkini
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
Ini Sosok Pangeran Arab...
Ini Sosok Pangeran Arab Saudi yang Tewas di Hotel Mewah usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Infografis
IRGC Lumpuhkan 69 Mata-mata...
IRGC Lumpuhkan 69 Mata-mata Mossad saat Beroperasi di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved