Iran Gantung Warganya atas Tuduhan Jadi Mata-mata Mossad sejak 2022

Kamis, 18 September 2025 - 11:39 WIB
loading...
Iran Gantung Warganya...
Babak Shahbazi, warga Iran yang digantung pihak berwenang atas tuduhan menjadi mata-mata Mossad sejak 2022. Foto/Iran International
A A A
TEHERAN - Pihak berwenang Iran telah menjalankan eksekusi gantung terhadap seorang pria lokal pada hari Rabu setelah dinyatakan bersalah menjadi mata-mata untuk badan intelijen Israel; Mossad. Menurut pengadilan, terpidana sudah membocorkan rahasia negara kepada Zionis Israel sejak 2022.

“Babak Shahbazi dieksekusi dengan cara digantung pagi ini setelah menjalani proses hukum yang semestinya dan pengukuhan hukumannya oleh Mahkamah Agung,” demikian pernyataan situs web pengadilan Iran; Mizan Online.

Tidak jelas kapan Shahbazi ditangkap, tetapi pernyataan Mizan mengatakan dia dijatuhi hukuman mati atas pelanggaran berat “kerusakan di muka bumi” dan “berperang melawan Tuhan”.

Baca Juga: Iran Gantung Ilmuwan Nuklirnya karena Jadi Mata-mata Mossad

Mizan melaporkan bahwa dia terlibat dalam perancangan dan pemasangan sistem pendingin industri untuk perusahaan-perusahaan yang terkait dengan organisasi dan fasilitas militer, keamanan, dan telekomunikasi.

"Aksesnya ke situs-situs ini memungkinkannya memberikan informasi kepada Mossad dengan imbalan uang dan izin tinggal di negara asing," lanjut pernyataan Mizan.

Sejak perangnya dengan Israel pada bulan Juni, Iran telah berjanji untuk segera menegakkan keadilan bagi orang-orang yang dituduh bekerja sama dengan musuh bebuyutannya.

Pada bulan Agustus, pihak berwenang mengeksekusi Roozbeh Vadi—yang bekerja di anak perusahaan Organisasi Energi Atom Iran—setelah memvonisnya bersalah karena menyerahkan informasi tentang ilmuwan dan fasilitas nuklir Iran kepada Mossad.

Pada akhir Juli, badan intelijen Iran mengatakan telah menangkap 20 mata-mata, agen operasional dan pendukung Mossad, dan elemen-elemen yang terkait dengan perwira intelijen rezim Zionis Israel di Teheran serta beberapa provinsi lainnya.

Eksekusi terbaru ini menjadikan Iran sebagai algojo paling produktif kedua di dunia setelah China, menurut kelompok-kelompok hak asasi manusia, termasuk Amnesty International.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Iran Nyatakan Pangkalan...
Iran Nyatakan Pangkalan Inggris Target Sah, Tentara London Siaga 24 Jam
Trump: Syarat Arab Saudi...
Trump: Syarat Arab Saudi Miliki Program Nuklir Harus Akui Negara Israel
Israel Kerahkan Senjata...
Israel Kerahkan Senjata Super HYPNOSIS untuk Butakan Semua Target Terbang
WHO: Wabah Ebola Telah...
WHO: Wabah Ebola Telah Tewaskan Lebih dari 1.000 Orang di RD Kongo dan Uganda
Iran Dilaporkan Tolak...
Iran Dilaporkan Tolak Mentah-Mentah Proposal Gencatan Senjata AS
Rekomendasi
Merek-merek China Menguasai...
Merek-merek China Menguasai Sepertiga Penjualan PHEV di Eropa
Harga Emas Antam Anjlok...
Harga Emas Antam Anjlok Parah di Hari Jumat, Turun Tajam hingga Rp35 Ribu/Gram
Petani Sawit Tagih Bukti...
Petani Sawit Tagih Bukti di Balik Klaim Sukses DSI Tutup Gap Harga Ekspor
Berita Terkini
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
Ini Sosok Pangeran Arab...
Ini Sosok Pangeran Arab Saudi yang Tewas di Hotel Mewah usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa 10.000 Orang Mengungsi, Spanyol Nyatakan Darurat Nasional
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved