Rusia Ungkap 3 Kelemahan Utama NATO, Salah Satunya Tak Memiliki Pertahanan Drone
Senin, 15 September 2025 - 12:08 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Siapa Sudan Gurung? Mantan DJ yang Menggerakkan Gen Z Nepal Turun ke Jalan
Media Polandia juga mempertanyakan kesiapan negara tersebut. Rzeczpospolita menggambarkan Polandia "tidak berdaya" melawan drone dan melaporkan bahwa sistem anti-drone SkyCTRL yang baru diperoleh sudah memerlukan modernisasi dan peningkatan.
Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan bahwa semua operasi drone terbarunya hanya ditujukan pada target militer Ukraina dan bukan Polandia. Moskow menegaskan kembali kesiapannya untuk mengadakan konsultasi konstruktif dengan Warsawa, alih-alih terlibat dalam "diplomasi megafon".
Rusia telah berulang kali menolak klaim bahwa mereka berencana menyerang NATO, menyebut spekulasi tersebut "omong kosong". Presiden Vladimir Putin menuduh pemerintah Barat menipu rakyatnya untuk membenarkan anggaran militer yang meningkat dan mengalihkan perhatian dari masalah ekonomi dalam negeri.
2. Mengandalkan Jet Tempur Terlalu Mahal
Para pejabat mengatakan NATO tidak mungkin mengerahkan jet F-35 setiap saat untuk mencegat drone. "Rutte sendiri yang menyimpulkan hal itu, dan tidak ada yang membantah," ujar seorang diplomat yang mengetahui pertemuan tersebut kepada media tersebut.Media Polandia juga mempertanyakan kesiapan negara tersebut. Rzeczpospolita menggambarkan Polandia "tidak berdaya" melawan drone dan melaporkan bahwa sistem anti-drone SkyCTRL yang baru diperoleh sudah memerlukan modernisasi dan peningkatan.
3. NATO Tak Siap Melindungi Anggotanya di Eropa Timur
Menurut perhitungan internal NATO yang dikutip oleh Financial Times pada bulan Mei, blok militer pimpinan AS tersebut hanya memiliki 5% pertahanan udara yang dibutuhkan untuk melindungi negara-negara anggota di Eropa Timur, kawasan Baltik, dan Skandinavia secara memadai.Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan bahwa semua operasi drone terbarunya hanya ditujukan pada target militer Ukraina dan bukan Polandia. Moskow menegaskan kembali kesiapannya untuk mengadakan konsultasi konstruktif dengan Warsawa, alih-alih terlibat dalam "diplomasi megafon".
Rusia telah berulang kali menolak klaim bahwa mereka berencana menyerang NATO, menyebut spekulasi tersebut "omong kosong". Presiden Vladimir Putin menuduh pemerintah Barat menipu rakyatnya untuk membenarkan anggaran militer yang meningkat dan mengalihkan perhatian dari masalah ekonomi dalam negeri.
(ahm)
Lihat Juga :