Sudah Saatnya Aliansi Militer Negara-negara Islam Dibentuk, Berikut 5 Faktanya

Senin, 15 September 2025 - 09:42 WIB
loading...
Sudah Saatnya Aliansi...
Negara-negara Arab mendesak dibentuknya aliansi militer negara-negara Islam. Foto/X/@MarketJournalX
A A A
DOHA - Perdana Menteri Irak Mohammed Shia al-Sudani menyerukan pembentukan aliansi militer Islam . Dia dengan mengatakan bahwa tindakan Israel baru-baru ini di Gaza dan Qatar menuntut respons kolektif.

Bukan hanya Irak semata, Mesir juga mendorong usulan tersebut. Bahkan Kairo mengusulkan aliansi militer negara Islam itu bergaya ala NATO.

Sudah Saatnya Aliansi Militer Negara-negara Islam Dibentuk, Berikut 5 Faktanya

1. Israel Makin Semena-mena

Sudani mengatakan serangan udara hari Selasa di Doha, yang menewaskan lima anggota Hamas dan seorang petugas keamanan Qatar, merupakan "pelanggaran hukum internasional yang mengejutkan" dan sebuah pengingat bahwa tindakan Israel mengancam keamanan seluruh kawasan.

"Tidak ada alasan bagi negara-negara Muslim untuk tidak membentuk pasukan keamanan gabungan untuk membela diri," ujarnya kepada saluran Al Jazeera Qatar, mendesak negara-negara Arab dan Islam untuk membangun kemitraan politik, keamanan, dan ekonomi yang komprehensif.

Pernyataannya disampaikan ketika para menteri luar negeri Arab dan Islam bertemu di Doha pada hari Minggu untuk mempersiapkan pertemuan puncak darurat pada hari Senin guna membahas dampak dari serangan Israel terhadap Qatar.

Baca Juga: 3 Alasan Mossad Tolak Perintah Membunuh Pemimpin Hamas di Qatar

2. Menggabungkan Militer Negara-negara Arab

Perdana Menteri Irak menekankan bahwa dunia Islam memiliki "banyak faktor pendorong" yang dapat digunakan untuk menghalangi Israel, memperingatkan bahwa "agresi Israel tidak akan berhenti di Qatar." Ia merujuk pada apa yang ia gambarkan sebagai pembunuhan sistematis di Gaza selama hampir dua tahun.

Serangan Israel menghantam sebuah kompleks perumahan ketika para pemimpin Hamas sedang membahas proposal AS untuk mengakhiri perang di Gaza, tempat lebih dari 64.800 warga Palestina telah tewas sejak Oktober 2023.

Qatar mengutuk serangan itu sebagai "tindakan pengecut" dan pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional, memperingatkan bahwa mereka tidak akan menoleransi "perilaku sembrono" Israel.

Negara Teluk tersebut, bersama dengan AS dan Mesir, telah memainkan peran sentral dalam upaya mediasi untuk mengakhiri perang Israel di Gaza.

Pada hari Kamis, anggota Dewan Keamanan PBB mengutuk serangan terhadap Qatar, dan mendesak semua pihak untuk "memanfaatkan kesempatan untuk perdamaian," namun tidak menyebutkan nama Israel.

3. Aliansi Militer Bergaya NATO

Mesir sedang berupaya menghidupkan kembali kekuatan militer gabungan Arab yang dimodelkan seperti NATO, menurut beberapa laporan berbahasa Arab pada hari Sabtu yang mengaitkan langkah tersebut dengan perang Israel-Hamas dan pertemuan puncak Arab-Islam yang diperkirakan akan diadakan di Doha pada hari Senin.

Sumber-sumber tersebut termasuk surat kabar Al-Akhbar yang pro-Hizbullah di Lebanon, yang mengutip sumber pemerintah di Kairo.

Al-Quds Al-Arabi yang berbasis di London melaporkan bahwa Presiden Abdel Fattah al-Sisi sedang berupaya membangun kembali dukungan Arab untuk pasukan reaksi cepat yang dapat dikerahkan untuk melindungi negara Arab mana pun yang diserang, dan mengatakan bahwa proposal tersebut telah digulirkan dalam kontak diplomatik baru-baru ini menjelang pertemuan puncak tersebut. Media tersebut membingkai gagasan tersebut sebagai payung pertahanan, alih-alih eskalasi dengan Israel.

Surat kabar Palestina, Ma’an, memuat detail serupa dan mengatakan Kairo sedang membahas kontribusi sekitar 20.000 pasukan Mesir dan berupaya menempatkan seorang perwira bintang empat Mesir sebagai komandan, dengan Arab Saudi sebagai mitra utama jika rencana tersebut berjalan. Ma’an menyebut diskusi tersebut masih berlangsung.

Diskusi berfokus pada bagaimana badan semacam itu akan beroperasi, dengan Kairo menekankan bahwa badan tersebut harus dibentuk sesuai dengan demografi dan kapasitas militer negara-negara Arab yang berpartisipasi.

4. Sudah Diusulkan sejak 1 Dekade Lalu

Gagasan tersebut, yang pertama kali dilontarkan hampir satu dekade lalu, gagal terlaksana pada saat itu. Namun, laporan menunjukkan bahwa serangan Israel baru-baru ini terhadap para pemimpin Hamas di Qatar telah memunculkan kembali usulan tersebut. Para pejabat Mesir kini tengah mencari dukungan dari negara-negara Arab lainnya untuk memajukan inisiatif tersebut.

Sumber yang dikutip oleh Al-Akhbar menekankan bahwa pertimbangan regional dan politik juga akan berperan, dengan mencatat kemungkinan keterlibatan pasukan dari Maroko dan Aljazair.

“Mekanisme tersebut harus memungkinkan pengerahan pasukan saat dibutuhkan, dan harus dibentuk sedemikian rupa sehingga mencerminkan komposisi negara-negara Arab dan angkatan bersenjata mereka, sekaligus menyeimbangkan politik regional,” kata pejabat tersebut.

5. Mesir Siap Jadi Pemimpin Aliansi Militer Negara islam

Poin negosiasi lainnya adalah bagaimana tanggung jawab komando akan dibagi. Sumber tersebut mengatakan Mesir bermaksud memegang posisi komando tertinggi, sementara posisi kedua akan diberikan kepada Arab Saudi atau negara Teluk lainnya. Hal ini mencerminkan upaya Kairo untuk mengamankan peran utama dalam setiap pengaturan pertahanan kolektif sekaligus memberikan posisi yang menonjol kepada monarki-monarki Teluk.

Meskipun masih dalam tahap diskusi, inisiatif ini menandakan upaya Mesir untuk memposisikan dirinya di pusat kerangka kerja keamanan baru bagi dunia Arab. Waktu dimulainya kembali dorongan ini, yang datang beberapa hari setelah serangan Israel di Doha, telah menambah urgensi upaya Kairo untuk menggalang dukungan di antara mitra-mitra regionalnya.

Belum ada konfirmasi resmi langsung dari Kairo. Pemimpin oposisi Israel, Yair Lapid, dikutip di media Arab yang mengkritik proposal yang dilaporkan tersebut sebagai pukulan bagi kerangka kerja perdamaian yang ada.

"Laporan tentang usulan Mesir untuk membentuk pasukan gabungan Arab sebagai respons atas serangan Israel merupakan pukulan telak bagi perjanjian damai," tulis Lapid di X/Twitter. "Laporan ini muncul tepat setelah pukulan telak bagi Perjanjian Abraham, yang terjadi tepat setelah mayoritas negara yang dulunya sekutu Israel memilih untuk mendirikan negara Palestina," pungkas Lapid.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Ledakan Dahsyat Guncang...
Ledakan Dahsyat Guncang Situs LNG Qatar, 54 Orang Terluka, 18 Hilang
Ungkap Kekerasan Obstetri...
Ungkap Kekerasan Obstetri di RS, Dokter Wanita Ini Ditangkap atas Tuduhan Sebar Hoaks
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
Prabowo: Indonesia Berada...
Prabowo: Indonesia Berada pada Persimpangan Sejarah, di Tengah Konflik Dunia
Laporan Media: Iran...
Laporan Media: Iran - AS Sepakat Hentikan Serangan, Gelar Pertemuan Darurat di Qatar
Kalahkan Jerman di Piala...
Kalahkan Jerman di Piala Dunia, Paraguay: Lebih dari Olahraga, Ini Hari Bersejarah!
Rekomendasi
Rekomendasi Judul Microdrama...
Rekomendasi Judul Microdrama China di V+Short, Ceritanya Singkat tapi Bikin Nagih
PLN EPI Bangun Ekosistem...
PLN EPI Bangun Ekosistem Bioenergi Perkuat Ketahanan Energi Nasional
B50 Dimulai 1 Juli,...
B50 Dimulai 1 Juli, Mampukah Jadi Solusi Ketahanan Energi Tanpa Mengorbankan Petani Sawit?
Berita Terkini
Siapa Vadym Yermolaiev?...
Siapa Vadym Yermolaiev? Taipan Ukraina yang Terluka dalam Ledakan di Monako
Italia Blokir Bantuan...
Italia Blokir Bantuan Militer NATO kepada Ukraina Senilai Rp1.436 Triliun, Sinyal Kemenangan bagi Rusia?
Kurangi Ketergantungan...
Kurangi Ketergantungan Eropa dari AS, Mampukah Turki Ingin Memperkuat NATO 3.0?
Israel Sebut Mojtaba...
Israel Sebut Mojtaba Jadi Target Pembunuhan, Iran Marah Besar!
Direktur CIA: Dunia...
Direktur CIA: Dunia Terancam dengan Senjata Nuklir Digital yang Didukung AI
Jalanan di Inggris Meleleh...
Jalanan di Inggris Meleleh pada Suhu 45 Derajat Celsius, Ini 3 Alasannya
Infografis
5 Madrasah Tertua di...
5 Madrasah Tertua di Indonesia, Pelopor Pendidikan Islam Modern
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved