Host Fox News Ini Usulkan Suntik Mati bagi 770.000 Tunawisma di AS

Senin, 15 September 2025 - 07:45 WIB
loading...
A A A
Rekan pembawa acara Ainsley Earhardt kemudian berkata, "Ya, Brian, mengapa harus sampai ke titik ini?"

Kilmeade kemudian mengatakan bahwa orang-orang di kota-kota dengan populasi tunawisma yang besar memilih pejabat terpilih yang salah, memberi tahu orang-orang di Carolina Utara untuk "bangun."

Ia menganjurkan warga Carolina Utara untuk memilih Michael Whatley dari Partai Republik dalam pemilihan Senat 2026 di negara bagian tersebut, menyalahkan Gubernur Demokrat Roy Cooper atas "undang-undang yang mengerikan ini."

Pernyataan kontroversial Kilmeade menjadi viral di media sosial Sabtu pagi, menuai kecaman luas, termasuk seruan agar ia mengundurkan diri.

BacaJuga: AS Memiliki Akses ke Galangan Kapal Selam Nuklir Punya Tetangga Indonesia

Gubernur California Gavin Newsom, yang telah menerima banyak kritik atas kebijakannya sendiri tentang tunawisma, mengunggah kutipan Alkitab Amsal 21:13, "Siapa menutup telinganya terhadap jeritan orang miskin, ia sendiri akan berseru dan tidak akan dijawab."

Anggota DPR Don Beyer dari Virginia mencuit, “Populasi tunawisma Amerika mencakup lebih dari satu juta anak-anak dan puluhan ribu veteran, banyak di antaranya bertugas di Irak atau Afghanistan.”

Ia melanjutkan, “Tidak seorang pun pantas dibunuh oleh pemerintah karena penyakit mental atau kemiskinan. Para pembawa acara Fox ini menyerukan pembunuhan massal—itu menjijikkan.”
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
3 Tentara AS Tewas Diserang...
3 Tentara AS Tewas Diserang Rudal Iran, Trump Salahkan Yordania
Iran Berhasil Serang...
Iran Berhasil Serang Situs CIA, Amerika Curiga Rusia Terlibat
Trump akan Bicara dengan...
Trump akan Bicara dengan Hizbullah jika Presiden Lebanon Mau
Menlu Rubio Ungkap AS...
Menlu Rubio Ungkap AS Masih Bersedia Negosiasi dengan Iran
RUU Integrasi Militer...
RUU Integrasi Militer AS-Israel Dianggap Ancaman Eksistensial, Anggota Kongres Diseru Menolak
Trump Setujui Kesepakatan...
Trump Setujui Kesepakatan Nuklir Arab Saudi yang Memungkinkan Pengayaan Uranium
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Korban Tewas Gempa Venezuela...
Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 5.208 Jiwa, 16.740 Orang Terluka
Perang Makin Sengit,...
Perang Makin Sengit, Iran Siapkan Kemungkinan Perang Darat Lawan AS
Rekomendasi
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
Mahfud MD Ungkap Alasan...
Mahfud MD Ungkap Alasan KPK Harus Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah, Singgung Asas Konflik Kepentingan
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
Berita Terkini
Ditangkap Pasukan Indonesia,...
Ditangkap Pasukan Indonesia, Ulama Palestina Sheikh Miqdad Dituduh Rencanakan Pengeboman 7 Negara
3 Tentara AS Tewas Diserang...
3 Tentara AS Tewas Diserang Rudal Iran, Trump Salahkan Yordania
Iran Berhasil Serang...
Iran Berhasil Serang Situs CIA, Amerika Curiga Rusia Terlibat
Jika Arab Saudi Punya...
Jika Arab Saudi Punya Senjata Nuklir, Kenapa Banyak Negara Khawatir?
4 Fakta Gunung Pickaxe,...
4 Fakta Gunung Pickaxe, Fasilitas Rahasia Nuklir Iran yang Jadi Target Serangan AS
Siapa Khalil al-Hayya?...
Siapa Khalil al-Hayya? Pemimpin Baru Hamas yang Dikenal sebagai Tangan Kanan Iran di Gaza
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved