Host Fox News Ini Usulkan Suntik Mati bagi 770.000 Tunawisma di AS

Senin, 15 September 2025 - 07:45 WIB
loading...
Host Fox News Ini Usulkan...
Host Fox News usulkan suntik mati bagi 770.000 tunawisma di AS. Foto/X/@Kanthan2030
A A A
WASHINGTON - Brian Kilmeade, seorang pembawa acara Fox News menyerukan eksekusi mati bagi para tunawisma dengan masalah kesehatan mental, menyarankan “suntik mati paksa” sebagai solusi untuk mengatasi krisis sosial tersebut. Usulan tersebut sama saja dengan membunuh 770.000 tunawisma di AS.

Brian Kilmeade menyampaikan pernyataan tersebut dalam episode program Fox & Friends pada 10 September saat membahas pembunuhan pengungsi Ukraina Iryna Zarutska di kereta api ringan di Carolina Utara oleh seorang tunawisma dengan catatan kriminal yang panjang.

Pria Ukraina berusia 23 tahun itu ditikam hingga tewas di Jalur Biru Lynx Charlotte oleh Decarlos Brown Jr., seorang residivis dengan 14 penangkapan sebelumnya yang telah didiagnosis menderita skizofrenia.

Pembawa acara Lawrence Jones mengatakan bahwa meskipun ada rasa iba terkait krisis kesehatan mental, "kita seharusnya tidak perlu hidup dalam ketakutan" sementara pihak berwenang mencari tahu apa yang harus dilakukan.

"Masukkan dia ke rumah sakit jiwa, penjarakan dia, dan kalian akan menemukan solusinya. Tetapi orang-orang yang harus menghindar dan menghindar di kereta dan bus, berjalan di jalan, ini hanya satu kasus, tetapi ini terjadi di seluruh negeri, dan ini bukan masalah uang. Mereka telah memberikan miliaran dolar untuk kesehatan mental dan para tunawisma," kata Jones, dilansir Press TV.

"Banyak dari mereka tidak mau mengikuti program, banyak dari mereka tidak mau mendapatkan bantuan yang diperlukan. Anda tidak bisa memberi mereka pilihan. Anda harus mengambil sumber daya yang akan kami berikan dan—atau Anda memutuskan untuk dikurung di penjara. Begitulah seharusnya sekarang," tambahnya.

Kilmeade menyela, "Atau suntikan mematikan yang tidak disengaja... atau semacamnya. Bunuh saja mereka."

"Ya," tambah Jones.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Trump Kecam Pemungutan...
Trump Kecam Pemungutan Suara Senat untuk Batasi Kewenangannya dalam Perang Iran
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Senat AS Sahkan Resolusi...
Senat AS Sahkan Resolusi Penghentian Perang Iran, Pukulan Telak bagi Trump
Trump Ungkap Dana Iran...
Trump Ungkap Dana Iran yang Dilepaskan akan Digunakan untuk Beli Barang-barang AS
Pertama Kali, Dokter...
Pertama Kali, Dokter Belanda Suntik Mati Seorang Anak di Bawah Usia 12 Tahun
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Kasus Penganiayaan,...
Kasus Penganiayaan, Dewi Soekarno Jalani Sidang di Pengadilan Jepang
Rekomendasi
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Istana Buka Suara soal...
Istana Buka Suara soal 2 Calon Manajer Kopdes Meninggal saat Latsarmil
IFG Life Tekankan Pentingnya...
IFG Life Tekankan Pentingnya Perencanaan Dana Pendidikan Sejak Dini
Berita Terkini
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Menlu AS Jual Kesepakatan...
Menlu AS Jual Kesepakatan Damai dengan Iran ke Negara-negara Arab
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Trump Kecam Pemungutan...
Trump Kecam Pemungutan Suara Senat untuk Batasi Kewenangannya dalam Perang Iran
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved