6 Negara yang Diserang Israel pada Tahun 2025
Jum'at, 12 September 2025 - 19:05 WIB
loading...
A
A
A
3. Iran
Tahun 2025 mencatat periode konfrontasi yang paling intens antara Israel dan Iran sejak lama, termasuk serangkaian serangan udara besar pada instalasi militer, situs yang terkait program nuklir, dan fasilitas pendukung Iran pada pertengahan tahun.
Konflik “Iran–Israel” yang memuncak di bulan Juni (serangkaian operasi udara dan serangan balasan) menandai eskalasi jarak jauh yang jarang terjadi: Israel menuduh menargetkan kemampuan nuklir dan militer Iran, sementara Iran membalas dengan peluncuran rudal dan drone.
Bentrokan ini membuat kawasan lebih rentan, memicu risiko gangguan pada jalur energi dan lalu lintas maritim, dan meningkatkan kecemasan global atas kemungkinan konflik yang lebih luas antara kekuatan regional.
Bukti dan analisis menunjukkan serangan-serangan tersebut merupakan operasi terkoordinasi yang memukul berbagai fasilitas di beberapa provinsi Iran.
4. Yaman
Respons militer Israel terhadap serangan kelompok Houthi (yang mendapat dukungan dari Iran) pada jalur laut dan peluncuran rudal/drone ke arah Israel menyebabkan serangkaian serangan udara Israel ke wilayah yang dikuasai Houthi di Yaman sepanjang 2025.
Serangan diarahkan pada infrastruktur strategis, instalasi militer dan fasilitas yang dituduh digunakan oleh kelompok bersenjata, termasuk sasaran di sekitar ibu kota Sanaa dan pelabuhan-pelabuhan strategis.
Serangan Israel ini memicu gelombang protes di dunia Arab dan meningkatkan dampak kemanusiaan di Yaman, yang sudah menderita perang berkepanjangan.
Selain itu, ancaman terhadap kelancaran perdagangan maritim di Laut Merah dan Teluk Aden meningkat ketika kapal-kapal terkait Israel dilaporkan menjadi target atau berada dalam risiko.
Laporan internasional mencatat jumlah korban sipil dan kerusakan yang meningkat sebagai konsekuensi langsung dari operasi tersebut.
5. Qatar
Salah satu perkembangan paling mengejutkan pada 2025 adalah serangan udara Israel di Doha, ibu kota Qatar, yang menargetkan orang-orang yang diklaim sebagai pemimpin atau anggota Hamas yang sedang bernegosiasi di sana.
Langkah ini menimbulkan gelombang kecaman internasional karena Qatar selama ini berperan sebagai mediator penting dalam pembicaraan gencatan senjata dan menjadi tuan rumah delegasi serta perunding.
Lihat Juga :