Tim Kampanye Biden dan Trump Jadi Target Hacker Tiga Negara
Jum'at, 11 September 2020 - 21:37 WIB
loading...
A
A
A
Burt mengatakan upaya China untuk meng-compromise sekutu Biden dan mata-mata Iran terhadap kampanye Trump tidak berhasil, tetapi postingan blognya tidak memberikan detail tentang kampanye peretasan yang dikaitkan dengan Rusia atau upaya untuk meng-compromise mantan rekan Trump yang terkenal.
Secara umum, dia mengatakan bahwa peretasan oleh pihak asing semakin intensif seiring dengan semakin dekatnya pemungutan suara.(Baca juga: Hacker Bobol Data AS, Ada 89 File Indonesia Kebanyakan soal ISIS )
“Kegiatan yang kami umumkan hari ini memperjelas bahwa kelompok kegiatan asing telah meningkatkan upaya mereka menyasar Pemilu 2020 seperti yang telah diantisipasi,” kata Burt seperti dikutip dari Reuters, Jumat (11/9/2020).
Pejabat dunia maya tertinggi Departemen Keamanan Dalam Negeri, Christopher Krebs, mengatakan peringatan Microsoft konsisten dengan pernyataan sebelumnya yang dikeluarkan oleh komunitas intelijen tentang mata-mata Rusia, China, dan Iran yang memata-matai target terkait pemilu.
“Penting untuk disoroti bahwa tidak ada yang terlibat dalam memelihara atau mengoperasikan infrastruktur pemungutan suara dan tidak ada dampak yang teridentifikasi pada sistem pemilihan,” ungkap Krebs.(Baca juga: Tangkap Peretas Pengacau Pilpres, AS Janjikan Hadiah Rp146 Miliar )
Tim kampanye Biden dan Trump sama-sama mengatakan bahwa mereka mengetahui hal ini dan tidak terkejut karenanya.
Secara umum, dia mengatakan bahwa peretasan oleh pihak asing semakin intensif seiring dengan semakin dekatnya pemungutan suara.(Baca juga: Hacker Bobol Data AS, Ada 89 File Indonesia Kebanyakan soal ISIS )
“Kegiatan yang kami umumkan hari ini memperjelas bahwa kelompok kegiatan asing telah meningkatkan upaya mereka menyasar Pemilu 2020 seperti yang telah diantisipasi,” kata Burt seperti dikutip dari Reuters, Jumat (11/9/2020).
Pejabat dunia maya tertinggi Departemen Keamanan Dalam Negeri, Christopher Krebs, mengatakan peringatan Microsoft konsisten dengan pernyataan sebelumnya yang dikeluarkan oleh komunitas intelijen tentang mata-mata Rusia, China, dan Iran yang memata-matai target terkait pemilu.
“Penting untuk disoroti bahwa tidak ada yang terlibat dalam memelihara atau mengoperasikan infrastruktur pemungutan suara dan tidak ada dampak yang teridentifikasi pada sistem pemilihan,” ungkap Krebs.(Baca juga: Tangkap Peretas Pengacau Pilpres, AS Janjikan Hadiah Rp146 Miliar )
Tim kampanye Biden dan Trump sama-sama mengatakan bahwa mereka mengetahui hal ini dan tidak terkejut karenanya.
Lihat Juga :