Tangkap Peretas Pengacau Pilpres, AS Janjikan Hadiah Rp146 Miliar

Kamis, 06 Agustus 2020 - 22:52 WIB
loading...
Tangkap Peretas Pengacau...
AS janjikan hadiah Rp146 miliar bagi siapa pun yang menangkap peretas pengacau pilpres. Foto/Ilustrasi/Sindonews
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) menawarkan hadiah sebesar USD10 juta atau sekitar Rp146 miliar kepada siapa pun yang dapat menangkap peretas asing yang ikut campur dalam pemilu presiden. Pengumuman ini dikeluarkan kurang dari empat bulan pemilu presiden yang akan dihelat pada 3 November mendatang.

Departemen Luar Negeri AS mengumumkan program Hadiah untuk Keadilan (RFJ) yang menawarkan hadiah atas informasi apa pun yang mengarah pada identifikasi atau lokasi: "siapa pun yang bekerja dengan atau untuk pemerintah asing dengan tujuan mengganggu pemilu AS melalui aktivitas cyber ilegal tertentu," seperti dilansir dari Business Insider, Kamis (6/8/2020).

Secara khusus, hadiah tersebut berlaku untuk peretas asing yang terbukti melanggar Pasal 1030, Undang-Undang Penipuan dan Penyalahgunaan Komputer, yang pada dasarnya mengkriminalisasi peretas yang mendapatkan akses tidak sah ke komputer.(Baca: Trump Sarankan Pilpres AS Ditunda Karena Covid-19 )

Departemen Luar Negeri AS mengatakan akan membayar hadiah hingga USD10 juta, tetapi tidak memberikan rincian terkait kualitas informasi yang bisa mendapatkan hadiah tersebut.

ZDNet melaporkan ini adalah hadiah ketiga yang ditawarkan oleh RFJ untuk peretas asing tahun ini. Pada bulan April AS menawarkan imbalan USD5 juta untuk informasi peretas pemerintah Korea Utara (Korut), dan pada bulan Juli menawarkan dua hadiah masing-masing USD1 juta untuk dua peretas Ukraina.(Baca: Pakar: Korut Mungkin Lancarkan Serangan Cyber saat Pilpres AS )

Peretasan dari negara asing menjadi masalah besar selama pemilu 2016 setelah peretas Rusia mencuri dan membocorkan email serta dokumen dari kampanye Hillary Clinton.

Sebelumnya, pada bulan Februari otoritas AS mendeteksi upaya intervensi dalam pemilu 2020 yang didukung Rusia. Pada bulan Juni, Google mengungkap upaya meng-compromise kampanye Presiden petahana Donald Trump dan lawannya, Joe Biden, oleh peretas yang didukung oleh China dan Iran.
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Pemimpin Oposisi Zionis:...
Pemimpin Oposisi Zionis: Kesepakatan Damai AS-Iran Berarti Tak Satu Pun Tujuan Perang Israel Tercapai
Uni Emirat Arab Bayar...
Uni Emirat Arab Bayar Iran Rp355,5 Triliun agar Berhenti Menyerang
AS Habisi Bos Geng Tren...
AS Habisi Bos Geng Tren de Aragua, Markasnya di Venezuela Dibom hingga Berkeping-keping
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Trump Setuju Cairkan Aset Iran Rp426,7 Triliun yang Dibekukan AS
Korea Utara Marah AS...
Korea Utara Marah AS Jual Rudal Canggih ke Korea Selatan, Menyebutnya Ekspor Perang
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
KPK: Kasus Korupsi Muara...
KPK: Kasus Korupsi Muara Enim Sudah Terjadi sebelum Tahap Perencanaan dan Penganggaran
Ini Isi Perjanjian Damai...
Ini Isi Perjanjian Damai AS-Iran yang Diklaim Trump, Tak Ada Ganti Rugi Perang
Rekomendasi
Bawakan Lagu Goal, Lisa...
Bawakan Lagu 'Goal', Lisa BLACKPINK Buka Piala Dunia 2026 dengan Penampilan Spektakuler
Kemendagri Sebut Transformasi...
Kemendagri Sebut Transformasi BUMD sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah
5 Peristiwa Politik...
5 Peristiwa Politik Pekan Ini: Said Iqbal Jadi Penasihat Presiden, Prabowo Terima JK, hingga Mahasiswa Turun ke Jalan
Berita Terkini
4 Fakta Tempat Tinggal...
4 Fakta Tempat Tinggal Elon Musk, Rumah Sewa dan Ukurannya Mungil
Apa Itu Front Kedelapan...
Apa Itu Front Kedelapan Israel? Propaganda Digital terhadap Politikus Pro-Palestina
Pejuang Hizbullah Sergap...
Pejuang Hizbullah Sergap Pasukan Israel di Lebanon
Ini 5 Bukti Perjanjian...
Ini 5 Bukti Perjanjian Damai AS dan Iran Tunjukkan Kegagalan Tujuan Perang Israel
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved